Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH menyiapkan serangkaian langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak susulan bencana alam di tengah kondisi cuaca ekstrem di Sumatra. Fokus utama diarahkan pada pembersihan aliran sungai, pemetaan wilayah rawan longsor, hingga penguatan sistem peringatan dini berbasis prakiraan cuaca.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, langkah awal yang dilakukan pemerintah adalah meminta Kementerian Kehutanan mempercepat pembersihan material di sepanjang aliran sungai. Upaya ini dinilai penting untuk mencegah sumbatan kayu dan material lain yang terbawa bencana sebelumnya dan berpotensi memicu banjir susulan.
"Kami telah meminta kepada terutama Kementerian Kehutanan untuk mempercepat proses pembersihan di aliran-aliran sungai supaya nanti tidak akan ada sumbatan dari kayu-kayu yang kemarin hanya terbawa di bencana yang pertama," ujarnya dalam konferensi pers di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12).
Selain itu, pemerintah juga mempercepat pemetaan wilayah dengan tingkat kelerengan ekstrem dan karakter tanah yang rentan longsor. Pemetaan ini dilakukan berdasarkan kondisi lapangan, termasuk hasil pemantauan udara.
Prasetyo menjelaskan, faktor kemiringan lereng dan jenis tanah sangat menentukan terjadinya longsor ketika curah hujan mencapai tingkat tertentu. "Di situ sudah bisa diperkirakan daerah-daerah mana yang memiliki tingkat kecuraman atau kelerengan yang sangat ekstrim, termasuk jenis tanahnya," kata dia.
Ia menambahkan, longsor umumnya terjadi di wilayah dengan kemiringan tinggi dan tanah berjenis lumpur atau lembek, bukan tanah yang kuat atau kasar. Temuan ini menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun langkah pencegahan yang lebih terarah.
Dalam upaya memperkuat kewaspadaan masyarakat, pemerintah juga menggandeng BMKG dan Komdigi untuk memadukan data prakiraan cuaca dengan sistem penyampaian informasi ke publik.
Edukasi dan pemberitahuan dini akan disampaikan kepada masyarakat di wilayah yang diprediksi mengalami peningkatan curah hujan. "Kami minta untuk itu dilakukan proses edukasi dan pemberitahuan kepada seluruh masyarakat di wilayah yang diprediksi oleh BMKG akan mengalami peningkatan curah hujan,"ujar Prasetyo.
Meski demikian, Prasetyo mengakui masih ada pekerjaan lanjutan yang membutuhkan waktu, termasuk penanganan warga yang tinggal di bantaran sungai. Relokasi dinilai sebagai langkah penting, namun harus dilakukan secara bertahap dan terencana.
"Bagaimana kita bisa memindahkan saudara-saudara kita yang misalnya tinggal di bantaran-bantaran sungai, itu prosesnya masih berikutnya untuk kita bisa tangani dengan sebaik-baiknya," kata dia.
Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong modifikasi cuaca sebagai bagian dari mitigasi bencana. BMKG disebut aktif melakukan operasi modifikasi cuaca, sementara Presiden telah meminta penambahan peralatan untuk memperkuat kemampuan tersebut.
Pengalaman bencana di beberapa provinsi menjadi pelajaran penting bagi pemerintah untuk memperbaiki kesiapsiagaan. Prasetyo mencontohkan keterbatasan jumlah Jembatan Bailey dan perangkat operasi cuaca yang dinilai belum sepenuhnya siap menghadapi bencana berskala luas.
"Perangkat-perangkat untuk operasi cuaca ini juga perlu diperkuat dan dibuat perencanaan sematang mungkin, sedini mungkin," pungkas Prasetyo. (H-3)
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Data BMKG selama 16 tahun terakhir (2010–2025) juga memperlihatkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor yang sejalan dengan kenaikan suhu dan perubahan iklim.
Selain pengaruh siklon tropis, kondisi cuaca ekstrem juga dipicu oleh menguatnya Monsun Asia serta aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin.
Pada periode tersebut, kata dia, suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 25-33 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan udara berkisar 62-95 persen.
INTENSITAS cuaca ekstrem yang melanda wilayah Banten dan sekitarnya dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak serius pada sektor industri maritim.
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter disertai hujan badai juga masih berlangsung di perairan utara dan selatan Jawa Tengah pada Kamis (5/2) hingga cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
HARAPAN baru mulai tumbuh di tengah warga Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.
MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian memperingatkan pemda di Sumatra Utara agar tidak menyelewengkan dana penanganan bencana.
Adapun temanya adalah Integrasi Pendekatan One Health dalam Pemulihan Sosial, Pangan, dan Kesehatan Masyarakat Rentan Pascabencana Banjir di Aceh.
BADAN Rescue Nasional Demokrasi (NasDem) Sumatera Barat menargetkan pembentukan pengurus Badan Rescue NasDem Daerah (BRND) tingkat kota, kabupaten dan kecamatan yang ada di Sumbar.
DUA bulan pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada 27 November 2025, sebanyak 40 warga di Sumatra Utara masih dinyatakan hilang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved