Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SATUAN Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) bersiap melangkah lebih jauh dalam mengungkap dugaan pidana di balik bencana banjir yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Proses hukum tersebut dijadwalkan mulai bergulir pada Januari 2026.
Ketua Pelaksana Satgas PKH yang juga menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, menegaskan bahwa tahapan awal penanganan pidana akan segera dimulai setelah hasil penelusuran awal dikantongi.
"Nanti Januari akan mulai proses ke identifikasi mengenai yang sudah kami pastikan pidana," kata Ketua Pelaksana Satgas PKH sekaligus Jampidsus Febrie Adriansyah di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (24/12).
Febrie menjelaskan, Satgas PKH telah mengkaji berbagai aspek krusial, mulai dari mekanisme perizinan hingga dugaan penyimpangan yang terjadi. Dari rangkaian pemeriksaan tersebut, aparat menemukan indikasi kuat adanya unsur pidana yang akan ditindaklanjuti pada awal tahun depan.
"Ada tahap lanjutan. Nanti kami akan proses," ucapnya.
Sejauh ini, Satgas PKH telah memanggil dan melakukan klarifikasi terhadap 27 perusahaan yang diduga berkaitan dengan terjadinya banjir bandang di tiga provinsi tersebut.
Sementara itu, Jaksa Agung ST Burhanuddin mengungkapkan bahwa hasil klarifikasi Satgas PKH yang dipadukan dengan analisis Pusat Riset Interdisipliner Institut Teknologi Bandung (ITB) menunjukkan temuan serius. Menurutnya, banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra tidak semata-mata disebabkan oleh faktor alam.
Kajian tersebut menemukan adanya korelasi kuat antara bencana banjir dan alih fungsi lahan secara masif di wilayah hulu daerah aliran sungai (DAS). Kondisi tersebut diperparah oleh curah hujan tinggi yang memicu hilangnya tutupan vegetasi di kawasan hulu. Dampaknya, kemampuan tanah dalam menyerap air menurun drastis, aliran permukaan meningkat tajam, hingga akhirnya memicu banjir bandang akibat meluapnya volume air ke permukaan.
Ke depan, Satgas PKH memastikan investigasi akan diperluas terhadap seluruh pihak yang terindikasi memiliki kontribusi terhadap bencana banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Proses penyelidikan lanjutan ini akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Satgas PKH, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, hingga Kepolisian RI. Langkah tersebut dilakukan untuk menyatukan strategi penanganan, mencegah tumpang tindih pemeriksaan, serta mempercepat penyelesaian perkara secara efektif dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. (Ant/E-4)
HINGGA hari ke-3 Ramadan, ratusan ribu penyintas banjir Sumatra masih menjalan hari-hari di atas lumpus dan di balik tumpukan kayu gelondongan yang terbawa air bah kala itu.
SUASANA malam di Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, mendadak berubah mencekam.
KETAKUTAN akan datangnya banjir susulan membuat warga Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, memilih membiarkan rumah mereka tetap dipenuhi sisa material banjir.
29 desa dan kampung di Pulau Sumatra dilaporkan hilang akibat bencana banjir bandang dan longsor.
MESKI klaim pemerintah pemulihan pascabanjir Sumatra sudah membaik, sayangnya di lapangan masih seperti pungguk merindukan bulan.
Sucor Asset Management (Sucor AM) menyalurkan 2.000 paket bantuan bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Sumatra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved