Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBERHASILAN pengelolaan lingkungan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat. Melalui inovasi Si-Lestari (Sistem Pengelolaan Sampah Terintegrasi), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai subholding gas Pertamina mendorong terciptanya budaya peduli lingkungan berkelanjutan sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat berbasis potensi lokal.
"Dengan inovasi Si-Lestari, kami mendorong pengelolaan lingkungan yang dimulai sejak dari sumbernya dan mendorong masyarakat berperan aktif melalui pengembangan sistem bank sampah terintegrasi yang tidak hanya berfokus pada pemilahan sampah, tetapi juga pemanfaatan sampah secara berkelanjutan," kata Sekretaris Perusahaan PGN, Fajriyah Usman, Jumat (19/12/2025).
Ia mengatakan inovasi Si-Lestari diterapkan di Desa Kedungturi, Sidoarjo, Jatim, sebagai upaya pemberdayaan masyarakat berbasis partisipasi masyarakat untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah terpadu dan berkelanjutan.
Sebagai bagian program corporate social responsibility (CSR) Kasih Bumi (Kedungturi Asri dan Bersih untuk Bumi), inovasi ini mampu mengelola 4,9 ton sampah anorganik secara keseluruhan sampai September 2025 dan melibatkan 321 warga Desa Kedungturi dalam mengelola sampah.
Dia menerangkan program ini mengedepankan prinsip kolaborasi antara program CSR PGN dan masyarakat Desa Kedungturi serta para pemangku kepentingan dalam pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
Guna mendukung penguatan program edukasi lingkungan, pihaknya juga melaksanakan edukasi pemilahan sampah di Daycare Bina At-Taqwa untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini, serta mendukung pembangunan green house di SD Negeri Kedungturi sebagai sarana pembelajaran praktik dan dukungan terhadap program Adiwiyata.
"Rangkaian kegiatan ini bertujuan membangun budaya peduli lingkungan berkelanjutan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat," ucapnya.
Selain memberikan dampak lingkungan dan sosial, inovasi Si-lestari menghasilkan dampak ekonomi signifikan dan terukur bagi masyarakat Desa Kedungturi.
Melalui sistem terintegrasi bank sampah, tercatat total pendapatan pengelola bank sampah Rp8.187.250 per tahun. Adapun nasabah perorangan sebanyak 92 orang memperoleh total pendapatan Rp4.307.810 per tahun, serta 14 nasabah kelompok dasawisma memperoleh total pendapatan Rp10.807.100 per tahun dari hasil pengelolaan sampah anorganik.
"Melalui program CSR ini, bank sampah turut berperan sebagai wadah edukasi lingkungan serta mengolah sampah anorganik jadi produk bernilai ekonomi dan ramah lingkungan sehingga memberikan manfaat nyata bagi kelestarian lingkungan, meningkatkan kemandirian dalam pengelolaan sampah, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Fajriyah. (H-2)
sudah ada inovasi dalam mengatasi masalah sampah dalam skala rumah tangga hingga satu desa.
Kemenag memperkenalkan konsep ekoteologi dan peran agama sebagai sumber harmoni sosial
Analisis mendalam dampak penaburan Kapur Tohor (CaO) dalam modifikasi cuaca. Pelajari efek eksotermik, risiko alkalinitas, dan manfaat mitigasi bencana.
Ekoteologi tidak boleh berhenti sebagai wacana, tetapi harus menjadi perilaku nyata umat dalam kehidupan sehari-hari.
Industri kelapa sawit terus dipandang sebagai salah satu sektor strategis perekonomian nasional,
Di luar sanksi hukum, WALHI Sumut menekankan pentingnya agenda pemulihan ekosistem yang terencana, terukur, dan melibatkan masyarakat terdampak.
Kerja sama itu diharapkan bisa menangani masalah sampah sekaligus menghasilkan energi listrik.
Setiap kemasan plastik yang dipilah oleh warga dapat disetorkan ke bank sampah terdekat lalu dikonversi menjadi poin yang setara dengan tabungan emas di rekening tabungan emas Pegadaian.
PESISIR Kota Cirebon kembali dipenuhi tumpukan sampah. Kesadaran bersama diminta untuk bisa mengatasi permasalahan sampah. Tumpukan sampah terlihat di sepanjang pesisir pantai.
Kabupaten Banyumas dianggap telah berhasil mengelola sampah secara menyeluruh, mulai dari pemilahan hingga pemanfaatan akhir.
Setiap hari, Jakarta memproduksi sekitar 8.300 ton sampah yang harus dikelola secara berkelanjutan.
Data Pemerintah Kabupaten Tegal menunjukkan timbulan sampah mencapai 670,38 ton per hari. Namun, sampah yang berhasil diolah baru sekitar 5,3 persen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved