Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Uni Eropa dan ASEAN Gelar Penanaman Mangrove di Jakarta Utara

Basuki Eka Purnama
18/11/2025 04:59
Uni Eropa dan ASEAN Gelar Penanaman Mangrove di Jakarta Utara
UE menyelenggarakan kegiatan “EU–ASEAN Mangrove Planting for a Sustainable Future” di Suaka Margasatwa Angke Kapuk, Jakarta Utara. (MI/HO)

HUTAN mangrove memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain menjadi habitat bagi ikan dan berbagai spesies laut lainnya, hutan mangrove juga berfungsi sebagai penghalang alami terhadap abrasi pantai, menyerap karbon dalam jumlah besar, serta berkontribusi pada ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir.

Sebagai bagian dari komitmen bersama Uni Eropa (UE) dan ASEAN dalam melestarikan ekosistem pesisir, UE menyelenggarakan kegiatan “EU–ASEAN Mangrove Planting for a Sustainable Future” di Suaka Margasatwa Angke Kapuk, Jakarta Utara

Inisiatif ini merupakan bagian dari rangkaian EU Green Diplomacy Weeks 2025 di ASEAN, yang menegaskan dedikasi UE terhadap keberlanjutan lingkungan dan aksi nyata dalam memerangi perubahan iklim.

Kegiatan penanaman mangrove tersebut diikuti oleh sekitar 80 peserta, termasuk perwakilan dari EU Mission to ASEAN, negara-negara anggota Uni Eropa, negara-negara anggota ASEAN, Sekretariat ASEAN, serta pelajar dan perwakilan generasi muda. 

Bersama-sama, mereka menanam ratusan bibit mangrove di kawasan konservasi Angke Kapuk, Jakarta Utara.

“Melalui inisiatif ini, Uni Eropa ingin menunjukkan bahwa diplomasi hijau bukan sekadar retorika, tetapi sebuah komitmen konkret untuk melindungi masa depan planet ini,” ujar Duta Besar Uni Eropa untuk ASEAN Sujiro Seam.

Ia menambahkan, “Restorasi mangrove merupakan investasi jangka panjang baik bagi lingkungan maupun bagi komunitas yang bergantung pada ekosistem tersebut. Kami percaya bahwa kolaborasi lintas negara dapat memperkuat dampak keberlanjutan hingga ke tingkat lokal.”

  • Kegiatan Penanaman Mangrove Memiliki Beberapa Tujuan Utama:
  • Menegaskan kembali komitmen UE–ASEAN terhadap keberlanjutan lingkungan;
  • Meningkatkan kesadaran akan pentingnya ekosistem mangrove dalam mitigasi perubahan iklim;
  • Memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai praktik konservasi nyata; dan
  • Memperkuat kolaborasi antarnegara dan komunitas dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.

Program dimulai dengan sesi edukasi mengenai berbagai spesies mangrove serta teknik penanaman yang ramah lingkungan. Para peserta kemudian bergabung dengan tim konservasi lokal untuk menanam bibit mangrove di area yang telah ditentukan. 

Acara ini juga menampilkan tur berpemandu yang menyoroti keanekaragaman hayati pesisir serta diskusi “Eco Talks” dengan tema “Green Future, Shared Responsibility”.

Melalui kegiatan penanaman mangrove ini, para peserta dari UE dan ASEAN menunjukkan bahwa aksi lingkungan merupakan tanggung jawab global bersama yang dimulai dari setiap individu. Aktivitas ini bukan hanya menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga bentuk investasi sosial dan ekologis bagi masa depan komunitas pesisir di Indonesia dan seluruh dunia.

Inisiatif ini dilaksanakan bekerja sama dengan Langit Biru Pertiwi. Melalui kolaborasi ini, Langit Biru Pertiwi berharap dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk terlibat dalam upaya pelestarian ekosistem pesisir. Kerja bersama ini diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan ekosistem sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.

“Kami berharap inisiatif seperti ini dapat menginspirasi lebih banyak pemangku kepentingan untuk mengambil tindakan nyata dalam melindungi lingkungan dan memastikan masa depan yang berkelanjutan bagi generasi yang akan datang,” pungkas Sujiro Seam. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik