Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
AHLI gizi klinis Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, SpGK(K) mengingatkan pentingnya variasi sumber protein dalam menu harian anak untuk memastikan kecukupan zat gizi yang lebih beragam.
"Jika kita mengacu ke anjuran gizi seimbang yakni makan tiga kali sehari serta makan bervariasi untuk mendapatkan berbagai zat gizi, maka hanya mengonsumsi satu jenis protein dalam tiga waktu makan dapat berpotensi menyebabkan kekurangan zat gizi tertentu," kata Luciana, dikutip Kamis (27/11).
Luciana mengatakan, anak sebenarnya tidak otomatis mengalami kekurangan gizi hanya karena sering mengonsumsi satu jenis protein dalam jangka panjang, selama porsinya sesuai kebutuhan.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa prinsip gizi seimbang tetap mengutamakan keberagaman.
Ia mengungkapkan, hingga kini, belum ada penelitian yang secara khusus meneliti konsumsi satu sumber protein saja dalam jangka panjang.
Meski demikian, ia menilai variasi tetap diperlukan agar kebutuhan zat gizi penting dapat terpenuhi.
"Jika misalnya sarapan hanya telur, tetapi siang dan malam ada sumber protein lain, maka kebutuhan gizinya tetap bisa terpenuhi," katanya.
Dalam kondisi ekonomi terbatas, Luciana menyebut mengandalkan satu jenis protein yang murah dan mudah dijangkau tetap aman, selama diberikan dalam jumlah sesuai kebutuhan dan diimbangi pilihan lain ketika memungkinkan.
Ia menyarankan keluarga berpenghasilan rendah untuk memprioritaskan protein hewani dan nabati yang terjangkau.
Luciana menilai strategi ini paling realistis untuk keluarga yang menghadapi keterbatasan anggaran, sekaligus tetap menjaga kualitas asupan anak.
"Berikan protein hewani misalnya telur, ikan, atau nabati seperti kacang-kacangan sesuai anjuran gizi seimbang," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pengenalan variasi pangan sebaiknya dilakukan secara bertahap, tanpa paksaan, dan dapat dimulai melalui bentuk olahan berbeda, porsi kecil, atau contoh perilaku makan dari orangtua.
Adapun bagi anak yang menolak sumber protein selain makanan tertentu, Luciana menekankan pentingnya pendekatan edukatif.
Luciana juga berharap edukasi yang tepat dapat membantu keluarga memahami bahwa keragaman sumber protein tidak hanya mendukung kecukupan gizi, tetapi juga membangun kebiasaan makan sehat sejak dini.
"Edukasi gizi itu sangat penting untuk orang tua, dan dari orangtua akan mengedukasi ke anak-anaknya," pungkasnya. (Ant/Z-1)
Agar tubuh tetap bertenaga dan fokus dalam beribadah, pemenuhan gizi seimbang menjadi kunci krusial yang harus diperhatikan masyarakat.
Ahli nutrisi menyarankan konsumsi serat cukup, diet seimbang, pengaturan waktu makan, pengelolaan stres, dan asam lemak omega-3
Ahli nutrisi menyarankan makan sayuran non-tepung lebih dulu sebelum protein dan karbohidrat untuk mengatur gula darah, memperlambat pencernaan karbohidrat.
PENGEMBANGAN hilirisasi ayam terintegrasi dinilai sebagai langkah antisipatif negara untuk memastikan keberlangsungan swasembada protein.
Oahraga yang dilakukan sesaat setelah sahur sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena aktivitas fisik di pagi hari saat berpuasa dapat memicu dehidrasi.
Dengan tekstur yang lebih padat, kucing bisa mendapatkan asupan gizi yang lebih konsentrat meski dalam satu suapan kecil sekalipun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved