Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko menyampaikan dukungan penuh terhadap kebijakan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama masa libur sekolah. Kebijakan tersebut dinilai strategis untuk menjaga keberlanjutan pemenuhan gizi anak.
Menurut Singgih, masa libur sekolah justru menjadi periode yang rawan terjadinya penurunan asupan gizi, terutama bagi anak-anak dari keluarga rentan secara ekonomi. Karena itu, kebijakan penyediaan menu MBG selama libur sekolah patut diapresiasi.
Program MBG selama libur sekolah disalurkan dalam bentuk satu paket siap santap dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta dua paket MBG kemasan yang dapat dibawa pulang. Paket tersebut berisi roti, telur, susu, dan buah yang disesuaikan dengan angka kecukupan gizi anak.
"Keberlanjutan MBG selama libur sekolah adalah bukti bahwa negara tidak boleh libur dalam melindungi hak dasar anak, termasuk hak atas pangan dan gizi yang layak. Ini sejalan dengan amanat konstitusi dan komitmen nasional menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045," kata Singgih dalam keterangannya, Senin (22/12).
Ia menambahkan, persoalan gizi anak masih menjadi tantangan serius di tingkat nasional. Meski prevalensi stunting menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir, angkanya masih membutuhkan intervensi berkelanjutan dan terintegrasi.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang merupakan bagian dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi stunting nasional tercatat sebesar 19,8 persen. Angka tersebut dinilai masih cukup tinggi sehingga memerlukan upaya keras untuk mencapai target 2025 sebesar 18,8 persen, sekaligus menekan masalah gizi lain seperti gizi buruk (severe wasting) dan kurang gizi kronis, terutama di provinsi dengan kasus tertinggi seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Dalam konteks tersebut, Singgih menekankan pentingnya akselerasi implementasi MBG di madrasah dan pesantren. Komisi VIII DPR RI yang membidangi urusan agama, sosial, dan pemberdayaan masyarakat memandang pesantren sebagai ekosistem strategis dalam pembinaan generasi bangsa.
"Pesantren bukan hanya pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat pembentukan karakter dan sumber daya manusia. Program MBG harus dirancang adaptif untuk pesantren, baik dari sisi menu, sistem distribusi, maupun pengelolaan dapur sehat berbasis pesantren," ujarnya.
Berdasarkan data Kementerian Agama RI tahun 2025, terdapat lebih dari 42.391 pesantren dengan jumlah santri sekitar 4,3 juta orang di seluruh Indonesia. Dengan karakteristik asrama dan pengelolaan konsumsi yang terpusat, pesantren dinilai sebagai lokus yang sangat tepat dan strategis untuk implementasi program gizi berkelanjutan.
Untuk memperkuat pelaksanaan MBG di lingkungan madrasah dan pesantren, Singgih mendorong adanya sinergi dan integrasi data antara Kementerian Kesehatan, Badan Gizi Nasional, dan Kementerian Agama. Integrasi tersebut diperlukan untuk memetakan data penerima MBG secara lebih akurat.
Data yang dimaksud mencakup jumlah santri, kondisi dapur, hingga kebutuhan gizi spesifik, sehingga penyaluran MBG dapat lebih tepat sasaran dan efektif.
Selain itu, Singgih juga mengusulkan perlunya model penyaluran MBG yang lebih adaptif sesuai dengan kultur dan kapasitas masing-masing pesantren dan madrasah. Menurutnya, selain paket kemasan, perlu dipertimbangkan pengembangan dapur pesantren yang didampingi oleh ahli gizi, didukung rantai pasok bahan pangan lokal, serta disertai edukasi gizi bagi pengelola dapur.
Dukungan terhadap MBG di sekolah-sekolah Kementerian Agama dan percepatan implementasinya di pesantren, lanjut Singgih, bukan sekadar program bantuan sosial. Lebih dari itu, program ini merupakan manifestasi tanggung jawab negara dalam memenuhi hak anak atas kesehatan dan pendidikan yang berkualitas.
"Kami di Komisi VIII akan terus mengawal agar anggaran dan pelaksanaan MBG ini tepat sasaran. Semangatnya satu: tidak boleh ada anak atau santri yang tertinggal dalam mendapatkan akses gizi berkualitas," pungkasnya.
(H-3)
BGN menargetkan peningkatan kualitas layanan Program Makan Bergizi (MBG) pada 2026 melalui penerapan akreditasi dan sertifikasi bagi seluruh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
Fadly mengatakan, pada rapat koordinasi itu BGN mengundang pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan untuk mempersiapkan pendataan calon penerima manfaat MBG
MBG menjadi salah satu strategi efektif dalam menekan kemiskinan secara tidak langsung.
Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil membangun sistem Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala masif hingga menarik perhatian Jepang untuk belajar langsung ke lapangan.
Menyikapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa makanan dari SPPG Karyasari Sukaresmi didistribusikan menggunakan kantong plastik, pihak SPPG buka suara.
Relawan dapur Makan Bergizi Gratis di Semarang mengaku terbantu secara ekonomi. Warga berharap program MBG terus berlanjut.
WAKIL Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, menegaskan bahwa kejadian penampilan goyang biduan di panggung peringatan Isra Mikraj di Banyuwangi, Jawa Timur bukan masalah sepele.
WAKIL Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wahid, mengapresiasi langkah KPK terkait penetapan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka kasus korupsi kuota haji.
PERSYARATAN perizinan penggalangan dana bagi korban bencana dinilai perlu dilonggarkan agar tidak menghambat gerak cepat solidaritas publik.
Anggota Komisi VIII DPR RI Hasan Basri Agus mendorong Pemerintah Pusat untuk menetapkan bencana di ketiga provinsi tersebut sebagai Bencana Nasional untuk banjir Sumatra.
KETUA Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menyampaikan bahwa pihaknya memahami kegelisahan masyarakat dan pemerintah daerah terkait kuota haji saat ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved