Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
LANSKAP informasi di Indonesia mengalami perubahan yang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Dengan lebih dari 227 juta penduduk telah terhubung ke internet, arus informasi terus bergerak tanpa henti. Di tengah dinamika tersebut, masyarakat tetap membutuhkan kejelasan, akurasi, dan konsistensi informasi.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa derasnya arus informasi juga membawa tantangan besar, terutama terkait penyebaran disinformasi di sektor-sektor vital seperti kesehatan dan layanan publik.
"Banyak dokter-dokter yang menyampaikan kepada kami, banyak sekali informasi yang tidak benar yang disampaikan oleh orang-orang yang sebetulnya dengan background yang tidak benar dengan kesehatan, tapi memberikan informasi-informasi yang salah atau disinformasi," kata Meutya dalam acara RRI Awards 2025 di Jakarta, Kamis (20/11).
Ia menyampaikan bahwa layanan publik yang paling mendasar, termasuk kesehatan, pendidikan, bantuan sosial hingga penanggulangan bencana, banyak dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Oleh sebab itu, peran pemerintah daerah dalam menyediakan informasi yang benar dan mudah diakses menjadi semakin strategis.
"Kami melihat tantangan yang nyata, isu-isu terkait layanan-layanan kesehatan dan layanan publik banyak menjadi target dari disinformasi. Karena itu peran pemerintah daerah harus lebih dekat dengan masyarakat, dan memerlukan sarana informasi yang tepat," ungkapnya.
Selain itu, Menkomdigi juga turut menyoroti kemajuan komunikasi publik di daerah yang dinilai semakin matang. Ia menyebut para kepala dinas kominfo di berbagai wilayah menunjukkan kekompakan dan semangat kolaborasi yang kuat, sehingga mampu menghasilkan berbagai inovasi dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.
Kreativitas tersebut terlihat dari karya-karya, mulai dari konten layanan dasar, cerita inspiratif UMKM, hingga kisah humanis masyarakat daerah.
"Setiap karya ini bukan hanya informasi, tapi jembatan untuk memperdekat pemerintah dengan warganya, dan jembatan itu semakin penting ketika ruang digital terus bergerak dan tak berhenti," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Meutya juga memberikan apresiasi terhadap RRI Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Radio Republik Indonesia (RRI) yang dinilainya mampu tetap eksis, beradaptasi, dan terus berkembang di tengah disrupsi digital.
Ia berharap para penerima penghargaan RRI Awards 2025 dapat mendorong peningkatan standar komunikasi publik di daerah.
"Mari kita bangun bersama ruang informasi publik yang sehat, aman, dan dapat dipercaya demi pelayanan yang lebih baik kepada seluruh rakyat Indonesia," tuturnya. (H-2)
Catatan perlindungan anak 2025 menunjukkan ancaman di ruang digital mulai dari paparan konten tidak sesuai usia, perundungan siber, hingga penyalahgunaan data pribadi anak.
Modus penipuan berbasis dokumen digital kian merajalela, dan celah yang paling sering dimanfaatkan pelaku justru datang dari sesuatu yang terlihat “normal”, informasi lowongan kerja.
Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, mengungkapkan adanya kesenjangan yang signifikan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga talenta digital.
Menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), sebanyak 22 persen pengguna internet di Indonesia pernah mengalami penipuan daring.
X berjanji akan melakukan perbaikan sistem internal agar fitur AI mereka, Grok, tidak disalahgunakan.
Komdigi menyebut Grok AI belum memiliki sistem moderasi atau pengaturan eksplisit untuk mencegah produksi pornografi berbasis foto nyata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved