Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

UPI Luncurkan Program Pemberdayaan Multiproduk Kedelai Berbasis Inovasi Teknologi

Despian Nurhidayat
20/11/2025 13:05
UPI Luncurkan Program Pemberdayaan Multiproduk Kedelai Berbasis Inovasi Teknologi
UPI melaksanakan program pemberdayaan multiproduk kedelai di Subang, Jawa Barat.(UPI)

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) meluncurkan Program Mahasiswa Pemberdayaan Masyarakat Berdampak (PM-BEM) di Desa Darmaga, Kabupaten Subang. Program yang dimulai sejak 11 Oktober 2025 ini diikuti oleh 118 warga desa dengan mengusung tema Optimalisasi Multiproduk Kedelai Berbasis Inovasi Teknologi untuk Meningkatkan Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat. PM-BEM merupakan program pendanaan resmi dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Program ini menjadi bagian dari upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). 

Program ini berangkat dari riset Ketua Tim Dosen Pembimbing Glyxine, Didik Priyandoko, yang menemukan kandungan anti-inflamasi dalam kedelai. Temuan ini membuka mata mahasiswa UPI bahwa pangan lokal sederhana seperti kedelai mampu menjadi superfood sekaligus peluang usaha bagi masyarakat. Didik Priyandoko yang membimbing langsung di lapangan bersama Hernawati dan Duden Saepuzaman menyatakan bahwa program ini dirancang untuk menyentuh semua kalangan mulai dari anak muda sampai lansia.

“Dampak dari program ini tidak hanya peningkatan kesehatan masyarakat. Desa Darmaga memiliki ikon baru yaitu kedelai yang bisa menjadi berbagai multiproduk yang ke depannya menjadi produk unggulan dari Desa Darmaga," ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Kamis (20/11).

Program pemberdayaan ini melibatkan sebanyak 36 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu mulai dari Biologi, Fisika, Matematika, Ilmu Komputer, Manajemen, Akuntansi, Gizi, hingga Teknologi Pangan. Kolaborasi lintas keilmuan ini menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan solusi komprehensif bagi masyarakat Desa Darmaga.

Ghina Nur Rohmah, salah satu koordinator mahasiswa, menjelaskan pemilihan Desa Darmaga sebagai lokasi program setelah melihat dua permasalahan utama. Pertama, kurangnya perhatian terhadap kesehatan masyarakat, terutama orang dewasa dan lansia. Kedua, tanah Desa Darmaga sangat subur tetapi hanya mengandalkan komoditas padi, sehingga tanah yang kering tidak pernah ditanami ketika musim kemarau.

“Dari sini, kami melihat peluang besar untuk mengembangkan kedelai sebagai komoditas alternatif," papar Ghina.

Ghina berkoordinasi bersama dua rekannya Hawa Hafifah dan Fadya Oktavia memperkenalkan empat program utama, yaitu Sistem Analitik Kedelai Teknologi IoT, Sehat Bersama Kedelai Inovatif, Multiproduk Kedelai Khas Desa Darmaga, dan Usaha Promosi Generasi Digital.

"Kedelai ini bisa menjadi ikon baru untuk Desa Darmaga, utamanya produk dari kedelai seperti tempe, tahu, susu kedelai, bahkan nanti kami akan memberikan pelatihan membuat permen dari kedelai agar masyarakat tidak bosan mengonsumsi kedelai. Dengan diversifikasi produk, kami berharap kedelai bisa menjadi sumber penghasilan sekaligus pangan bergizi bagi warga," papar Ghina.

Pada acara pembukaan program, tim berhasil melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis kepada 117 warga Desa Darmaga. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Babinsa, Kepala Desa Darmaga Sukmana Efendi, Kepala Dusun, Kader PKK, Ketua Karang Taruna, serta perangkat desa lainnya.

Pemeriksaan kesehatan ini menjadi langkah awal program SEHATI, yang fokus pada peningkatan kesadaran dan kondisi kesehatan masyarakat melalui konsumsi pangan bergizi berbasis kedelai. Data dari pemeriksaan ini akan menjadi baseline untuk mengukur dampak program terhadap kesehatan warga dalam jangka panjang.

Hawa Hafifah, koordinator yang menyosialisasikan kegiatan UPGRADE (Usaha Promosi Generasi Digital), mengungkapkan kegiatan ini dapat memperkenalkan Desa Darmaga sebagai desa yang sehat, berdaya, mandiri dengan memiliki usaha yang berangkat dari multiproduk kedelai ini. “Kami melatih warga dalam pemasaran digital agar produk kedelai Darmaga bisa dikenal lebih luas," ujarnya.

Kepala Desa Darmaga, Sukmana Efendi, menyampaikan apresiasi tinggi atas dipilihnya desanya sebagai lokasi pemberdayaan. "Kami sangat berterima kasih kepada UPI dan tim mahasiswa yang telah memilih Desa Darmaga. Kami berharap program ini menjadi awal perubahan yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat kami," katanya.

Program ini menargetkan berbagai capaian strategis, di antaranya peningkatan kesehatan warga, meningkatnya konsumsi makanan bergizi, kemampuan produksi multiproduk kedelai, pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) untuk budidaya kedelai, serta peningkatan wawasan pemasaran digital dan penghitungan keuntungan usaha bagi UMKM lokal. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya