Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka menyambut Hari AIDS Sedunia 2025, Indonesia AIDS Coalition (IAC) meluncurkan kampanye nasional bertajuk "Tak Pernah Sendiri" dengan hashtag #TenangAdaGue.
Kampanye ini mengusung semangat keterlibatan publik untuk menghapus stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA), sekaligus mengajak masyarakat luas menjadi bagian dari gerakan dukungan sosial yang lebih inklusif.
Program Manager IAC, Patric J. Laurens menegaskan bahwa HIV/AIDS bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga terkait erat dengan persoalan sosial yang sering tidak tersentuh.
"AIDS bukan hanya masalah medis, tapi juga ada masalah sosial di dalamnya. Masalah sosial itu jarang dibicarakan dan jarang diobrak-obrik. Stigma itu mudah dicapkan, tapi penurunan stigma sulit dilakukan," kata Patric di Jakarta, Minggu (30/11).
Ia menjelaskan bahwa selama ini kampanye HIV cenderung berputar dalam lingkaran LSM dan komunitas. Tahun ini, IAC mengubah strategi dengan melibatkan masyarakat umum, bahkan publik figur, sebagai inisiator.
"Biasanya kampanye dimulai dari LSM. Tapi kali ini justru datang dari populasi umum. Bahkan dari public figure," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa diskriminasi memunculkan tekanan psikologis yang berujung pada self-stigma. Menurutnya, self-stigma ini dialami oleh banyak kelompok, bukan hanya ODHA.
"Ketika orang kena self-stigma, dia menutup diri. Tidak mau keluar, tidak mau ketemu siapa pun. Tapi ketika ada orang luar yang bilang 'sudah, nggak usah ngumpet, tenang ada gue jadi teman lo' itu sangat berarti," jelasnya.
Patric menegaskan bahwa pendekatan humanis ini bisa diperluas untuk berbagai isu sosial lain yang melibatkan kelompok rentan.
Melalui kampanye #TenangAdaGue, IAC ingin melibatkan masyarakat umum untuk memberikan dukungan, keberpihakan, dan rasa aman bagi orang-orang yang mengalami stigma sosial.
Dalam kesempatan yang sama, musisi Bongky Ismail yang juga menjadi inisiator dalam kampanye #TenangAdaGue tersebut, menuturkan bahwa isu stigma bukan hal baru baginya. Ia pernah bersinggungan dengan tokoh-tokoh yang aktif dalam isu sosial dan HIV.
Bongky menilai bahwa stigma terhadap ODHA tidak berbeda jauh dengan stigma terhadap kelompok rentan lainnya.
"Stigma itu sudah ada dari dulu. Di masyarakat, anak dianggap ‘bermasalah’ atau ‘nakal’, dan itu sama saja dengan stigma HIV. Seolah-olah sudah dicap," ujarnya.
Ia menekankan bahwa setiap manusia memiliki hak yang sama untuk berbicara, hidup, dan dihargai.
"Jadi kesamaan itu perlu. Saya bikin motif supaya sesama manusia punya hak yang sama. Saling mendukung itu diperlukan dalam sebuah peradaban," tuturnya.
Bongky menjelaskan bahwa kampanye #TenangAdaGue dibuat untuk melahirkan dukungan dan ketenangan bagi siapa pun yang mengalami diskriminasi.
"Setiap orang yang berdaya itu mestinya bicara menenangkan dan mendukung. Berdaya itu bukan soal punya apa-apa, tapi punya kewajiban untuk berdampingan," jelasnya.
Kampanye "Tak Pernah Sendiri" ini akan digelorakan sepanjang Desember 2025 dengan berbagai aktivasi media sosial, kolaborasi publik figur, serta gerakan solidaritas masyarakat lintas isu.(H-2)
Edukasi publik harus diperluas, terutama mengenai cara penularan, pencegahan, dan manfaat terapi, agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar.
Stigma negatif tidak hanya merugikan secara sosial, tetapi juga menghambat akses ODHA terhadap hak kesehatan
Total kasus HIV/AIDS di Pati mencapai 3.217 kasus sejak tahun 1996 atau sehari rata-rata muncul kasus HIV/AIDS baru.
Tema Peringatan Hari AIDS Sedunia di Kota Denpasar tahun ini sendiri bertajuk “Bergerak Bersama, Bersuara: Ayo Kolaborasi”.
TREN kasus HIV di Kota Bontang, Kalimantan Timur, tercatat menurun dalam tiga tahun terakhir.
Melalui Peringatan Hari AIDS Sedunia, banyak negara berusaha untuk mengubah perilaku berisiko, serta menghentikan stigma dan juga diskriminasi kepada Orang Dengan HIV (ODHIV).
Dinas Kesehatan Jawa Timur tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan kuratif dan pelaporan kasus, melainkan perlu memperkuat langkah preventif.
"Hasil pendataan kami, temuan HIV/AIDS selama 10 bulan mulai Januari-Oktober di Kota Sukabumi ada 124 kasus. Terdapat lima orang meninggal dunia,"
Para pengidap HIV/AIDS harus mendapat jaminan kesehatan dari pemerintah.
KETUA DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup, Ribka Tjiptaning, menyoroti masih adanya stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Universitas Esa Unggul melalui akademisi dan pakar Mikrobiologi, memberikan pandangan dan informasi ilmiah terkini terkait perkembangan penanganan HIV/AIDS di dunia dan Indonesia.
Stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV bisa menghambat pengobatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved