Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Pemulihan Sinyal di Aceh Terkendala Listrik

M Ilham Ramadhan Avisena
15/12/2025 19:49
Pemulihan Sinyal di Aceh Terkendala Listrik
Dampak bencana banjir bandang di Pidie Jaya, Aceh.(Dok. Antara)

MENTERI Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengungkapkan pemulihan jaringan telekomunikasi di Aceh masih menghadapi tantangan, terutama terkait pasokan listrik yang belum stabil di sejumlah wilayah terdampak bencana Sumatra. Pemerintah kini memfokuskan upaya pemulihan jaringan di Aceh, setelah kondisi di Sumatra Utara dan Sumatra Barat dinilai hampir sepenuhnya pulih.

Meutya menjelaskan, hingga 26 November lalu terdapat 3.735 base transceiver station (BTS) di Aceh yang terdampak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.283 BTS atau sekitar 87,89 persen telah berhasil di-recover secara teknis. Namun, tidak seluruh BTS yang telah diperbaiki itu dapat langsung beroperasi karena masih bergantung pada ketersediaan listrik atau genset.

"Total BTS yang belum pulih betul ada 452, belum diperbaiki atau jalurnya belum bisa ditembus itu ada 12%," ujar Meutya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/12).

Ia menambahkan, meski secara teknis hampir 88% BTS sudah siap, yang benar-benar beroperasi saat ini baru sekitar 2.194 BTS atau mendekati 50%. Kondisi itu menunjukkan masih besarnya pekerjaan rumah pemerintah dan operator telekomunikasi di Aceh.

Sejumlah daerah seperti Bener Meriah, Takengon, dan Aceh Tamiang disebut sebagai wilayah yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Pemerintah pun mendorong operator untuk memperbanyak pengiriman genset sebagai solusi sementara agar BTS yang telah di-recover dapat segera menyala.

"Kami juga sudah mendorong operator untuk mengirim lebih banyak lagi genset. Jadi solusi sementaranya adalah kita dorong untuk pengiriman genset lebih banyak lagi," kata Meutya.

Menurutnya, solusi ideal tetap bergantung pada pemulihan pasokan listrik yang stabil. Jika listrik telah normal, BTS yang sudah di-recover dapat langsung beroperasi. Ia berharap proses pemulihan konektivitas di Aceh dapat segera tuntas.

Terkait target pemulihan, Meutya menyebut pemerintah bersama operator terus menyatukan data dan mendorong percepatan di lapangan. Namun, ia mengatakan, capaian akhir tetap sangat bergantung pada faktor pendukung lain, terutama ketersediaan listrik di wilayah terdampak. (H-3)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya