Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Legislator Soroti Keluhan Penyintas HIV/AIDS soal Akses Obat dan Diskriminasi

Akmal Fauzi
03/12/2025 13:44
Legislator Soroti Keluhan Penyintas HIV/AIDS soal Akses Obat dan Diskriminasi
Peringatan Hari AIDS Sedunia 2025 di Kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Senin (1/12/2025).(ANTARA/HO-PDIP)

WAKIL Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi PDIP, Charles Honoris, menyampaikan keprihatinannya terhadap penyintas HIV/AIDS yang masih sering menghadapi stigma negatif di masyarakat.

Charles, yang membidangi urusan kesehatan di DPR, mengaku kerap menerima laporan mengenai kesulitan yang dialami para penyintas virus mematikan ini. Menurutnya, hidup bagi penderita HIV/AIDS di Indonesia masih penuh tantangan.

"Saya sangat mengetahui bahwa teman-teman hari ini yang statusnya HIV positif hidupnya tidak mudah di negeri ini. Saya masih mendapatkan banyak sekali keluhan terkait dengan akses mendapatkan obat, adanya diskriminasi, dan lain-lain," kata Charles dalam keterangan yang diterima, Rabu (3/12).

Padahal, menurut dia, layanan kesehatan merupakan milik semua orang. Karenanya, pemerintah mestinya dan petugas kesehatan mestinya tak melakukan tindakan diskriminatif.

"Layanan kesehatan adalah hak semua warga negara, dan tentunya tidak boleh ada diskriminasi sama sekali," katanya

Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan, Ribka Tjiptaning menilai tindakan diskriminatif kepada para penyintas HIV/AIDS tak bisa dibenarkan. Sebab, menurut dia, tak ada satu orang pun yang memiliki keinginan mengidap penyakit tersebut.

"Semua itu enggak pengen sakit, semua pengen sehat. Semua rakyat punya hak sehat yang sama, itu yang harus kita tekankan," katanya.

Ribka mengatakan partainya akan terus mendorong para pengidap HIV/AIDS untuk mendapat jaminan kesehatan dari pemerintah. Dia juga mengaku prihatin sebab mereka kerap kesulitan untuk mendapatkan obat dari rumah sakit.

"Kadang-kadang mereka tebus obat aja mengalami diskriminasi, misalnya dari jam 5.00 pagi pulang jam 16.00 sore, kadang bawa bekal dulu," katanya.

"Terus yang belum punya BPJS kita akan usahakan punya BPJS karena itu kan pengobatan yang panjang seumur hidupnya harus terus berobat. Ya, mahal juga, obat yang terus gitu," imbuh Ribka.

PDIP memperingati hari HIV/AIDS sedunia pada Senin, 1 Desember. Acara digelar dengan mengundang ratusan pengidap dari sekitar Jabodetabek untuk berekreasi di Dunia Fantasi, Ancol, Jakarta. (P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik