Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Menhut: Perhutanan Sosial Kunci Kesejahteraan Masyarakat dan Hutan Lestari

Cahya Mulyana
20/2/2026 15:58
Menhut: Perhutanan Sosial Kunci Kesejahteraan Masyarakat dan Hutan Lestari
MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni.(Dok. Antara)

MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan bahwa perhutanan sosial menjadi strategi pemerintah dalam mewujudkan hutan lestari sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menhut Raja Antoni menekankan bahwa keberhasilan menjaga hutan sangat ditentukan oleh keterlibatan masyarakat.

“Peran masyarakat menjadi tidak akan terkalahkan dalam mengamankan hutan, pembelajaran dari berbagai penjuru dunia menunjukkan sekali lagi yang berhasil menjaga hutan adalah negara-negara yang mampu bekerjasama dengan masyarakat menjadikan hutan tidak berjarak dengan masyarakat,” ujar Menhut Raja Antoni, Kamis (19/2).

Hal ini disampaikan dalam pembukaan workshop “Bergerak dari Tapak: Menyemai Perhutanan Sosial yang Inklusif untuk Hutan Lestari dan Masyarakat Sejahtera” di Menara Peninsula, Jakarta. Turut hadir dalam acara, Duta Besar Norwegia untuk Indonesia Rut Kruger Giverin.

Menurutnya, pendekatan yang inklusif membuat masyarakat tidak lagi diposisikan sebagai pihak yang dijauhkan dari hutan, melainkan sebagai mitra utama negara. “Masyarakat bisa memanfaatkan hutan untuk kepentingan hidup mereka, tapi secara bersamaan juga memiliki komitmen untuk terus menjaga hutan secara lestari,” tegasnya.

Pemerintah, lanjut Menhut Raja Antoni, terus memperluas akses perhutanan sosial, termasuk percepatan pengakuan hutan adat. Ia memastikan bahwa pemerintah telah memiliki peta jalan yang jelas untuk merealisasikan target tersebut.

“Kami terus berkomitmen untuk terus memperbanyak akses perhutanan sosial, ada 8,3 juta, hutan adat kita akan eksekusi lebih banyak lagi, saya berkomitmen memberikan dalam 4 tahun ke depan ini 1,4 juta sekarang sudah 360 ribuan,” jelasnya.

“Kita sudah punya peta jalannya untuk mengeksekusi 1,4 juta hektare tersebut. Insyallah kalau kita memiliki sumber data manusia yang cukup, sumber dana yang cukup kita akan alokasikan hutan adat ini lebih banyak ke masyarakat,” sambungnya.

Lebih jauh, ia menilai perhutanan sosial sebagai metode efektif dalam mengurangi kemiskinan, terutama bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya