Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Ini Alasan Pemerintah tak Tetapkan Status Darurat Nasional Banjir Bandang di Sumatra 

M Ilham Ramadhan Avisena
30/11/2025 14:06
Ini Alasan Pemerintah tak Tetapkan Status Darurat Nasional Banjir Bandang di Sumatra 
Satu Orang Meninggal, Satu Orang Dalam Pencarian Imbas Banjir Bandang di Limapuluh Kota(Yose Hendra/MI)

PEMERINTAH menegaskan penetapan status darurat nasional tampaknya belum diperlukan untuk bencana banjir bandang di Sumatra. Alasannya penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat itu sudah berlangsung secara total.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan sekaligus Koordinator Penanganan Bencana di Sumatra, Pratikno, saat dihubungi dan menyampaikan perkembangan situasi wilayah bencana dari Pandan, Sibolga, Sumatra Utara, Minggu (30/11).

Pratikno menjelaskan bahwa seluruh kekuatan negara telah diterjunkan sesuai instruksi Presiden. "Atas perintah Bapak Presiden, kekuatan nasional telah dan terus dikerahkan total untuk penanganan tanggap darurat bencana di 3 provinsi," ujarnya. 

Ia menambahkan, kementerian/lembaga, TNI-Polri, serta BUMN telah bekerja di bawah koordinasi BNPB, sambil memulai persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Saat ditanya alasan status darurat nasional belum diberlakukan, Pratikno menegaskan, langkah tanggap darurat sudah berjalan efektif di lapangan. Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah sudah menetapkan status tanggap darurat dan pemerintah pusat langsung memperkuat seluruh operasinya.

Dari lokasi, Pratikno menjelaskan, tantangan terbesar saat ini adalah akses darat yang terputus. "Karena banyak jalur darat terputus, maka pengiriman bantuan logistik untuk warga dikirim dari luar kota ke lokasi via udara dan laut, kemudian didistribusikan via darat dan laut," kata dia. 

Ia menyebutkan beberapa jalur distribusi yang digunakan ialah bantuan udara masuk melalui Bandara Silangit, sementara bantuan laut melalui Pelabuhan Sibolga. Dari titik-titik itu, bantuan diteruskan menggunakan kendaraan darat dan helikopter untuk menjangkau wilayah yang masih terisolasi.

Pratikno juga memastikan perbaikan layanan dasar terus dilakukan. Dia memastikan kebutuhan utama warga menjadi prioritas pemerintah di tengah operasi kemanusiaan yang masih berlangsung. "Listrik sedang diperbaiki, BBM dipenuhi," ujarnya. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya