Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MANAJER Kebijakan Lingkungan Hidup Yayasan KEHATI, Muhamad Burhanudin menegaskan banyaknya kayu yang hanyut dalam jumlah besar saat banjir bandang di Sumatra amat mungkin terkait aktivitas pembalakan liar atau degradasi hutan.
"Secara ekologis dan forensik bencana, jawabannya sangat mungkin ya (ada pembalakan liar)," kata Burhanudin saat dihubungi, Minggu (30/11).
Ia menyebut masalah ini memunculkan persoalan serius terkait kerusakan hutan dan daerah aliran sungai (DAS). Salah satu temuan paling menonjol ialah banyaknya kayu gelondongan yang hanyut bersama arus banjir, yang dinilai menjadi indikator kuat adanya aktivitas penebangan di kawasan hulu.
Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga pola utama yang selalu muncul dalam banjir bandang di Sumatra dan berkaitan dengan kemunculan material kayu dalam jumlah besar.
Pola pertama yakni keberadaan tumpukan kayu sisa pembalakan liar maupun eksploitasi legal yang tidak sesuai prosedur.
Burhanudin menyebut praktik ini sering meninggalkan pangkal batang besar dan limbah tebangan di kawasan hutan. Dalam sejumlah lokasi HPH, HTI, serta perkebunan, pembukaan jalan dan aktivitas penebangan tidak disertai debris management yang memadai, sehingga kayu sisa menjadi material yang mudah hanyut ketika debit air meningkat.
Pola kedua ialah ditemukannya kayu dengan ciri potongan baru. Burhanudin mengungkapkan bahwa dalam beberapa kejadian di Aceh Timur, Mandailing Natal, dan Tapanuli Selatan, kayu-kayu yang terbawa arus memiliki pola penebangan yang sangat jelas.
"Kayu-kayu itu berdiameter besar, masih fresh atau basah, potongannya rapi, dan terdapat bekas gergaji mesin. Ini bukan pohon tumbang alami," ujarnya.
Menurutnya, ciri-ciri tersebut tidak mungkin berasal dari runtuhan alami, melainkan aktivitas penebangan di dalam atau sekitar DAS.
Sementara, pola ketiga yakni kondisi DAS rusak yang mempercepat lepasnya kayu dan material besar dari kawasan hulu. Ketika tutupan hutan menurun, lantai hutan tidak lagi mampu menahan limpasan air. Akibatnya, banjir membawa balok, akar, hingga batang pohon dalam jumlah besar.
"Ini adalah tanda klasik deforestasi hulu plus penebangan tidak terkendali," ucapnya.
Meski begitu, Burhanudin mengingatkan bahwa tidak seluruh kayu yang hanyut otomatis berasal dari pembalakan liar. Beberapa kemungkinan lain dapat terjadi, seperti limbah kayu dari aktivitas legal (misalnya penebangan HPH atau perkebunan) yang tidak dikelola, sisa penebangan proyek infrastruktur di sekitar hulu sungai, dan material dari pohon tumbang alami.
"Ini harus dicermati, jika jumlah kayu yang hanyut besar dan bentuknya berupa potongan rapi, maka probabilitas illegal logging atau illegal clearance meningkat tajam," tuturnya. (H-4)
Di hadapan para pengungsi, Presiden Prabowo berjanji kebutuhan mendasar para pengungsi di tenda-tenda pengungsian seperti listrik dan air segera dicukupi oleh pemerintah.
Ketua MPR menilai berdasarkan foto atau video yang beredar, besar kemungkinan ada dampak dari kerusakan terhadap lingkungan yang memperparah bencana.
Anggota Komisi XII DPR RI Meitri Citra Wardani menyebut bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat jadi momentum untuk pemerintah melakukan taubat ekologis.
Satgas PKH akan memastikan faktor alam dan mana yang diduga akibat campur tangan manusia terkait adanya kerusakan hutan
PRESIDEN Prabowo Subianto hingga kini belum menetapkan status bencana nasional untuk banjir bandang di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Tumpukan gelondongan kayu terlihat di permukiman Tabiang Bandang Gadang, Nanggalo, Padang, Sumatra Barat.
Kayu-kayu besar yang ditemukan pascabencana merupakan konsekuensi dari rusaknya lapisan-lapisan vegetasi akibat aktivitas manusia.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup atau KLH akan panggil perusahaan yang diduga berkontribusi terhadap gelondongan kayu di Batang Toru awal pekan depan terkait banjir Sumatra
Menurut Prof Dodik, kayu-kayu besar dan kecil yang tampak berserakan di lokasi bencana tidak berasal dari satu penyebab tunggal.
Bareskrim Polri menyelidiki asal muasal material kayu gelondongan yang terbawa arus saat banjir bandang dan longsor di Sumatra Utara (Sumut) dan Sumatra Barat (Sumbar).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved