Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MULAI berfungsinya kembali beberapa rumah sakit di lokasi bencana Sumatra, yakni tanah longsor dan bencana banjir di Sumatra Barat, Sumatra Utara dan Aceh merupakan kabar baik. Namun, peningkatan jumlah pasien akan meningkat hingga 210 hari ke depan.
Dokter Spesialis Paru dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof Tjandra Yoga Aditama, mengtipu artikel ilmiah jurnal kesehatan internasional Nature berjudul Hospitalization risks associated with floods in a multi-country study menunjukkan bahwa peningkatan kasus yang harus dilayani di rumah sakit terjadi cukup lama, sampai 210 hari sesudah bencana banjir terjadi.
"Lamanya dampak ke pelayanan rumah sakit pascabencana banjir besar akan berhubungan dengan sumber daya yang harus disediakan di rumah sakit daerah bencana, baik sumber daya manusia, sarana dan prasarana dan tentunya dukungan finansial," kata Tjandra dalam keterangannya, Minggu (13/12).
Kebutuhan lainnya yakni sistem pelayanan kesehatan rumah sakit juga perlu ditata dengan baik sejak sekarang untuk menghadapi hari-hari panjang ke depan. Lalu, rumah sakit tidak hanya akan menangani penyakit yang berhubungan dengan banjir tetapi juga menangani penyakit-penyakit lain yang memang biasa terjadi di masyarakat sehari-hari atau bisa dibilang sebagai beban ganda.
"Temuan artikel ilmiah ini adalah 10 jenis penyakit yang biasa dihadapi pasca banjir ini, yaitu penyakit kardiovaskular, penyakit paru dan pernapasan, penyakit infeksi, penyakit saluran cerna, gangguan mental, diabetes, cedera, kanker, gangguan sistem syaraf dan penyakit ginjal," ujar dia.
Sementara itu, ada enam faktor yang berhubungan dengan pelayanan rumah sakit pasca banjir besar, yaitu keadaan cuaca yang terjadi, derajat beratnya banjir yang ada, pola umur para korban banjir, kepadatan penduduk di daerah bencana dan juga status sosio-ekonomik masyarakat setempat.
"Keenam faktor ini perlu kita masukkan dalam bahan kajian sejak sekarang untuk dapat menjamin resiliensi (ketahanan) pelayanan kesehatan di rumah sakit di hari-hari dan bulan-bulan kedepan ini. Suatu masa yang sulit, yang akan jauh lebih mudah ditanggulangi kalau ditangani dengan seksama sejak awal sekarang ini," ucapnya.
Ia juga menceritakan pengalaman pribadi ketika terlibat langsung di lapangan pascabencana tsunami Aceh tahun 2004, maka pada dasarnya adalah manajemen SDM dan juga manajemen logistik kesehatan yang perlu diatur secara rapih.
Tim manajemen krisis kesehatan di lapangan yang menangani pengaturannya di lokasi mengatur berbagai sumber daya yang pasti sudah ada di lapangan dari berbagai sumber.
"Waktu Tsunami Aceh bahkan pengaturan dilakukan terhadap sumber daya dari dalam dan luar negeri pula, saya ingat antara lain ada beberapa team kesehatan negara sahabat yang bersama-sama bekerja di RS Zainoel Abidin Banda Aceh sesudah TNI berhasil membersihkan lumpur lebih dari 1 meter di seluruh kawasan rumah sakit," pungkasnya.
(H-3)
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan masih ada siswa korban bencana banjir Aceh yang belajar di tenda pengungsian.
BENCANA banjir dan 18 titik longsor melanda Kabupaten Jepara, sebanyak 1.445 keluarga ( 3.522 jiwa) warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara terisolasi akibat terputusnya akses jalan.
mitigasi bencana tidak dapat hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh perubahan perilaku serta penguatan kesiapan mental masyarakat
Selain kebutuhan primer, salah satu yang juga dibutuhkan warga Aceh Tamiang adalah bantuan untuk memperbaiki kendaraan yang rusak akibat banjir.
Keterlibatan sekolah dan orang tua jadi elemen penting dalam membangun pemahaman anak terhadap kesehatan dan lingkungan medis secara positif.
Jasa Raharja telah mengoptimalkan sistem monitoring dan respons cepat yang terintegrasi secara daring dengan lebih dari 2.770 rumah sakit di seluruh Indonesia.
Fokus kolaborasi ini adalah menggalakkan program pencegahan stunting bagi warga masyarakat di sekitar Pondok Gede, Kota Bekasi.
Integrasi fasilitas dan layanan ini dirancang untuk menghadirkan alur perawatan kanker yang lebih komprehensif dan efisien.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mempercepat pembersihan, perbaikan, dan pemulihan layanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang terdampak bencana Sumatra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved