Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Madu kelulut merupakan produk alami yang dihasilkan oleh lebah tanpa sengat dari kelompok Meliponini. Lebah ini banyak ditemukan di kawasan hutan tropis dan wilayah pedesaan. Karena tidak menyengat, lebah kelulut relatif aman dibudidayakan di sekitar permukiman dan telah lama dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber pangan alami.
Dibandingkan madu pada umumnya, madu kelulut memiliki karakteristik khas, seperti rasa yang lebih asam serta kadar air yang lebih tinggi. Sejumlah penelitian juga mencatat kandungan senyawa bioaktif di dalamnya, termasuk antioksidan dan komponen antibakteri. Keunggulan tersebut membuat madu kelulut semakin dikenal luas dan permintaannya terus meningkat, terutama di pasar produk berbasis alami dan kesehatan.
Selain bernilai ekonomi, budidaya lebah kelulut memiliki peran penting bagi keberlanjutan lingkungan. Lebah ini berkontribusi dalam penyerbukan tanaman dan menjaga keseimbangan ekosistem. Karena itu, ketersediaan tanaman pakan menjadi faktor krusial agar budidaya kelulut dapat berlangsung secara berkelanjutan tanpa merusak lingkungan sekitar.
Namun demikian, potensi besar tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan pengelolaan yang optimal di tingkat desa. Tantangan masih dijumpai pada tahap pascapanen, mulai dari teknik pemanenan hingga pengolahan lanjutan. Tanpa dukungan teknologi yang sesuai, kualitas madu berisiko menurun dan sulit dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.
Menjawab tantangan tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lambung Mangkurat (LPPM ULM) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema Pemberdayaan Masyarakat Desa Telaga Langsat melalui Introduksi Teknologi Olahan Madu Kelulut di Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kosabangsa yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Tahun Anggaran 2025.
Kegiatan tersebut diketuai oleh Wiwin Tyas Istikowati, dosen Fakultas Kehutanan Universitas Lambung Mangkurat. Tim pelaksana terdiri atas Sunardi selaku Ketua LPPM ULM, Ratih Afrida Lismana Sari dari Fakultas Kehutanan ULM, serta Dimas Fajar Nugroho dan Muhammad Rizky Romadhon dari Fakultas Pertanian ULM.
“Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan nilai tambah madu kelulut melalui teknologi pengolahan yang sederhana, aplikatif, dan sesuai dengan kondisi masyarakat desa,” ujar Wiwin.
Pelaksanaan kegiatan juga didukung oleh tim pakar lintas disiplin dari Universitas Mulawarman dan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda. Tim pakar tersebut meliputi Prof. Enos Tangke Arung (kehutanan), Prof. Swandari Paramita (kedokteran), Julinda Romauli Manullang (pertanian), serta Netty Maria Naibaho. Kehadiran para pakar ini memperkuat aspek keilmuan, kesehatan, dan keberlanjutan produk olahan madu kelulut.
Fokus kegiatan mencakup pelatihan pengolahan selai berbahan madu dan bee pollen kelulut, serta penanaman tanaman pakan lebah berupa Xanthostemon chrysanthus (golden penda) dan Antigonon leptopus (air mata pengantin). Selain menjadi sumber nektar, tanaman tersebut juga berfungsi memperindah lanskap desa. Penanaman dilakukan secara gotong royong oleh dosen, mahasiswa, dan masyarakat setempat.
Kepala Desa Telaga Langsat Rudi Cahyo Purnomo menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan warga, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat desa.
Melalui kegiatan ini, Universitas Lambung Mangkurat menegaskan perannya sebagai kampus yang berdampak langsung bagi masyarakat, dengan menghadirkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung kemandirian ekonomi serta kesejahteraan desa secara berkelanjutan. (E-3)
Sebagai bentuk syukur dan bentuk nyata pengabdian masyarakat pihak Yayasan juga memberi 400 beasiswa bebas UKT kepada mahasiswa baru.
KKN tematik ini tidak hanya menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga wadah pembelajaran bagi mahasiswa agar lebih peka terhadap isu-isu sosial.
Tim multidisiplin Universitas Andalas diterjunkan langsung ke lapangan dengan menjadikan Puskesmas Matur dan Puskesmas Maninjau sebagai pusat layanan kesehatan pascabencana.
Tim dokter FKUI dan relawan UI Peduli memberikan dukungan psikososial dan layanan medis bagi penyintas banjir dan longsor di Samar Kilang, Aceh.
BADAN Eksekutif Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (BEM UPI) menyelenggarakan Seminar Hasil Program Mahasiswa Berdampak (PM-BEM).
Penguatan UMKM harus dimulai dari komitmen pemerintah daerah sendiri melalui kebijakan belanja yang berpihak kepada pelaku usaha lokal.
Indonesia resmi jadi negara dengan kedai kopi terbanyak di dunia. Hampir 462 ribu coffee shop tumbuh dari budaya nongkrong, UMKM, dan ekosistem digital.
Suryo menjelaskan, motivasi utamanya membangun pabrik di Lampung Timur adalah untuk menekan angka pengangguran yang tinggi di daerah asalnya.
Kasi Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Tanah Datar, Jack Maradona, menyampaikan pada kegiatan tersebut tercatat sebanyak 196 pelaku UMKM berjualan.
Sebagai agency terkemuka, HDA GO memposisikan diri sebagai solusi end-to-end bagi pemilik restoran, coffee shop, tempat makan, hingga penginapan.
Berawal dari usaha rumahan, Finetrus sukses menjadi UMKM perlengkapan tidur favorit di Shopee. Fokus pada kualitas bedding, Finetrus tumbuh pesat lewat inovasi dan digitalisasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved