Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Kapan Fisik Manusia Mulai Menurun? Studi 47 Tahun Ungkap Usia Kritis dan Solusinya 

Thalatie K Yani
19/1/2026 10:27
Kapan Fisik Manusia Mulai Menurun? Studi 47 Tahun Ungkap Usia Kritis dan Solusinya 
Ilustrasi(freepik)

SELAMA ini banyak orang menganggap penurunan kebugaran hanya terjadi di masa lansia. Namun, sebuah studi jangka panjang dari Swedia memberikan fakta baru yang mengejutkan, performa fisik manusia ternyata mulai merosot sejak usia 35 tahun.

Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Karolinska Institutet sebagai bagian dari Swedish Physical Activity and Fitness study (SPAF). Proyek riset ini menjadi salah satu yang paling komprehensif di dunia karena memantau ratusan pria dan wanita secara acak selama hampir lima dekade, tepatnya 47 tahun.

Berbeda dengan penelitian terdahulu yang hanya membandingkan kelompok usia berbeda dalam satu waktu, studi SPAF mengikuti individu yang sama sejak mereka berusia 16 hingga 63 tahun. Hal ini memberikan gambaran yang jauh lebih akurat mengenai bagaimana kekuatan otot dan daya tahan tubuh berevolusi sepanjang hidup seseorang.

Titik Balik di Usia 35

Hasil penelitian menunjukkan kebugaran dan kekuatan fisik mulai menurun begitu seseorang memasuki usia 35 tahun. Hal ini terjadi secara konsisten, terlepas dari seberapa aktif individu tersebut di masa mudanya. Setelah melewati usia tersebut, penurunan fisik berlangsung secara bertahap dan cenderung semakin cepat seiring bertambahnya usia.

Meski demikian, penelitian ini membawa kabar baik bagi mereka yang baru ingin memulai gaya hidup sehat di usia dewasa. Data menunjukkan bahwa peserta yang mulai aktif berolahraga di masa dewasa tetap mampu meningkatkan kapasitas fisik mereka antara 5-10%.

Pentingnya Tetap Aktif

Penurunan fisik memang bagian alami dari penuaan yang tidak bisa dihentikan sepenuhnya, namun aktivitas fisik terbukti menjadi rem yang efektif untuk memperlambat proses tersebut.

"Tidak pernah ada kata terlambat untuk mulai bergerak. Studi kami menunjukkan bahwa aktivitas fisik dapat memperlambat penurunan performa, meskipun tidak dapat menghentikannya secara total. Sekarang kami akan mencari mekanisme di balik mengapa setiap orang mencapai puncak performanya pada usia 35 tahun dan mengapa aktivitas fisik dapat memperlambat hilangnya performa tetapi tidak sepenuhnya menghentikannya," ujar Maria Westerståhl, dosen di Departemen Kedokteran Laboratorium sekaligus penulis utama studi tersebut.

Langkah Penelitian Selanjutnya

Riset ini masih terus berlanjut. Tahun depan, para peserta akan kembali diperiksa saat mereka menginjak usia 68 tahun. Tim peneliti berharap dapat memahami lebih dalam bagaimana pilihan gaya hidup dan proses biologis memengaruhi kesehatan jangka panjang.

Temuan ini menjadi pengingat kuat bahwa meskipun jam biologis terus berputar, investasi pada aktivitas fisik tetap memberikan hasil nyata, kapan pun Anda memulainya. (Science Daily/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya