Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
GELOMBANG banjir besar yang menghantam Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat memperlihatkan sistem penanganan risiko bencana di Indonesia masih jauh dari memadai. Dalam hitungan jam, wilayah-wilayah permukiman berubah menjadi daerah darurat, memaksa ribuan warga mengungsi tanpa banyak pilihan.
Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Arie Sujito, menilai masyarakat di Sumatera sesungguhnya memiliki solidaritas sosial yang kuat dan pengalaman panjang menghadapi bencana. Namun, banyak kelompok tetap berada dalam situasi rentan akibat kondisi ekonomi dan lokasi tempat tinggal.
“Banyak warga dengan keterbatasan ekonomi yang tinggal di pinggiran sungai menjadi kelompok paling rentan,” jelasnya pada Rabu (3/12).
Menurutinya,ketimpangan sosial berperan besar dalam memperberat dampak bencana. Selain itu, minimnya akses terhadap layanan dasar dan perlindungan sosial membuat masyarakat berpenghasilan rendah menerima tekanan berlapis setiap kali bencana datang.
“Bencana seperti ini selalu membuat kelompok rentan secara ekonomi mengalami dampak paling berat,” tutur Arie.
Di sisi lain, solidaritas warga terus menjadi penopang paling awal ketika bantuan resmi belum tiba. Komunitas membuka ruang aman, menyiapkan dapur umum, serta membagikan logistik bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal.
Arie juga mengakui kekuatan solidaritas tersebut sebagai modal sosial penting, tetapi menegaskan bahwa negara tetap memegang peran kunci dalam bencana berskala besar.
“Solidaritas tumbuh kuat, tetapi skala bencana besar tetap membutuhkan peran negara dengan resource yang besar,” tegasnya.
Ia juga menilai pemerintah harus bergerak cepat memastikan evakuasi, kebutuhan dasar, hingga hunian sementara terpenuhi. Pemulihan sosial yang sering kali diabaikan menurutnya membutuhkan dukungan lintas sektor agar masyarakat tidak tenggelam dalam trauma berkepanjangan.
“Negara harus berperan besar memproteksi masyarakat mulai dari evakuasi hingga pemenuhan kebutuhan dasar,” kata Arie.
Lebih jauh, Arie menekankan bahwa krisis seperti ini semestinya menjadi titik balik untuk memperkuat koordinasi antarlembaga.
“Krisis seperti ini menuntut perpaduan kinerja pemerintah pusat, daerah, dan lintas sektor,” ujarnya. (H-2)
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
DPR minta pemerintah prioritaskan pencegahan dan mitigasi bencana untuk kurangi kerugian ekonomi yang terus berulang di Indonesia.
ADA dua artikel yang ditulis Phil O’Keefe, Ken Westgate, dan Ben Wisner dalam dua tahun berturut-turut: 1976 dan 1977.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti alih fungsi lahan dan menurunnya daya dukung lingkungan sebagai faktor utama yang memperparah dampak bencana alam.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Pasalnya sudah hampir tiga bulan usai bencana banjir dan tanah longsor terjadi di Sumatra, sekolah-sekolah di lokasi itu masih harus belajar berlantai terpal plastik di tenda darurat.
Adapun temanya adalah Integrasi Pendekatan One Health dalam Pemulihan Sosial, Pangan, dan Kesehatan Masyarakat Rentan Pascabencana Banjir di Aceh.
Selain pembersihan bangunan, personel juga melakukan normalisasi pada 42 hektare lahan terdampak agar dapat digunakan kembali oleh masyarakat.
KONDISI ekonomi korban banjir besar di Aceh benar-benar mengkhawatirkan.
Keputusan ini diambil lantaran delapan desa di Aceh Tengah masih terisolasi total akibat kerusakan infrastruktur yang parah pascabencana banjir dan tanah longsor.
Rapat konsolidasi membahas klaster infrastruktur, mencakup jalan, jembatan permanen, jembatan bailey, serta infrastruktur sungai seperti irigasi, daerah aliran sungai hingga sumur bor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved