Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Olahraga Berlebihan Bisa Picu Penuaan Dini, Ini Faktanya

Abi Rama
26/12/2025 11:18
Olahraga Berlebihan Bisa Picu Penuaan Dini, Ini Faktanya
Ilustrasi(freepik)

OLAHRAGA selama ini dikenal sebagai salah satu kunci utama hidup sehat dan panjang umur. Aktivitas fisik terbukti dapat meningkatkan kesehatan jantung, mengontrol berat badan, menurunkan risiko penyakit kronis, hingga menjaga fungsi otak. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan olahraga yang dilakukan secara berlebihan justru berpotensi membawa dampak sebaliknya, termasuk mempercepat proses penuaan.

Informasi ini diambil dalam berbagai riset yang dikutip oleh situs kesehatan dan genetika myDNAge, yang menyoroti hubungan antara olahraga ekstrem, kesehatan jantung, dan usia epigenetik.

Manfaat Olahraga

Secara umum, olahraga memiliki banyak manfaat bagi tubuh, antara lain:

  • Meningkatkan kesehatan jantung
  • Menurunkan risiko kanker
  • Mengurangi kemungkinan terkena diabetes tipe 2
  • Membantu mengontrol berat badan
  • Menurunkan tekanan darah
  • Memperkuat tulang dan otot
  • Meningkatkan mental dan daya ingat

Saat berolahraga, detak jantung meningkat untuk mengalirkan lebih banyak oksigen ke seluruh tubuh. Dalam jangka panjang, jantung menjadi lebih efisien dan kuat. Selain itu, kontraksi otot juga memicu pelepasan protein antiinflamasi yang membantu memperkuat sistem imun dan mengurangi peradangan.

Olahraga Berlebih Bisa Timbulkan Masalah

Masalah muncul ketika olahraga dilakukan secara ekstrem dan melebihi batas adaptasi tubuh. Latihan dengan intensitas tinggi yang dilakukan terlalu sering dapat memberi tekanan berlebih pada sistem kardiovaskular.

Salah satu studi jangka panjang terhadap atlet menemukan mereka yang berolahraga hingga tiga kali lipat dari pedoman nasional justru memiliki risiko lebih tinggi mengalami penumpukan kalsium di pembuluh darah arteri. Penumpukan kalsium ini yang menjadi risiko utama penyakit jantung.

Studi lain terhadap perempuan selama sembilan tahun juga menunjukkan mereka yang berolahraga secara moderat (dua hingga tiga kali seminggu) memiliki risiko penyakit jantung lebih rendah, dibandingkan mereka berolahraga berat setiap hari.

Risiko Penuaan Dini

Temuan yang lebih mengejutkan datang dari penelitian tentang usia epigenetik. Usia epigenetik merupakan ukuran usia biologis yang mencerminkan bagaimana gen seseorang berubah akibat gaya hidup, stres, paparan lingkungan, dan kebiasaan hidup.

Dalam studi yang membandingkan atlet elite dengan individu sehat non-atlet, para peneliti menemukan atlet memiliki usia epigenetik rata-rata 3–6 tahun lebih tua dibandingkan orang seusia mereka yang tidak menjalani olahraga ekstrem. Artinya, secara biologis tubuh atlet tampak lebih tua dari usia aslinya.

Meski begitu,  olahraga tetap sangat penting bagi kesehatan. Kuncinya adalah menemukan intensitas yang optimal, bukan ekstrem. Waktu yang direkomendasikan untuk olahraga antaralain:

  • 150–300 menit olahraga aerobik intensitas sedang per minggu, atau
  • 75–150 menit olahraga aerobik intensitas tinggi per minggu.

Rekomendasi ini bisa disesuaikan dengan usia, tingkat kebugaran, dan kondisi kesehatan masing-masing individu.

Jenis Olahraga yang Dianjurkan 

Intensitas sedang:

  • Jalan cepat
  • Berenang
  • Bersepeda
  • Yoga
  • Pekerjaan kebun ringan
  • Water aerobics

Intensitas tinggi:

  • Lari atau jogging
  • Renang memutar kolam
  • Bersepeda cepat
  • Lompat tali
  • Mendaki tanjakan
  • Kickboxing atau beladiri lain

(myDNAge./Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya