Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Menjaga Kondisi Kesehatan Saat Berlibur ke Negara dengan Cuaca Ekstrem

Basuki Eka Purnama
29/12/2025 11:43
Menjaga Kondisi Kesehatan Saat Berlibur ke Negara dengan Cuaca Ekstrem
Ilustrasi(Freepik)

LIBUR akhir tahun menjadi momen yang dinanti banyak keluarga untuk berkunjung ke luar negeri. Namun, perbedaan iklim yang drastis antara Indonesia dengan negara tujuan dapat menjadi ancaman kesehatan jika tidak disikapi dengan persiapan yang matang.

Dokter Spesialis Anak subspesialisasi Respirologi, Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A.(K), menekankan pentingnya menjaga kondisi tubuh, terutama saat mengunjungi negara dengan cuaca ekstrem agar liburan tidak terganggu oleh penyakit.

Waspada Flu di Musim Dingin

Bagi masyarakat yang berencana mengunjungi belahan bumi utara seperti Amerika, Kanada, atau Eropa pada Desember dan Januari, tantangan utamanya adalah musim dingin (winter). Pada periode ini, risiko penularan virus pernapasan meningkat pesat.

“Kalau liburan di bulan Desember, Januari, kalau kita ke belahan bumi utara, seperti Amerika, Kanada, Eropa, itu sedang winter atau sedang musim dingin. Maka penyakit-penyakit yang sering timbul pada saat liburan musim dingin, itu biasanya adalah penyakit flu atau influenza. Jadi di negara-negara tersebut, kalau menjelang winter itu biasanya anak-anak harus dilengkapi imunisasi vaksinasi influenza,” ujar Nastiti.

Selain proteksi internal melalui vaksinasi, perlengkapan fisik juga menjadi kunci. Orangtua diimbau menyiapkan pakaian hangat berlapis, mulai dari jaket tebal, topi, sarung tangan, syal, hingga sepatu kedap air. Area sensitif seperti kepala, leher, dan telinga harus terlindungi sepenuhnya dari paparan udara dingin.

Satu hal yang sering diabaikan saat musim dingin adalah asupan cairan. Nastiti mengingatkan bahwa rasa haus sering kali tidak muncul saat udara dingin, padahal tubuh tetap berisiko mengalami dehidrasi.

“Nah, kadang-kadang di udara dingin kita merasa tidak haus, tidak terlalu terasa, padahal sebetulnya kita tetap harus banyak minum, supaya tidak jatuh dalam kondisi dehidrasi. Jadi, minum air yang cukup, kalau bisa lebih banyak itu akan tetap menjaga tubuh kita dari kehilangan cairan,” tambahnya.

Antisipasi Heatstroke di Cuaca Panas

Sebaliknya, bagi mereka yang berlibur ke daerah dengan cuaca panas, risiko yang mengintai adalah heatstroke dan luka bakar matahari (sunburn). Dalam kondisi ini, hidrasi menjadi prioritas utama.

“Apalagi di musim panas, harus lebih banyak lagi minum cairannya, supaya tidak jatuh dalam kondisi dehidrasi. Yang lainnya juga sama, makan makanan bergizi, vitamin, kemudian menghindari orang yang sakit,” jelas Nastiti. 

Penggunaan tabir surya khusus anak, topi, dan kacamata hitam sangat disarankan untuk melindungi kulit sensitif dari sengatan matahari.

Keseimbangan Nutrisi dan Istirahat

Terlepas dari suhu negara tujuan, prinsip dasar menjaga kesehatan tetap harus dijalankan. Nastiti menyarankan wisatawan untuk selalu mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mencukupi asupan vitamin, serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Wisatawan juga diingatkan untuk tidak memaksakan aktivitas secara berlebihan. Kelelahan akibat kurang tidur dan jadwal perjalanan yang terlalu padat dapat menurunkan sistem imun, sehingga tubuh menjadi lebih rentan terhadap serangan virus di tempat umum. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya