Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno melepas pendistribusian bantuan kemanusiaan untuk korban banjir bandang di Sumatra di tiga provinsi Aceh, Sumatra Utara dan Barat pada Minggu (30/11).
Kegiatan yang dilaksanakan di Markas Komando Lintas Laut Militer, Jakarta Utara, itu berjalan lancar.
Rano menyampaikan duka cita mendalam dan keprihatinan atas bencana yang menimpa saudara-saudara di Sumatra dan Aceh. Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga terdampak.
Rano mengungkapkan, pihaknya siap mengirimkan bantuan jika dibutuhkan kembali. Bang Doel, sapaan akrabnya, bencana tersebut lebih berat dibandingkan pedosalan Jakarta saat ini.
"Artinya, Jakarta siap apabila memang dibutuhkan bantuan selanjutnya. Karena pascabencana ini jauh lebih berat daripada apa yang akan kita hadapi sekarang," ujarnya di Jakarta Utara, Minggu (30/11).
Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan pokok seperti sembako, paket sandang, perlengkapan keluarga, tandon air bersih, selimut, kasur lipat, bantal, air mineral, serta kebutuhan dasar lainnya.
“Bantuan ini merupakan wujud gotong royong dan rasa kemanusiaan warga Jakarta. Kami berharap dukungan yang dikirimkan hari ini dapat meringankan beban masyarakat serta mempercepat pemulihan di wilayah yang terdampak," tuturnya.
Ia menjelaskan, kolaborasi lintas lembaga adalah kunci dalam mempercepat penyaluran bantuan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dengan cepat dan tepat.
"Solidaritas seperti ini menunjukkan kekuatan kita sebagai bangsa. Ketika pemerintah, lembaga, TNI, dan masyarakat bergerak bersama, kita dapat menghadirkan pertolongan lebih cepat dan tepat,” imbuhnya.
Sementara, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali menambahkan, proses pengiriman bantuan kemanusiaan dikirimkan menggunakan tiga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dari Jakarta menuju Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Ketiga kapal tersebut adalah KRI Dr. Soeharso, KRI Semarang dan KRI Teluk Gilimanuk. Selain itu, sejumlah tenaga kesehatan juga dikerahkan untuk memberikan pelayanan dan pertolongan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
“Bantuan logistik, bahan kontak, serta perlengkapan pendukung seperti alat berat dan perahu karet akan dikirimkan ke wilayah terdampak. Nantinya, kapal-kapal ini akan berpencar menuju beberapa titik, termasuk Lhokseumawe, Nias, Sibolga, dan Langsa,” tegas Ali.
BPBD DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi antarinstansi dan mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.
Penyaluran bantuan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai lembaga pemerintah, BUMD, sektor swasta, dan masyarakat.
Berikut rincian bantuan kemanusiaan yang disalurkan:
1. BPBD DKI Jakarta
• Kidsware: 1.000 paket
• Family Kit: 1.000 paket
• Paket Sandang: 1.000 paket
• Air Mineral: 1.000 dus
• Selimut: 1.000 lembar
• Kasur Lipat: 1.000 unit
• Bantal: 1.000 unit
2. BNPB
• KDO Mobil Water Treatment: 2 unit
3. PT Trias
• Susu UHT Ultra Milk: 20 dus
• Shampo Zinc: 6 dus
• Sabun: 5 dus
• Susu SGM: 6 dus
• Mi/Pop Mie: 54 dus
• Energen: 12 dus
• Snack: 27 dus
• Pembalut: 5 dus
• Popok/Pampers: 10 dus
4. Bantuan Warga (Bapak Ahuat)
• Mi instan: 100 dus
• Air Mineral: 100 dus
5. MRT Jakarta
• Beras: 1.000 kg
• Gula: 200 pcs
• Tepung: 200 kg
• Minyak goreng: 200 pcs
6. Inorateks
• Selimut: 50 lembar
• Jaket: 768 buah
7. JakPro
• Beras: 155 bal
• Gula: 4 bal
• Tepung: 5 bal
8. JIEP
• Beras: 40 bal
• Gula: 10 bal
9. Sarana Jaya
• Beras: 30 bal
• Gula: 10 bal
• Tepung: 4 bal + 15 pcs
10. Food Station
• Beras: 40 bal
11. PT Tourisindo
• Minyak goreng: 240 pcs
• Beras: 40 bal
• Gula: 10 bal
12. Cemani Toka
• Beras: 24 bal
13. PAM Jaya
• Toren air: 20 unit
• Sensor air otomatis: 20 unit
14. Keluarga Roestandi
• Beras ukuran 2,5 kg: 20 karung
• Sarden: 24 pcs
• Mi instan: 12 dus
• Baju layak pakai: 2 dus
• Pembalut: 8 pcs
• Popok/pampers: 7 pcs
• Susu bayi: 7 pcs
• Sabun cair: 1 karton
• Antangin: 48 pcs
• Minyak telon: 12 pcs
• Minyak kayu putih: 12 pcs
• Balsem: 6 pcs
15. Taman Impian Jaya Ancol
• Sarung: 500 pcs
• Selimut: 500 pcs
16. Bank Jakarta
• Beras 5 kg: 403 pcs
• Gula pasir 1 kg: 571 pcs
• Minyak goreng 1 liter: 487 pcs
17. Transjakarta
• Beras 5 kg: 403 pcs
• Gula Pasir 1 kg: 571 pcs
• Minyak goreng 1 liter: 487 pcs
18. PalJaya
• Beras 5 kg: 200 pcs
• Minyak goreng 1 liter: 300 pcs
• Gula pasir 1 kg: 200 pcs
19. Jamkrida
• Beras 5 kg: 135 pcs
• Minyak goreng 1 liter: 365 pcs
• Gula pasir 1 kg: 428 pcs
20. Darma Jaya
• Beras 5 kg: 403 pcs
• Minyak goreng 1 liter: 487 pcs
• Gula pasir 1 kg: 571 pcs
21. Pasar Jaya
• Beras 5 kg: 403 pcs
• Minyak goreng 1 liter: 487 pcs
• Gula pasir 1 kg: 571 pcs
(H-4)
Kemenhut menegaskan bahwa batang kayu yang terseret saat banjir bandang di Sumatra berasal dari beragam sumber, mulai dari pohon lapuk, pohon tumbang, hingga ilegal logging
Kementerian Pekerjaan Umum atau Kementerian PU bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) segera menangani tiga ruas tol yang terdampak cuaca ekstrem dan banjir di Sumatra
Menhut Raja Juli Antoni mengatakan banjir di Sumatra jadi momentum mengevaluasi, instropeksi terhadap pengelolaan hutan dan lingkungan hidup
Di hadapan para pengungsi, Presiden Prabowo berjanji kebutuhan mendasar para pengungsi di tenda-tenda pengungsian seperti listrik dan air segera dicukupi oleh pemerintah.
Ketua MPR menilai berdasarkan foto atau video yang beredar, besar kemungkinan ada dampak dari kerusakan terhadap lingkungan yang memperparah bencana.
Anggota Komisi XII DPR RI Meitri Citra Wardani menyebut bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat jadi momentum untuk pemerintah melakukan taubat ekologis.
Satgas PKH akan memastikan faktor alam dan mana yang diduga akibat campur tangan manusia terkait adanya kerusakan hutan
PRESIDEN Prabowo Subianto hingga kini belum menetapkan status bencana nasional untuk banjir bandang di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Manajer Kehati menduga banyaknya kayu yang hanyut dalam jumlah besar saat banjir bandang di Sumatra amat mungkin terkait aktivitas pembalakan liar atau degradasi hutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved