Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKIPUN teknologi DNA telah menjadi standar global dalam forensik kehutanan, penerapannya di Indonesia hingga kini masih tergolong terbatas.
Menanggapi tantangan tersebut, IPB University mengambil peran strategis melalui konsorsium riset Indonesian-Based Wood Identification Program. Program ini fokus pada pengembangan teknologi identifikasi kayu berbasis DNA untuk memperkuat penegakan hukum di sektor kehutanan.
Dr. Fifi Gus Dwiyanti, Dosen Silvikultur IPB University sekaligus salah satu peneliti dalam konsorsium tersebut, mengungkapkan bahwa teknologi DNA memiliki peran krusial dalam menekan angka perdagangan kayu ilegal di tingkat internasional.
"Secara global, sekitar 80% forensik kehutanan, khususnya untuk *timber tracking* (penelusuran kayu), telah menggunakan pendekatan DNA. Namun di Indonesia, penerapannya masih relatif terbatas," ujar Fifi.
Menurut Fifi, teknologi identifikasi berbasis DNA mampu memberikan bukti ilmiah yang sangat akurat melalui tiga tingkat analisis.
Pertama, identifikasi pada level famili, genus, atau spesies. Kedua, penentuan asal-usul populasi kayu, dan ketiga, verifikasi kecocokan antara log kayu dengan tunggak (stump) asalnya di lapangan.
Dalam praktiknya, para peneliti menggunakan metode DNA barcoding untuk identifikasi spesies. Proses ini melibatkan ekstraksi DNA, polymerase chain reaction (PCR), hingga sequencing.
Data yang diperoleh kemudian dicocokkan dengan basis data global seperti National Center for Biotechnology Information (NCBI) atau DNA Data Bank of Japan (DDBJ).
"Melalui proses ini, spesies kayu yang sebelumnya tidak diketahui dapat diidentifikasi secara akurat berdasarkan kecocokan sekuens DNA," ulasnya.
Selain identifikasi jenis, teknologi ini juga menyasar penentuan asal-usul kayu melalui genetika populasi. Namun, Fifi mengakui adanya tantangan besar dalam membangun basis data yang komprehensif untuk hutan Indonesia.
"Peneliti harus mengembangkan database dari seluruh populasi alami setiap spesies kayu, yang jumlahnya bisa mencapai ratusan spesies komersial. Data ini menjadi kunci untuk membuktikan klaim asal-usul kayu yang tercantum dalam dokumen resmi," jelasnya.
Untuk pencocokan spesifik antara batang kayu dengan tunggulnya, digunakan metode DNA profiling atau DNA fingerprinting. Metode ini mengandalkan ukuran fragmen DNA dari berbagai lokus untuk memastikan bahwa sebuah log memang berasal dari pohon tertentu.
Keberhasilan metode ini sangat bergantung pada beberapa faktor kunci, mulai dari keragaman genetik, penggunaan penanda DNA yang diskriminatif, hingga kualitas ekstraksi DNA itu sendiri. Saat ini, IPB University bersama konsorsium terus bekerja keras menyusun pilar ilmiah yang kuat.
"IPB University bersama konsorsium terus mengembangkan database sequence, protokol ekstraksi DNA, hingga genom kloroplas berbagai spesies kayu tropis Indonesia sebagai pilar ilmiah identifikasi kayu berbasis DNA," tutup Fifi. (Z-1)
Tumpukan gelondongan kayu terlihat di permukiman Tabiang Bandang Gadang, Nanggalo, Padang, Sumatra Barat.
Kayu-kayu besar yang ditemukan pascabencana merupakan konsekuensi dari rusaknya lapisan-lapisan vegetasi akibat aktivitas manusia.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup atau KLH akan panggil perusahaan yang diduga berkontribusi terhadap gelondongan kayu di Batang Toru awal pekan depan terkait banjir Sumatra
Menurut Prof Dodik, kayu-kayu besar dan kecil yang tampak berserakan di lokasi bencana tidak berasal dari satu penyebab tunggal.
Bareskrim Polri menyelidiki asal muasal material kayu gelondongan yang terbawa arus saat banjir bandang dan longsor di Sumatra Utara (Sumut) dan Sumatra Barat (Sumbar).
DM ditangkap saat tengah mengolah kayu menggunakan mesin chainsaw di Resort Air Sawan, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, pada 21 Januari 2026.
SERUAN penetapan banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menjadi bencana nasional masih terus digelorakan.
Citra satelit menunjukkan aktivitas penebangan di hulu Sungai Batangtoru seluas sekitar 33,04 hektare.
HARI Guru Nasional tahun ini tidak benar-benar berakhir pada seremoni dan ucapan terima kasih.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved