Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah derasnya arus informasi pada era digital, banyak orang kini mengalami fenomena yang disebut popcorn brain. Istilah ini menggambarkan kondisi ketika pikiran terus bergerak cepat dari satu hal ke hal lain, seperti popcorn.
Penderitanya cenderung sulit bertahan pada satu aktivitas tanpa dorongan mendadak untuk membuka ponsel, mengecek pesan, atau mencari pembaruan di media sosial.
Meskipun tidak termasuk diagnosis resmi dalam dunia psikiatri, fenomena ini semakin sering dibahas dalam konteks kesehatan mental modern. Mengutip dari laman Mayo Clinic berikut fakta mengenai popcorn brain.
Fenomena popcorn brain berakar pada cara kerja otak manusia. Secara alami, otak membutuhkan penguatan sosial, seperti perhatian, apresiasi, atau interaksi.
Dari sini media sosial selalu menyuapi kebutuhan otak tersebut, biasanya dengan like, komentar, ataupun notifikasi yang kita dapat melalui platform yang kita gunakan.
Dengan bantuan algoritma, platform digital membuat setiap konten terasa relevan dan menarik bagi pengguna. Hal ini memicu pelepasan hormon seperti dopamin dan oksitosin yang menciptakan sensasi menyenangkan, sehingga pengguna terdorong untuk terus membuka dan mengecek layar.
Popcorn brain juga berkaitan dengan anggapan bahwa manusia mampu melakukan multitasking dengan baik. Sayangnya, riset menunjukkan bahwa setiap kali otak berpindah fokus dari satu aktivitas ke aktivitas lain terjadi proses yang menguras energi kognitif.
Perpindahan fokus yang berulang ini menyebabkan attention fatigue atau kelelahan perhatian. Dalam jangka panjang, kondisi ini membuat seseorang semakin sulit mempertahankan fokus, dan mudah terdistraksi oleh hal kecil, biasanya seperti notifikasi ponsel.
Walau perangkat digital berkontribusi pada munculnya popcorn brain, teknologi juga bisa menjadi bagian dari solusinya. Pengguna disarankan memanfaatkan fitur seperti mode fokus, mode jangan ganggu, serta batas waktu aplikasi yang tersedia di ponsel pintar. Fitur ini membantu membatasi notifikasi yang masuk serta mengurangi waktu konsumsi konten yang tidak perlu.
Dengan begitu, pengguna dapat mengendalikan kapan mereka siap menerima informasi, dan kapan mereka perlu berkonsentrasi penuh tanpa gangguan. Selain pengaturan teknologi, kesadaran diri juga diperlukan. Beberapa pakar menyarankan agar ponsel sesekali diletakkan di ruangan berbeda. Coba untuk melawan saat ada dorongan untuk membuka ponsel, lalu kembali pada tugas yang sedang dikerjakan. (Z-1)
Selama periode peluncuran, yakni 25 Februari hingga 2 Maret 2026, pembeli itel City 200 berkesempatan mendapatkan bonus BudsAir 5i secara gratis.
Keunggulan utama yang diusung OPPO A6t Pro 5G terletak pada kapasitas baterainya yang mencapai 7000 mAh.
Simak keunggulan kamera Xiaomi 17 Series dengan Strategic Co-creation Model Leica. Teknologi HDR terbaru dan sensor optik profesional untuk hasil foto autentik.
Filosofi relentless ini dituangkan ke dalam rancang bangun iQOO 15R yang ditujukan untuk memberikan kemampuan maksimal secara konsisten.
iQOO 15R mencatatkan sejarah sebagai smartphone pertama di Indonesia yang ditenagai oleh chipset terbaru Qualcomm Snapdragon 8 Gen 5.
Samsung meluncurkan Galaxy S26 Ultra dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan fitur Privacy Display pertama di dunia. Cek spesifikasi lengkap dan harganya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved