Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kemenhut Ungkap Modus Perusakan Hutan

Atalaya Puspa
16/12/2025 21:30
Kemenhut Ungkap Modus Perusakan Hutan
Suasana bencana banjir dan tanah longsor di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka,Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Senin (8/12/2025)(Antara)

KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Ditjen Gakkumhut) memperkuat penyidikan terhadap sejumlah pemegang hak atas tanah (PHAT) di Sumatra Utara yang diduga terlibat tindak pidana kehutanan. Langkah ini dilakukan untuk mengungkap jaringan serta modus perusakan hutan yang berpotensi berkontribusi terhadap terjadinya banjir bandang dan tanah longsor.

Dirjen Gakkumhut, Dwi Januanto Nugroho menegaskan, pengembangan perkara ini menunjukkan komitmen Ditjen Gakkum dalam menegakkan hukum kehutanan secara menyeluruh. 

"Tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Ditjen Gakkum Kehutanan terus mengumpulkan alat bukti, keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan para ahli dan aparat penegak hukum lainnya, termasuk Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH), guna memperkuat berkas penyidikan," ungkap Dwi dalam keterangan resmi, kemarin.

Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Penanganan Pengaduan Kehutana Kemenhut, Yazid Nurhuda menjelaskan, bahwa penyidikan awal telah dilakukan terhadap satu subjek hukum PHAT berinisial JAM yang diduga melakukan pemanenan hasil hutan tanpa izin. Pengembangan penyidikan juga menjangkau dua PHAT lainnya berinisial M dan AR. Terduga AR terindikasi melakukan penebangan di luar areal PHAT-nya. Citra satelit menunjukkan aktivitas penebangan di hulu Sungai Batangtoru seluas sekitar 33,04 hektare. Yazid menambahkan, terduga AR juga disinyalir melakukan pencucian kayu (timber laundering). 

SURVEI DAMPAK BANJIR
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Task Force Supporting Penanggulangan Bencana melakukan survei dan pemetaan wilayah terdampak banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Kegiatan ini bertujuan menghasilkan data spasial yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan penanganan bencana, baik pada fase tanggap darurat maupun pemulihan pascabencana.

Periset BRIN, Firman Prawiradisastra mengatakan, timnya berjumlah enam orang dan dilengkapi dua unit drone dengan sensor LiDAR serta kamera beresolusi tinggi. “Survei difokuskan pada pemetaan dampak kerusakan akibat banjir, banjir bandang, dan longsor secara spasial,” ujar Firman, kemarin. (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik