Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGHADAPI percepatan globalisasi dan dominasi Kecerdasan Buatan (AI), Indonesian International Education Foundation (IIEF) meluncurkan sebuah karya penting, buku berjuduk Generasi Emas 2045: Apa yang Membuat Kita Berbeda?.
Buku ini hadir sebagai rumusan komprehensif untuk pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, menjahit gagasan dari berbagai generasi, mulai dari Generasi X hingga Z, serta melibatkan akademisi, pelaku industri, dan pemimpin muda.
Buku ini merupakan kristalisasi dari rangkaian Seminar dan Lokakarya (Semiloka) IIEF 2023. Inti dari temuan buku ini adalah keyakinan bahwa di tengah laju digitalisasi dan otomasi, manusia tetap menjadi penentu utama arah kemajuan bangsa.
Generasi Emas 2045 memotret bahwa Indonesia memiliki modal sosial dan kultural yang kuat dan sulit digantikan oleh teknologi. Keunggulan khas bangsa tersebut meliputi kemampuan adaptasi yang kuat karena keberagaman budaya, daya lenting dalam menghadapi perubahan, semangat gotong royong, serta etos kerja gigih.
Namun, modal ini dinilai perlu diperkuat dengan pembaruan besar. Buku ini menyerukan reformasi dalam pendidikan dan peningkatan kapasitas SDM. Fokus utama yang harus ditanamkan adalah pengembangan karakter bangsa, yang meliputi integritas, kegigihan, kepemimpinan, dan kemampuan berpikir kritis. Penguatan ini bertujuan agar bonus demografi yang dimiliki Indonesia dapat diubah menjadi bonus produktivitas yang nyata.
Untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia profesional, buku ini menyoroti pentingnya harmonisasi kurikulum dengan realitas kerja.
Salah satu rekomendasi strategis yang diusung adalah reformasi total terhadap program magang nasional. Reformasi ini mencakup penetapan standar kompetensi mentor, penyusunan kurikulum magang yang aplikatif, dan mekanisme evaluasi yang terukur.
Dengan adanya perubahan ini, mahasiswa diharapkan dapat mengalami langsung realitas kerja* tidak hanya terpaku pada pembelajaran teori di kelas.
Buku yang disusun oleh lebih dari 25 kontributor dari berbagai disiplin ilmu, termasuk pendidikan, psikologi, hingga teknologi, ini menyuguhkan pandangan holistik tentang transformasi pendidikan berbasis pengalaman nyata dan kolaborasi multisektor.
Dr. Bahrul Fuad, M.A., Komisioner Komnas Perempuan sekaligus salah satu kontributor, mengungkapkan optimismenya terhadap buku ini.
“Alhamdulillah, dengan kerja yang konsisten karya ini akhirnya terwujud, menghadirkan anyaman optimisme tentang Indonesia di tengah hiruk pikuk distorsi informasi serta keraguan banyak pihak terhadap arah masa depan bangsa. Hadirnya buku ini diharapkan menjadi jendela baru bagi para pembaca, membuka sudut pandang yang lebih jernih sudut yang ditaburi keyakinan bahwa masa depan Indonesia dapat ditapaki dengan harapan dan optimisme,” ujar Bahrul.
Direktur IIEF, Diana Kartika, berharap pemikiran yang dituangkan dalam buku ini dapat menjadi rujukan strategis bagi pemerintah, institusi pendidikan, sektor industri, dan masyarakat dalam merumuskan strategi pembangunan manusia yang adaptif dan berkelanjutan, dengan landasan sinergi lintas sektor dan generasi. (Z-1)
Guru Besar Pangan dan Gizi IPB University, Prof Ali Khomsan, menjelaskan terwujudnya generasi emas dimaknai sebagai generasi masa depan yang dibangun dari anak-anak dengan kecukupan gizi.
INSIDEN keracunan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyita perhatian masyarakat.
Dalam momentum Pekan Imunisasi Nasional 2025, pemerintah bersama tenaga kesehatan dan sektor swasta terus menggalakkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi bagi anak-anak.
Tujuan untuk mempersiapkan kemampuan, sekaligus mengevaluasi proses pembelajaran selama siswa menempuh pendidikan di SMA dan SMK.
PERAN institusi pendidikan dinilai penting dalam bagian membangun sepak bola sejak usia dini.
Komunikasi memiliki peran strategis dalam memastikan inisiatif strategis dalam membangun generasi emas dapat berjalan keberlanjutan dan memberikan dampak optimal.
Dalam kegiatan tersebut 14 rektor PTN memberikan paparan terkait isu-isu kependudukan yang tengah dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved