Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Indonesia Kebut Target 1,4 Juta Hektare Hutan Adat dalam Empat Tahun

Andhika Prasetyo
18/11/2025 21:47
Indonesia Kebut Target 1,4 Juta Hektare Hutan Adat dalam Empat Tahun
Penasihat Utama Menteri Kehutanan Silverius Oscar Unggul(Kemenhut)

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat pengakuan hutan adat dan memperluas akses pendanaan bagi masyarakat adat melalui mekanisme yang inklusif. Pernyataan ini disampaikan Penasihat Utama Menteri Kehutanan Silverius Oscar Unggul dalam forum internasional Forest Solutions: Action for Forests and Direct Access to Finance for Indigenous Peoples and Traditional Communities yang digelar oleh Greenpeace di atas kapal Rainbow Warrior, akhir pekan lalu.

Silverius menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia menargetkan percepatan pengakuan 1,4 juta hektare hutan adat dalam empat tahun. "Target ini sebelumnya telah ditegaskan dalam Leader Summit COP30 di Belem, Brasil pada 6 November 2025," ujar Silverius.

Ia memaparkan bahwa sejak Maret 2025 telah dibentuk sebuah satuan tugas khusus untuk mempercepat proses perizinan hutan adat. Tim ini terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, LSM, dan perwakilan masyarakat adat, dengan komposisi yang memperhatikan keberagaman gender dan wilayah. Task force berfungsi memastikan percepatan berjalan secara transparan, adil, dan inklusif.

Selain pengakuan wilayah adat, Silverius menekankan bahwa penguatan ekonomi masyarakat adat juga menjadi prioritas. Pemerintah menyiapkan dua skema pendanaan, yaitu hibah untuk penguatan kelembagaan dan pembiayaan perbankan berbunga rendah dengan masa tenggang lebih panjang bagi komunitas yang telah siap mengelola usaha.

"Selain itu, kerja sama dengan sektor swasta juga dilakukan untuk memperluas akses pasar bagi produk masyarakat adat," imbuhnya.

Silverius menyatakan dukungan penuh Indonesia terhadap inisiatif Tropical Forests Financing Facility (TFFF) yang dipimpin Brasil sebagai upaya kolektif negara-negara pemilik hutan tropis.

“Hutan tropis adalah penyangga iklim global, dan masyarakat adat adalah penjaga garis depan. Hanya lewat kolaborasi internasional upaya perlindungan dapat berhasil,” tandasnya. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik