Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Komdigi Percepat Pemulihan Telekomunikasi Pascabencana di Sumatra

Atalya Puspa    
17/12/2025 14:52
Komdigi Percepat Pemulihan Telekomunikasi Pascabencana di Sumatra
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid.(ANTARA)

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus mengupayakan pemulihan infrastruktur telekomunikasi di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. 

Menkomdigi Meutya Hafid menyatakan, hingga saat ini progres pemulihan menunjukkan perkembangan signifikan, meski tantangan di sejumlah wilayah masih cukup berat.

“Untuk sumber daya, update terbarunya sudah 99 persen. Jadi kita fokus ke pemulihan jaringan, dan ini bukan kerja Komdigi saja,” ujar Meutya dalam acara Temu Nasional Pegiat Literasi Digital, Rabu (17/12). 

Ia menegaskan, pemulihan dilakukan melalui koordinasi intensif dengan seluruh operator seluler, termasuk dukungan layanan satelit seperti Starlink serta infrastruktur pemerintah seperti Satelit Satria.

Menurutnya, dalam situasi bencana, batas antara pemerintah dan swasta menjadi tidak relevan. “Kita sudah tidak lihat lagi mana yang pemerintah, mana yang swasta. Alhamdulillah, semua teman-teman operator berjibaku bersama,” katanya.

Koordinasi data dilakukan secara harian di Komdigi untuk memastikan akurasi kondisi di lapangan. Di Sumatra Utara, pemulihan jaringan telekomunikasi telah mencapai sekitar 97–98 persen. Namun, kondisi berbeda terjadi di Aceh.

“Untuk Aceh, ini memang PR kita. Per hari ini, on air masih di kisaran 50 persen,” ungkapnya. 

Ia menjelaskan bahwa terdapat perbedaan antara istilah recover dan on air yang kerap menimbulkan kebingungan.
“Kalau disebut recover, artinya towernya sudah berfungsi, itu memang sudah di angka 87 persen. Tapi on air-nya masih sekitar 50 persen,” jelasnya. 

Kondisi tersebut terutama disebabkan oleh belum stabilnya pasokan listrik di sejumlah daerah.

Wilayah seperti Bener Meriah, Aceh Tamiang, dan Aceh Utara disebut masih merasakan dampak paling berat. “Ini amat terasa bagi masyarakat. Di daerah bencana, selain bantuan pokok seperti makanan, yang sangat dibutuhkan adalah informasi,” tegasnya.

Dalam situasi tersebut, peran relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dinilai menjadi sangat strategis. 

“Tanpa kondisi krisis pun, relawan TIK sudah sangat penting untuk meningkatkan literasi digital. Apalagi saat krisis, perannya menjadi jauh lebih utama,” katanya.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, operator, dan relawan TIK dapat mempercepat pemulihan akses informasi bagi masyarakat terdampak, sekaligus memastikan layanan komunikasi kembali berfungsi optimal di seluruh wilayah. (Ata)

Published By Denny Parsaulian Sinaga (17/12/2025, 14.51.57)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya