Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
OLAHRAGA selama ini dikenal sebagai salah satu kunci utama hidup sehat dan panjang umur. Aktivitas fisik terbukti dapat meningkatkan kesehatan jantung, mengontrol berat badan, menurunkan risiko penyakit kronis, hingga menjaga fungsi otak. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan olahraga yang dilakukan secara berlebihan justru berpotensi membawa dampak sebaliknya, termasuk mempercepat proses penuaan.
Informasi ini diambil dalam berbagai riset yang dikutip oleh situs kesehatan dan genetika myDNAge, yang menyoroti hubungan antara olahraga ekstrem, kesehatan jantung, dan usia epigenetik.
Secara umum, olahraga memiliki banyak manfaat bagi tubuh, antara lain:
Saat berolahraga, detak jantung meningkat untuk mengalirkan lebih banyak oksigen ke seluruh tubuh. Dalam jangka panjang, jantung menjadi lebih efisien dan kuat. Selain itu, kontraksi otot juga memicu pelepasan protein antiinflamasi yang membantu memperkuat sistem imun dan mengurangi peradangan.
Masalah muncul ketika olahraga dilakukan secara ekstrem dan melebihi batas adaptasi tubuh. Latihan dengan intensitas tinggi yang dilakukan terlalu sering dapat memberi tekanan berlebih pada sistem kardiovaskular.
Salah satu studi jangka panjang terhadap atlet menemukan mereka yang berolahraga hingga tiga kali lipat dari pedoman nasional justru memiliki risiko lebih tinggi mengalami penumpukan kalsium di pembuluh darah arteri. Penumpukan kalsium ini yang menjadi risiko utama penyakit jantung.
Studi lain terhadap perempuan selama sembilan tahun juga menunjukkan mereka yang berolahraga secara moderat (dua hingga tiga kali seminggu) memiliki risiko penyakit jantung lebih rendah, dibandingkan mereka berolahraga berat setiap hari.
Temuan yang lebih mengejutkan datang dari penelitian tentang usia epigenetik. Usia epigenetik merupakan ukuran usia biologis yang mencerminkan bagaimana gen seseorang berubah akibat gaya hidup, stres, paparan lingkungan, dan kebiasaan hidup.
Dalam studi yang membandingkan atlet elite dengan individu sehat non-atlet, para peneliti menemukan atlet memiliki usia epigenetik rata-rata 3–6 tahun lebih tua dibandingkan orang seusia mereka yang tidak menjalani olahraga ekstrem. Artinya, secara biologis tubuh atlet tampak lebih tua dari usia aslinya.
Meski begitu, olahraga tetap sangat penting bagi kesehatan. Kuncinya adalah menemukan intensitas yang optimal, bukan ekstrem. Waktu yang direkomendasikan untuk olahraga antaralain:
Rekomendasi ini bisa disesuaikan dengan usia, tingkat kebugaran, dan kondisi kesehatan masing-masing individu.
(myDNAge./Z-2)
Kulit yang menua menyebabkan perubahan komposisi mikrobioma, yang ditandai dengan berkurangnya diversitas mikroba dan meningkatnya bakteri patogen.
Penelitian terbaru di jurnal Cell Stem Cell menemukan kondisi mikrogravitasi di luar angkasa dapat mempercepat penuaan sel manusia.
Skin barrier berfungsi sebagai pelindung alami kulit. Kalau wajah terus terpapar sinar matahari, lapisan ini bisa rusak.
Di balik lensa gelapnya, kacamata hitam berperan sebagai pelindung yang efektif untuk melindungi mata dari paparan sinar ultraviolet (UV), silau, dan partikel debu
Mengkonsumsi sayuran secara konsisten dapat mengurangi kemungkinan timbulnya uban, menurut temuan terbaru dari peneliti internasional.
Peneliti Swedia mengungkap bahwa kebugaran mulai merosot di usia 35 tahun. Kabar baiknya, memulai olahraga di usia dewasa masih bisa meningkatkan kapasitas fisik hingga 10%.
Olahraga bukan hanya untuk fisik, tapi juga kesehatan mental. Temukan bagaimana aktivitas fisik dapat meredakan stres, depresi, dan tingkatkan suasana hati.
Manfaat Exercise: Sehat, Bugar, Produktif!. Raih sehat, bugar, dan produktif dengan exercise! Temukan manfaat olahraga untuk kualitas hidup yang lebih baik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved