Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Pemerhati Pendidikan Nilai Reformasi Sistem Pendidikan Indonesia Harus Berdampak Positif Masyarakat

Despian Nurhidayat
06/12/2025 20:53
Pemerhati Pendidikan Nilai Reformasi Sistem Pendidikan Indonesia Harus Berdampak Positif Masyarakat
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PEMBENTUKAN karakter anak dalam sistem pendidikan di Indonesia dari masa ke masa sangat penting, walaupun berbeda sistem penerapannya pendidikan tetap memiliki kesamaan tujuan.

Di masa kemerdekaan, Pendidikan Nasional yang dicanangkan bertujuan membangun identitas dan persatuan bangsa, Periode selanjutnya dengan percepatan akses pendidikan melalui INPRES, Kemudian di zaman Orde Baru program Wajib belajar 6 Tahun yang digaungkan luar biasa luas.

Menurut Pakar dan Pemerhati Pendidikan Indonesia sekaligus CEO Jurusanku, Ina Liem, pendidikan sebenarnya adalah ranah semua pihak, maka akar masalah di pendidikan Indonesia harus diselesaikan dengan baik. Sebab, dampak pendidikan berpengaruh pada kehidupan.

“Korupsi gak selesai-selesai orang sibuk masalah di hukuman aja, tindakan hukuman itu penting tapi korupsi itu berangkatnya dari mental karakter, sedangkan pendidikan karakter.  Sangat penting kalau sekolah dasar sampai SMA menjadi pendidikan karakter itu penting, makanya saya sangat concern, karena itu menyangkut diri kita semua” ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Sabtu (6/12). 

Selain itu, ia mengaku sangat concern mengenai pendidikan di Indonesia.

“Ketika Ujian Nasional mulai diperkenalkan, di zaman itu menjadi top down-nya standarisasi, top down buku-buku juga semua sama, sampai Senam kesegaran jasmaninya Juga sama,” tutur Ina Liem menceritakan.

Saat Bantuan Operasional Sekolah atau BOS mulai diperkenalkan ke daerah-daerah, kata dia tapi dari situ muncul mulai gap karena kan tidak semua kepala daerah kualitasnya sama, dana BOS kalau dikorupsinya besar, otomatis perkembangan pendidikan di daerah itu cenderung melambat.

Bukan itu saja, Ina Liem mengakatan, tahun 2016 ujian nasional dihapuskan, konsepnya luar biasa, karena sudah melihat ini sudah tidak standar karena otonomi daerah tadi sehingga tidak relevan lagi, kemudian ujian nasional benar-benar dihapus pada eranya Nadiem tahun 2019 kebetulan momentnya pandemi jadi pas banget.

Di era modern saat ini , lanjut Ina Liem memang bisa dimerdekakan, dalam arti guru perlu mengupgrade ilmu,  dengan adanya teknologi kemudian Nadim juga membuat platform merdeka mengajar dimana itu gratis,  guru bisa saling sharing berbagi praktik baik yang sudah dilaksanakan di daerahnya secara gratis di share.

“Guru sangat antusias, semangat melihat sesuatu yang baru, makanya ya 2019 itu saya katakan itu bener-bener era reformasi, transformasi besar-besaran dengan adanya teknologi tapi memang bukan satu-satunya pelatihan guru paling efektif hanya online,” ungkapnya.

Bukan itu saja, kata dia saat Pandemi Covid 19 anak-anak sekolah atau kuliah sempat bingung karena mereka tidak bisa kesekolah atau ke kampus hingga 2 tahun lamanya, jadi kalau tidak ada teknologi tidak ada fasilitas laptop dan lain-lain akan menyulitkan mereka.

“Digitalisasi di jaman itu memang sebuah keniscahayaan yang harus dilakukan dengan teknologi, Chromebook itu memang minim supaya dapat menghemat anggaran negara yang luar biasa, tapi kemudian kebutuhan untuk sekolah sudah terjawab," ujarnya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Ina Liem dalam Posting IG-nya menyoroti mundurnya Sistem Pendidikan Indonesia, Menurutnya  kemajuan yang ada meskipun belum sempurna, selalu ada ruang untuk pengembangan sistem. Termasuk guru-guru yang tadinya  biasa- biasa saja, sekarang bisa melihat secercah harapan, mereka menjadi semangat mengembangkan diri saat bisa berbagi ilmu di platform merdeka mengajar, karena semua bisa saling sharing ilmu.

“Kebijakan di era modern saat ini tidak sekedar punya ide, disosialisasikan secara profesional kenapa ini masalahnya apa sehingga kita membuat kebijakannya ini kemudian targetnya nanti apa implementasinya? Nah itu runut semua di setiap programnya,” tuturnya.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya