Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Prof Ali Khomsan, menjelaskan terwujudnya generasi emas dimaknai sebagai generasi masa depan yang dibangun dari anak-anak dengan kecukupan gizi.
"Gizi yang cukup itu menjamin perkembangan otak menjadi baik, kemudian pertumbuhan fisik juga menjadi baik dan itu akan menjadi wahana untuk terbentuknya generasi emas," kata Ali saat dihubungi, pada Kamis (20/11).
Oleh karena itu, Progam Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai dapat menjadi upaya bersama untuk mewujudkan generasi emas yang sehat, bergizi cukup, dan berdaya saing tinggi. Program ini menyajikan makan bergizi bagi siswa dan juga ibu hamil sesuai dengan konsep Isi Piringku yang mencakup porsi seimbang berupa nasi, sayur, lauk, dan buah.
"Itu yang kemudian diterjemahkan di dalam program MBG. Tentu saja nanti perlu dilihat, ketika program MBG sudah berjalan setahun atau dua tahun, apakah berat badan dan tinggi badan anak-anak membaik," ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya memantau dampak program terhadap capaian akademik
"Kemudian betulkah bahwa kecerdasan anak-anak, performa akademik yang dicerminkan oleh kemampuan membaca Bahasa Indonesia, matematika, dan mata pelajaran sains juga meningkat? Semua itu bisa menjadi indikator bahwa bibit-bibit generasi emas mulai terwujud," sambungnya.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) berkomitmen terus memperkuat tata kelola dan meningkatkan kualitas gizi anak bangsa melalui program MBG.
"Pengelolaan dapur MBG diatur secara ketat dan mengikuti panduan teknis berdasarkan peraturan presiden serta standar keamanan pangan nasional,” kata Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang.
Nanik menjelaskan bahwa proses memasak tidak dapat dilakukan sembarangan. Ada pengaturan jam kerja berdasarkan sistem batch. Misalnya, untuk batch pertama dimulai pukul 02.00 dini hari agar makanan siap sebelum waktu distribusi. Dapur juga tidak boleh memasak sebelum pukul 00.00, karena berisiko terhadap kualitas gizi dan keamanan pangan.
Tenaga kerja di SPPG dibagi menjadi beberapa shift: tim persiapan pukul 16.00, tim dapur utama pukul 01.00, tim pemorsian yang bekerja dini hari pukul 04.00, terakhir tim pencuci ompreng pukul 16.00.
“Semua proses ini diawasi secara berlapis untuk memastikan rantai dingin (cold chain) dan higienitas tetap terjaga,” kata Nanik.
Dalam rangka menjaga kualitas, higienitas, dan kepatuhan terhadap SOP, hingga Oktober lalu BGN telah menutup sementara 112 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Di antaranya karena belum memenuhi persyaratan teknis dan sanitasi sesuai pedoman. Langkah tegas ini diambil demi menjaga kualitas makanan dan keselamatan anak-anak penerima manfaat.
“Kalau sudah memenuhi syarat, bisa beroperasi kembali. Tapi prinsip kami jelas: lebih baik dapur berhenti sementara dari pada membahayakan kesehatan anak-anak,” tegasnya.
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Tjandra Yoga Aditama, mengungkapkan bahwa program MBG jika dijalankan secara optimal dan tepat, sangat bermanfaat untuk mewujudkan generasi emas. Ia menyebut ada empat sumber yang memperkuat bahwa program ini dapat bermanfaat.
"Soal manfaat MBG jangan diragukan lagi, bisa dilihat dari empat versi. Pertama, manfaat MBG versi pemerintah yaitu akan terlihat dari gizi, pendidikan, kemiskinan, dan ekonomi," ucapnya.
Versi kedua dari World Food Program (WFP), yang menyebut MBG bisa memberikan manfaat pada aspek kesehatan, ekonomi, gender, ekosistem, dan stabilitas sosial. Versi ketiga dari ODI Global, yang menyatakan MBG bisa mempercepat pencapaian SDG's.
"Bisa juga mempercepat pencapaian SDG's. Kita tahu SDG sulit dicapai akibat pandemi yang membuat sebagian besar target SDG tidak tercapai. Kemudian kelaparan, food system, dan yang terakhir adalah equity," jelas Tjandra.
Kemudian versi ke empat yang ditemukan di kepustakaan ada sepuluh manfaat yaitu untuk gizi, kesehatan, pendidikan anak, masyarakat, perkuat sistem pangan, perekonomian, menjadi insentif orangtua, ekonomi keluarga, ekonomi lokal, dan dapat mencegah terjadinya perkawinan anak.
"Di antara yang saya catat, MBG bisa menurunkan angka pernikahan muda pada anak perempuan karena orangtua bisa berpikir daripada anaknya kawin muda, lebih baik anaknya masuk sekolah saja karena bisa dapat makan. Jadi ini dampaknya memang besar, bukan hanya soal makanan," pungkasnya. (Z-10)
Guru dan mahasiswa dilibatkan dalam pendidikan gizi di sekolah penerima MBG untuk meningkatkan kesadaran nutrisi dan mengoptimalkan konsumsi makanan siswa.
Ia menjelaskan pada 1.000 hari pertama kehidupan penting untuk perkembangan anak dan BGN akan pastikan program untuk seluruh ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.
PRESIDEN Prabowo Subianto meminta Badan Gizi Nasional (BGN) agar menekankan pentingnya tidak terlalu memaksakan diri atau ngoyo dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi kembali diluncurkan hari ini di sekolah-sekolah pada 2026.
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa di awal tahun ini jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah mencapai 19.800 unit.
Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat dampak ekonomi program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama satu tahun, mulai dari pelibatan 46 ribu UMKM hingga penyerapan 780 ribu tenaga kerja.
Buku Generasi Emas 2045 memotret bahwa Indonesia memiliki modal sosial dan kultural yang kuat dan sulit digantikan oleh teknologi.
INSIDEN keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyita perhatian masyarakat.
Dalam momentum Pekan Imunisasi Nasional 2025, pemerintah bersama tenaga kesehatan dan sektor swasta terus menggalakkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi bagi anak-anak.
Tujuan untuk mempersiapkan kemampuan, sekaligus mengevaluasi proses pembelajaran selama siswa menempuh pendidikan di SMA dan SMK.
PERAN institusi pendidikan dinilai penting dalam bagian membangun sepak bola sejak usia dini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved