Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Turun Berat Badan di 2026 tanpa Diet Ekstrem, Begini Caranya!

Muhammad Ghifari A
28/12/2025 10:51
Turun Berat Badan di 2026 tanpa Diet Ekstrem, Begini Caranya!
Resulusi diet 2026.(Freepik)

TAHUN baru kerap menjadi momentum “New Year, New Me”, termasuk untuk memulai resolusi diet dan hidup sehat. Namun, tidak sedikit resolusi diet yang kandas di tengah jalan. Agar diet 2026 tidak sekadar wacana, penting memahami penyebab kegagalan sekaligus menerapkan strategi yang tepat dan berkelanjutan.

Mengapa Resolusi Diet Sering Gagal?

Banyak orang gagal menjalani diet bukan karena kurang niat, melainkan kesalahan strategi. Berikut beberapa penyebab umum resolusi diet tidak bertahan lama:

1. Tujuan Tidak Realistis

Menargetkan penurunan berat badan ekstrem, seperti turun 10 kg dalam sebulan, justru memicu stres dan menurunkan motivasi.

2. Perubahan Terlalu Drastis

Mengubah pola makan dan olahraga secara mendadak sulit dipertahankan, baik secara fisik maupun mental.

3. Terlalu Fokus pada Timbangan

Berat badan yang fluktuatif sering membuat seseorang cepat menyerah, padahal progres kesehatan tidak selalu terlihat dari angka.

4. Mengejar Hasil Instan

Penggunaan obat pelangsing atau diet ekstrem berisiko bagi kesehatan jangka panjang.

5. Mengikuti Tren Diet Viral

Tidak semua metode diet yang viral di media sosial sesuai dengan kebutuhan gizi dan kondisi tubuh setiap individu.

6. Kurang Tidur

Kualitas tidur yang buruk dapat mengganggu hormon lapar, sehingga meningkatkan keinginan mengonsumsi makanan manis dan berlemak.

Tips Mewujudkan Resolusi Diet yang Efektif dan Berkelanjutan

Agar resolusi diet 2026 berjalan konsisten, berikut langkah-langkah yang bisa diterapkan:

1. Tetapkan Tujuan Diet yang Realistis

Mulailah dengan perubahan kecil dan bertahap. Penurunan berat badan yang sehat berkisar 2–4 kg per bulan. Target yang masuk akal akan lebih mudah dicapai dan dipertahankan.

2. Susun Rencana Diet yang Matang

Konsultasikan kebutuhan gizi dengan ahli gizi untuk membuat meal plan sesuai kondisi tubuh. Lakukan meal preparation agar terhindar dari godaan makanan cepat saji saat sibuk.

3. Kontrol Porsi dan Kualitas Makanan

Gunakan piring lebih kecil untuk membantu mengatur porsi. Prioritaskan makanan tinggi serat dan protein agar kenyang lebih lama, serta seimbangkan karbohidrat kompleks dan lemak sehat.

4. Rutin Beraktivitas Fisik

Pilih olahraga yang disukai, seperti jalan kaki, yoga, atau bersepeda, agar konsistensi terjaga. Aktivitas fisik berperan penting dalam menunjang keberhasilan diet.

5. Bangun Support System dan Pola Pikir Positif

Lingkungan yang mendukung, baik keluarga maupun komunitas, sangat membantu. Ubah mindset bahwa diet bertujuan untuk hidup lebih sehat, bukan sekadar menurunkan berat badan. Jika sesekali melenceng, cukup kembali ke jalur tanpa menyalahkan diri sendiri.

6. Jaga Kualitas Tidur dan Pantau Progres

Tidur cukup selama 7-9 jam per hari membantu menjaga metabolisme tubuh. Gunakan jurnal atau aplikasi untuk mencatat asupan makanan dan aktivitas fisik sebagai bahan evaluasi.

Ide Program Diet Bulanan Sepanjang 2026

Agar lebih terarah, berikut contoh fokus resolusi diet per periode:

  • Januari - Maret

Fokus konsumsi sayur, protein, minum air putih minimal 8 gelas, dan tidur cukup 7 jam.

  • April - Juni

Tambahkan konsumsi buah dan mulai aktif bergerak, seperti jalan kaki atau olahraga ringan.

  • Juli - September

Tingkatkan frekuensi olahraga dari 1 kali menjadi 3 kali per minggu dan batasi minuman manis.

  • Oktober - Desember

Kurangi makanan cepat saji, mulai latihan kekuatan, serta rutin melakukan meditasi.

Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap bulan akan membantu membentuk gaya hidup sehat jangka panjang, bukan sekadar resolusi sesaat. (Kementerian Kesehatan RI/WRP/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya