Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMPRIHATINKAN, setiap hari rata-rata muncul kasus Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) baru di Kabupaten Pati, Jawa Tengah yang didominasi usia 20-40 tahun dan merupakan ibu rumah tangga.
Pemantauan Media Indonesia Senin (1/12) puluhan orang berasal dari lintas komunikasi di Kabupaten Pati menggelar aksi edukasi dan solidaritas di depan GOR Pesantenan Pati dengan membagikan bunga dan buku kepada setiap pengendara yang melintass ebagai simbol dukungan, sekaligus menyampaikan pesan darurat lonjakan kasus HIV/AIDS di daerah ini.
Kegiatan dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember tersebut cukup menarik perhatian publik, apalagi Kabupaten Pati yang berada di daerah Pantura Jawa Tengah bukan sebuah kota besar, bahkan dapat dikatakan pedesaan tetapi masalah penyakit penurunan kekebalan tubuh tersebut merupakan fenomena bagaikan gunung es.
"Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Tengah hingga September 2025, total kasus HIV/AIDS di Pati mencapai 3.217 kasus sejak tahun 1996 atau sehari rata-rata muncul kasus HIV/AIDS baru," kata Prasetyo dari Komunitas Rumah Matahari.
Menurut Prasetyo catatan Komunitas Rumah Matahari yang merupakan komunitas pendamping Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Pati, bahwa kasus penurunan kekebalan tubuh itu didominasi orang rentang usia 20-40 tahun dengan penyumbang terbesar ibu rumah tangga, termasuk temuan terbaru pada ibu hamil dan anak-anak.
Kondisi cukup mengkhawatirkan ini, lanjut Prasetyo, temuan di lapangan kasus baru rata-rata muncul setiap hari, seperti fenomena gunung es yang terus membesar dan angka sebenarnya dapat jauh lebih besar lagi.
Fenomena gunung es HIV/SIDS ini, menurut Prasetyo, menjadi perhatian serius dan cukup memprihatikan sehingga seluruh anggota komunitas terus bersemangat melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap warga di Kabupaten Pati dengan gerakan nyata dan bukan sekadar seremoni.
Respons langsung, ungkap Prasetyo, atas situasi epidemi yang semakin meningkat dan kerap disertai stigma sosial oleh komunitas non-profit dengan mendampingi ODHA, mendukung kesehatan mereka, edukasi, bimbingan, termasuk memastikan pengobatan ARV tetap kontinu agar imunitas tidak terganggu. (H-2)
Dinas Kesehatan Jawa Timur tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan kuratif dan pelaporan kasus, melainkan perlu memperkuat langkah preventif.
"Hasil pendataan kami, temuan HIV/AIDS selama 10 bulan mulai Januari-Oktober di Kota Sukabumi ada 124 kasus. Terdapat lima orang meninggal dunia,"
Para pengidap HIV/AIDS harus mendapat jaminan kesehatan dari pemerintah.
KETUA DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan dan Lingkungan Hidup, Ribka Tjiptaning, menyoroti masih adanya stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Universitas Esa Unggul melalui akademisi dan pakar Mikrobiologi, memberikan pandangan dan informasi ilmiah terkini terkait perkembangan penanganan HIV/AIDS di dunia dan Indonesia.
Stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV bisa menghambat pengobatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved