Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

DPR Minta Pemerintah Bentuk Tim Investigasi Telusuri Misteri Kayu Gelondongan Banjir Sumatra

Despian Nurhidayat
02/12/2025 11:36
DPR Minta Pemerintah Bentuk Tim Investigasi Telusuri Misteri Kayu Gelondongan Banjir Sumatra
Banjir bandang menerjang Sumatra(Dok.MI)

WAKIL Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman meminta pemerintah untuk membentuk tim investigasi khusus untuk mengusut banyaknya kayu gelondongan saat banjir Sumatra yang melanda tiga provinsi yaitu Sumatra Barat (Sumbar), Sumatra Utara (Sumut), dan Aceh. 

"Ya saya rasa itu perlu ya (tim investigasi khusus), tapi menurut saya kita selesaikan dulu masa tanggap darurat ini," ungkapnya kemarin. 

Alex mendorong semua pihak untuk fokus membantu masyarakat terdampak. 

Setelahnya, barulah pemerintah diminta untuk melakukan pendalaman dan antisipasi agar hal serupa tak terulang lagi. 

"Saya berharap di masa ini kita justru fokus untuk membantu masyarakat yang terdampak gitulah. Hal-hal yang lainnya tentu akan butuh pendalaman ya sehingga persoalannya tidak terjadi berulang lagi," tutur dia. 

Sementara itu, Gakkumhut Kementerian Kehutanan atau Kemenhut menegaskan bahwa batang kayu yang terseret saat banjir di Sumatra berasal dari beragam sumber, mulai dari pohon lapuk, pohon tumbang, material bawaan sungai, area bekas penebangan legal, hingga aktivitas yang melanggar hukum termasuk penyalahgunaan Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT), dan illegal logging. 

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho menegaskan akan menelusuri setiap indikasi pelanggaran dan memproses bukti kejahatan kehutanan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

Ia tak menampik di antara gelondongan kayu-kayu tersebut ada yang berasal dari pembalakan liar dan tak menafikan fakta itu.

"Melainkan untuk memperjelas sumber-sumber kayu yang sedang kami telusuri dan memastikan setiap unsur illegal logging tetap diproses sesuai ketentuan," kata Dwi Januanto, Minggu (30/11). (Iam/H-4)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya