Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

BGN Diapresiasi Terus Sempurnakan MBG agar Lebih Progresif dan Bermanfaat

Irvan Sihombing
27/11/2025 21:09
BGN Diapresiasi Terus Sempurnakan MBG agar Lebih Progresif dan Bermanfaat
PENGAMAT komunikasi Emrus Sihombing.(Dok. Istimewa)

PENGAMAT komunikasi Emrus Sihombing menilai Badan Gizi Nasional (BGN) menunjukkan sikap positif dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut dia, BGN telah menjadikan masukan publik sebagai pendorong perbaikan.

“Ini sangat positif,” kata Emrus dalam keterangan di Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Ia menilai gagasan dan konsep yang digagas Presiden Prabowo sangat baik, khususnya dalam memperbaiki kualitas gizi anak bangsa. Karena itu, ia berharap implementasi di lapangan terus diperkuat. “Konsepnya hebat, Presiden Prabowo sudah menyiapkan fondasi. Sekarang semua tergantung implementasi di bawah," ujar dia.

Emrus menilai seluruh fungsi manajemen mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengendalian memang penting. Namun, menurutnya, pengawasan adalah kunci utama. “Dari seluruh fungsi manajemen, yang paling penting adalah pengawasan dari semua unsur,” lanjutnya.

Menurut Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pelita Harapan (UPH) itu, pengawasan mencakup dua dimensi yaitu proses penyediaan makanan MBG, mulai dari pengolahan hingga distribusi. Dan aspek legalitas dapur, termasuk kepatuhan terhadap aturan kepemilikan dan kapasitas operasional.

Emrus juga mendorong agar program MBG tetap berbasis ekonomi lokal. Ia mendorong agar UMKM kuliner seperti warteg, rumah makan Padang, pengelola kantin sekolah, dan kelompok ibu rumah tangga diberi ruang dalam rantai pasok MBG.

“Biarlah yang mengerjakan adalah mereka yang memang berpengalaman dalam memasak dan mengelola makanan,” katanya.

Menjelang Natal dan Tahun Baru, Emrus optimistis BGN sudah memetakan titik-titik rawan yang perlu diantisipasi, terutama terkait lonjakan permintaan bahan pangan. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara berbagai lembaga, seperti Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, Kemendag, pemerintah daerah, dan BGN sendiri.

“Tanpa koordinasi, Natal-Tahun Baru dan MBG bisa menjadi dua kekuatan yang saling menekan. Maka koordinasi harus solid,” imbuh Emrus.

Ia menegaskan bahwa peningkatan gizi nasional sangat menentukan kualitas SDM Indonesia 2045. “Saya keliling Indonesia, dari Papua sampai Aceh, melihat langsung kondisi gizi. MBG ini program bagus, tapi harus terus ditata agar memberi dampak besar.”

Menurut Emrus, MBG merupakan program yang baik dan harus diperluas cakupannya. “Ke depan MBG bukan hanya untuk anak sekolah, ibu hamil, atau ibu menyusui. Tapi juga bisa diperluas untuk mengecek restoran-restoran dari sisi gizi dan kebersihannya. Supaya masyarakat umum ikut merasakan manfaatnya,” tutupnya. (I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik