Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

IAC Luncurkan Kampanye #TenangAdaGue untuk Lawan Stigma HIV/AIDS

Ficky Ramadhan
30/11/2025 19:28
IAC Luncurkan Kampanye #TenangAdaGue untuk Lawan Stigma HIV/AIDS
Ilustrasi(MI/FICKY RAMADHAN)

DALAM rangka menyambut Hari AIDS Sedunia 2025, Indonesia AIDS Coalition (IAC) meluncurkan kampanye nasional bertajuk "Tak Pernah Sendiri" dengan hashtag #TenangAdaGue.

Kampanye ini mengusung semangat keterlibatan publik untuk menghapus stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA), sekaligus mengajak masyarakat luas menjadi bagian dari gerakan dukungan sosial yang lebih inklusif.

Program Manager IAC, Patric J. Laurens menegaskan bahwa HIV/AIDS bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga terkait erat dengan persoalan sosial yang sering tidak tersentuh.

"AIDS bukan hanya masalah medis, tapi juga ada masalah sosial di dalamnya. Masalah sosial itu jarang dibicarakan dan jarang diobrak-obrik. Stigma itu mudah dicapkan, tapi penurunan stigma sulit dilakukan," kata Patric di Jakarta, Minggu (30/11).

Ia menjelaskan bahwa selama ini kampanye HIV cenderung berputar dalam lingkaran LSM dan komunitas. Tahun ini, IAC mengubah strategi dengan melibatkan masyarakat umum, bahkan publik figur, sebagai inisiator.

"Biasanya kampanye dimulai dari LSM. Tapi kali ini justru datang dari populasi umum. Bahkan dari public figure," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa diskriminasi memunculkan tekanan psikologis yang berujung pada self-stigma. Menurutnya, self-stigma ini dialami oleh banyak kelompok, bukan hanya ODHA.

"Ketika orang kena self-stigma, dia menutup diri. Tidak mau keluar, tidak mau ketemu siapa pun. Tapi ketika ada orang luar yang bilang 'sudah, nggak usah ngumpet, tenang ada gue jadi teman lo' itu sangat berarti," jelasnya.

Patric menegaskan bahwa pendekatan humanis ini bisa diperluas untuk berbagai isu sosial lain yang melibatkan kelompok rentan.

Melalui kampanye #TenangAdaGue, IAC ingin melibatkan masyarakat umum untuk memberikan dukungan, keberpihakan, dan rasa aman bagi orang-orang yang mengalami stigma sosial.

Dalam kesempatan yang sama, musisi Bongky Ismail yang juga menjadi inisiator dalam kampanye #TenangAdaGue tersebut, menuturkan bahwa isu stigma bukan hal baru baginya. Ia pernah bersinggungan dengan tokoh-tokoh yang aktif dalam isu sosial dan HIV.

Bongky menilai bahwa stigma terhadap ODHA tidak berbeda jauh dengan stigma terhadap kelompok rentan lainnya.

"Stigma itu sudah ada dari dulu. Di masyarakat, anak dianggap ‘bermasalah’ atau ‘nakal’, dan itu sama saja dengan stigma HIV. Seolah-olah sudah dicap," ujarnya.

Ia menekankan bahwa setiap manusia memiliki hak yang sama untuk berbicara, hidup, dan dihargai.

"Jadi kesamaan itu perlu. Saya bikin motif supaya sesama manusia punya hak yang sama. Saling mendukung itu diperlukan dalam sebuah peradaban," tuturnya.

Bongky menjelaskan bahwa kampanye #TenangAdaGue dibuat untuk melahirkan dukungan dan ketenangan bagi siapa pun yang mengalami diskriminasi.

"Setiap orang yang berdaya itu mestinya bicara menenangkan dan mendukung. Berdaya itu bukan soal punya apa-apa, tapi punya kewajiban untuk berdampingan," jelasnya.

Kampanye "Tak Pernah Sendiri" ini akan digelorakan sepanjang Desember 2025 dengan berbagai aktivasi media sosial, kolaborasi publik figur, serta gerakan solidaritas masyarakat lintas isu.(H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya