Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pemerintah Siaga Cuaca Ekstrem Nasional

M Ilham Ramadhan Avisena
03/12/2025 16:10
Pemerintah Siaga Cuaca Ekstrem Nasional
Awan mendung di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.(ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

PEMERINTAH meningkatkan kesiapsiagaan nasional menghadapi potensi hujan lebat hingga sangat lebat di berbagai wilayah hingga akhir tahun, sambil memastikan distribusi bantuan dan pemulihan layanan publik di daerah bencana tetap berjalan. 

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan sekaligus Koordinator Penanganan Bencana di Sumatra Pratikno menyatakan pemerintah telah mewaspadai peringatan BMKG mengenai cuaca ekstrem.

"BMKG sudah menyampaikan ada potensi hujan lebat, bahkan sangat lebat sampai akhir tahun ini, termasuk di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Jawa, Kalimantan, Maluku, dan Papua. Dan ini kami telah mewaspadai dan mempersiapkan sedini mungkin untuk mengurangi risiko semaksimal mungkin," ujarnya dalam konferensi pers di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (3/12). 

Untuk mengantisipasi dampak lanjutan, pemerintah memastikan pasokan layanan dasar tetap berjalan. Lebih dari 500 ribu ton bantuan dikirim ke wilayah terdampak, termasuk daerah yang terisolasi akibat akses jalan terputus. Bantuan mencakup sembako, makanan siap saji, obat-obatan, tenda, selimut, dan berbagai dukungan langsung lainnya.

Struktur komando, kata Pratikno, juga diperkuat mulai dari posko provinsi hingga kabupaten. Pos pendamping nasional dari BNPB, TNI, Polri, serta kementerian terkait sudah ditempatkan untuk memastikan alur logistik tidak tersendat.

Dia juga menyampaikan, pemerintah menggunakan seluruh moda transportasi untuk evakuasi dan distribusi bantuan. "Pesawat angkut A400 telah diterjunkan untuk mobilisasi logistik berskala besar. Lebih dari 50 helikopter dari TNI, Polri, dan BNPB juga digunakan untuk menjangkau wilayah terisolir," terangnya. 

Selain itu, bantuan airdrop sudah dilakukan di Aceh Tamiang dan Langsa menggunakan CN295, A2904, dan C130J Super Hercules. Jalur laut diperkuat melalui kapal angkut TNI, sementara posko kesehatan, posko logistik, dapur lapangan, dan dapur SPPG didirikan di titik-titik yang dinilai kritis.

Di sektor layanan publik, imbuh Pratikno, BUMN bergerak masif. Pemulihan listrik dipercepat dengan target penyelesaian tower bertegangan tinggi pada 5 Desember 2025. PLN memangkas waktu perbaikan dari 5-6 hari menjadi 2-3 hari agar jalur Arun-Bieruen dan Tarutung-Sibolga segera menyala.

Layanan telekomunikasi didorong melalui pengerahan 2.498 personel Telkom, sementara Pertamina terus menyiapkan jalur darat untuk penyaluran BBM. Pemerintah menilai pemulihan akses jalan dan logistik menjadi faktor penentu kecepatan penanganan.

Lebih lanjut, Pratikno menuturkan, yahap pemulihan jangka menengah-panjang mulai dirancang. BNPB tetap menjadi lead agency dalam fase tanggap darurat. "Fase rehab-rekon telah mulai dipersiapkan. Targetnya dalam 100 hari dan timeline 1 tahun disiapkan agar publik dapat mengawasi capaian secara terukur," kata dia. 

Ia menegaskan, fokus pemerintah bukan hanya membagikan bantuan cepat, tetapi memastikan pemulihan kehidupan warga. Pemerintah turut mengapresiasi partisipasi warga di seluruh Tanah Air yang membantu korban bencana. (Mir/M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik