Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Tata Ruang Jadi Unsur Hunian Ramah Lingkungan

M Ilham Ramadhan Avisena
19/12/2025 21:55
Tata Ruang Jadi Unsur Hunian Ramah Lingkungan
Hunian Ramah Lingkungan bergantung dengan tata letak dan konsep pembangunan awal.(Dok. Gettybymarino)

PENGEMBANG PT Timah Karya Persada Properti (Timah Properti) mengklaim menerapkan konsep kawasan hunian ramah lingkungan dalam pengembangan Familia Urban di Kota Bekasi. Pendekatan tersebut dilakukan melalui pengaturan tata ruang, penyediaan ruang terbuka hijau, serta penerapan prinsip keberlanjutan sejak tahap awal pembangunan.

Familia Urban berlokasi di Jalan Mandor Demong, Mustika Jaya, Kota Bekasi, dan dikembangkan sejak 2016 di atas lahan seluas 176 hektare. Kawasan ini merupakan salah satu wilayah yang mengalami pertumbuhan infrastruktur dan peningkatan aksesibilitas dalam beberapa tahun terakhir.

Direktur Utama Timah Properti Abdul Kamaroes mengatakan konsep ramah lingkungan menjadi bagian dari perencanaan kawasan, bersamaan dengan upaya menyediakan hunian bagi keluarga urban.

"Lokasi strategis, konsep pengembangan, hingga fasilitas yang tepat membuat minat masyarakat untuk memiliki hunian di Familia Urban terus meningkat. Ini sejalan dengan konsep kami untuk mewujudkan kawasan ini menjadi area hunian yang ramah keluarga dan ramah lingkungan," ujar Kamaroes, Jumat (19/12). 

Dalam penerapannya, kawasan hunian ini dirancang dengan lebar jalan lingkungan sekitar 8-10 meter, sebagian utilitas berada di bawah tanah, serta konektivitas antarklaster melalui taman dan ruang terbuka hijau. Konsep tersebut ditujukan untuk mendorong aktivitas berjalan kaki di dalam kawasan atau walkable neighbourhood.

Direktur Timah Properti Candra Hadiqadriman menyebut pendekatan tersebut dirancang secara teknis untuk menunjang mobilitas non-kendaraan di lingkungan hunian.

"Setiap fasilitas di dalam kompleks ini dirancang supaya bisa dijangkau dengan berjalan kaki dalam radius maksimal 800 meter namun bisa dilalui dengan nyaman berdurasi sekitar 10 menit berjalan kaki. Makanya kami hadirkan banyak taman sehingga kalau mulai lelah akan ketemu taman yang menyegarkan sehingga membuat perjalanan menjadi tidak terasa," kata dia. 

Selain pengaturan tata ruang, Timah Properti menyatakan menerapkan prinsip keberlanjutan melalui efisiensi energi, sistem drainase berwawasan lingkungan, serta penanaman lebih dari seribu pohon di dalam kawasan. Menurut perusahaan, langkah tersebut ditujukan untuk menjaga daya serap air dan mengurangi risiko genangan.

Pengembangan kawasan juga disertai penyediaan fasilitas pendukung seperti area olahraga, ruang komunal, dan fasilitas umum lainnya yang dirancang menyatu dengan ruang terbuka hijau. Konsep ini disebut mendukung pola hidup tinggal, bekerja, dan beraktivitas dalam satu kawasan.

Pada 2025, pengembang melanjutkan pengembangan kawasan dengan menyiapkan klaster ke-10 bernama Nawasena, setelah klaster kesembilan, Alexandrite, dinyatakan terjual dan mulai memasuki tahap serah terima perdana pada 19 Desember 2025.

Kepala Divisi Pemasaran dan Promosi Timah Properti Suhendra Sanusi mengatakan klaster terbaru tersebut tetap mengusung pendekatan hunian ramah lingkungan.

"Dengan dimulainya serah terima untuk Klaster Alexandrite, kami langsung menyiapkan klaster kesepuluh yaitu Nawasena. Tentunya klaster ini merupakan lanjutan dari kesuksesan klaster-klaster sebelumnya yang sudah sold out. Nawasena kembali menjadi visi kami untuk komitmen menghadirkan hunian berkualitas yang modern, ramah lingkungan, dan investasi yang terus meningkat," ujarnya.

Klaster Nawasena direncanakan menghadirkan rumah satu lantai tipe 36 dan 45 dengan fasilitas kawasan berupa taman, ruang hijau, area komunal, dan jalur jogging sebagai bagian dari konsep lingkungan sehat.

"Untuk lokasi maupun konsep pengembangan seperti yang kami tawarkan, saat ini sudah sangat sulit untuk mendapatkan hunian seperti di Klaster Nawasena. Selain berkonsep rumah sehat dan ramah lingkungan, rumah ini cocok untuk kalangan first time home buyer karena bisa dicicil mulai Rp3 jutaan per bulan," kata Suhendra. 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik