Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Komdigi: Peningkatan Kompetensi Jurnalis Krusial di Tengah Gempuran AI

Putri Rosmalia Octaviyani
06/12/2025 13:42
Komdigi: Peningkatan Kompetensi Jurnalis Krusial di Tengah Gempuran AI
Uji Kompetensi Jurnalis di Dewan Pers.(Dok. Komdigi/IJTI)

WAKIL Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo, mengatakan, peningkatan kompetensi jurnalis menjadi hal krusial di tengah gempuran teknologi kecerdasan artifisial (AI). Hal itu ia ungkapkan dalam Uji Kompetensi Jurnalistik (UKJ) untuk jurnalis tingkatan muda di Hall Dewan Pers pada 5–6 Desember 2025. Kegiatan itu diikuti oleh 21 peserta dari berbagai media televisi nasional.

"Media telah menjadi suluh informasi bagi masyarakat dan mitra pemerintah dalam menyampaikan pesan pembangunan. Tanpa peran aktif media, berbagai kebijakan tidak akan tersampaikan secara efektif kepada publik," ujar Angga. 

Ketua Umum IJTI Pusat, Herik Kurniawan menyebut UKJ digelar sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas jurnalis, sekaligus memperkuat profesionalisme di tengah tantangan industri media yang kian kompleks.

Ia juga menyoroti perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan pengaruhnya terhadap ekosistem informasi, di mana menurutnya, di era banjir informasi dan teknologi generatif, peran jurnalis profesional justru semakin vital.

"Saat ini peran para jurnalis semakin penting. Mengapa? Karena tinggal para jurnalis lah yang kemudian bisa menjamin informasi yang faktual kepada masyarakat. Karena kenapa? Kalau AI itu kan kita gak tahu itu benar apa enggak," ungkapnya, dalam keterangannya, Sabtu, (6/12).

Herik menegaskan bahwa ada pertarungan besar antara jurnalis profesional dan penyalahgunaan AI untuk kepentingan yang tidak baik. Karena itu, sertifikasi kompetensi diperlukan untuk memastikan bahwa jurnalis yang teruji memiliki tanggung jawab moral dalam menjalankan profesinya.

"Sangat penting kenapa orang untuk kemudian diuji. Karena orang-orang yang sudah teruji ini mereka punya tanggung jawab yang besar untuk menjalankan tanggung jawabnya sebagai orang yang sudah dinyatakan kompeten," ungkapnya.

Selain untuk menghadapi disrupsi AI, sertifikasi jurnalis juga dinilai penting sebagai filter di tengah maraknya banjir informasi di media sosial. Ia menjelaskan bahwa jurnalis memiliki peran memberikan gambaran utuh kepada masyarakat, khususnya dalam peristiwa penting seperti bencana.

Lebih jauh Herik berharap UKJ yang digelar IJTI bisa  menjadi dorongan penting bagi generasi jurnalis muda untuk memperkuat profesionalisme dan menjaga integritas informasi di era disrupsi digital. Menurutnya, persaingan di dunia media kian ketat sehingga jurnalis dituntut memiliki kemampuan yang semakin beragam. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik