Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Fenomena Gunung Es, Tiap Hari Muncul Kasus HIV/AIDS Baru di Kabupaten Pati

Akhmad Safuan
01/12/2025 21:41
Fenomena Gunung Es, Tiap Hari Muncul Kasus HIV/AIDS Baru di Kabupaten Pati
Ilustrasi(Dok Istimewa)

MEMPRIHATINKAN, setiap hari rata-rata muncul kasus Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) baru di Kabupaten Pati, Jawa Tengah yang didominasi usia 20-40 tahun dan merupakan ibu rumah tangga.

Pemantauan Media Indonesia Senin (1/12) puluhan orang berasal dari lintas komunikasi di Kabupaten Pati menggelar aksi edukasi dan solidaritas di depan GOR Pesantenan Pati dengan membagikan bunga dan buku kepada setiap pengendara yang melintass ebagai simbol dukungan, sekaligus menyampaikan pesan darurat lonjakan kasus HIV/AIDS di daerah ini.

Kegiatan dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember tersebut cukup menarik perhatian publik, apalagi Kabupaten Pati yang berada di daerah Pantura Jawa Tengah bukan sebuah kota besar, bahkan dapat dikatakan pedesaan tetapi masalah penyakit penurunan kekebalan tubuh tersebut merupakan fenomena bagaikan gunung es.

"Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Tengah hingga September 2025, total kasus HIV/AIDS di Pati mencapai 3.217 kasus sejak tahun 1996 atau sehari rata-rata muncul kasus HIV/AIDS baru," kata Prasetyo dari Komunitas Rumah Matahari.

Menurut Prasetyo catatan Komunitas Rumah Matahari yang merupakan komunitas pendamping Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Pati,  bahwa kasus penurunan kekebalan tubuh itu didominasi orang  rentang usia 20-40 tahun dengan penyumbang terbesar  ibu rumah tangga, termasuk temuan terbaru pada ibu hamil dan anak-anak.

Kondisi cukup mengkhawatirkan ini, lanjut Prasetyo, temuan di lapangan kasus baru rata-rata muncul setiap hari, seperti fenomena gunung es yang terus membesar dan angka sebenarnya dapat jauh lebih besar lagi.

Fenomena gunung es HIV/SIDS ini, menurut Prasetyo, menjadi perhatian serius dan cukup memprihatikan sehingga seluruh anggota komunitas terus bersemangat melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap warga di Kabupaten Pati dengan gerakan nyata dan bukan sekadar seremoni.

Respons langsung, ungkap Prasetyo, atas situasi epidemi yang semakin meningkat dan kerap disertai stigma sosial oleh komunitas non-profit dengan mendampingi  ODHA, mendukung kesehatan mereka, edukasi, bimbingan, termasuk memastikan pengobatan ARV tetap kontinu agar imunitas tidak terganggu. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya