Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTEMUAN ASEAN Senior Officials on Forestry (ASOF) ke-27 di Puncak, Bogor memberikan perhatian khusus dan fokus membahas soal mangrove.
Direktur Rehabilitasi Perairan Darat dan Mangrove (RPDM) pada Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Inge Retnowati menjelaskan, bahwa negara- negara anggota ASEAN sangat menyadari bahwa ada satu ekosistem penting di ASEAN.
Keberadaan mangrove krusial secara nilainya baik ekologi, sosial maupun ekonomi. Namun demikian tantangannya juga cukup besar.
Baca juga : KLHK RI Usulkan Lima Strategi Pengelolaan Mangrove untuk ASEAN di Forum ASOF
"Sementara kita tahu, dia punya nilai penting dalam pemenuhan komitmen global. Utamanya perubahan iklim, karena kapasitas simpanan karbon yang sangat tinggi. Karena itu, isu ini jadi pembahasan utama,"ungkap Inge saat memberikan keterangan pers, di sela ASEAN Working Group on Forest Products Development (AWG-FPD), kemarin.
Untuk itu lanjutnya, negara-negara ASEAN perlu duduk bersama, menyusun bersama, apa yang bisa dulakukan bersama karena kita ada di dalam satu kawasan regional.
"34 persen mangrove dunia, ASEAN yang punya. Dalam satu regional ini kita harus do something, kita harus kuat, harus solid," kata Inge.
Baca juga : Hari Kedua Forum ASOF 27 Tekankan Kebijakan Sertifikasi Hutan dan Pengembangan Hasil Hutan di ASEAN
Di pertemuan itu terungkap, bahwa persoalan-persoalan pengelolaan mangrove di ASEAN sama.
Masih menurut Inge, jadi tekanan dari pemanfaatan yang belum adanya kesadaran terhadap masalah lingkungan. Terjadinya pembukaan lahan yang menyebabkan kerusakan.
"Masalah yang dihadapi kurabg lebih sama. Isunya bisa sosial ekonomi karena memang masyarakat mungkin belum paham bagaimana bisa dapat ekonomi dengan mangrove," kata Inge.
Baca juga : ASEAN Perkuat Pengelolaan Hutan Lestari melalui ASOF 27
Adapun isu lainnya adalah soal kepastian status lahan, tenurial kehutanan. Itu sebetulnya kenapa KLHK menyusun Pengelolaan Perhutanan Sosial (PPS).
Kepastian ini memang harus dipertahankan sebagai area. Ini bisa dilakukan dengan dikombinasi. Kepastian jangka panjangnya akan diapakan lahan mangrove tersebut.
"Tenurial excuse. Jadi kita juga memang harus memastikan status lahan."
Baca juga : Moment WWF, Suriname Belajar Rehabilitasi Mangrove dari Indonesia
"Jangan sampai kita rehabilitasi, nanti berubah. Sehingga kepastian lahan itu harus dituangkan dalam rencana formal. Paling tidak rencana tata ruang. Itu bagian dari solusi karena isu tadi. Isu ekonomi, isu tenorial, awearnes," sambungnya.
Adapun goal yang ingin dicapai dari pertemuan khusus membahas mangrove itu, katanya, ASEAN memiliki satu pemahaman. Bahwa ini sesuatu yang penting, krusial.
"Ekosistem mangrove ini krusial eport together. Dan seperti ini langkah- langkah yang diperlukan. Ini kesepakatan yang diputuskan, sehingga itu bisa dituangkan secara formal dalam kesepakatan ditingkat regional ASEAN. Kita disitu dulu," bebernya.
Setelah itu, akan dilanjutkan dengan lebih detAil. Jadi rincinya, seperti ini upayanya, saling belajar. Ada wadah atau flatform saling belajar, ada platform untuk berbagi
"Ada platform, ada model-model seperti percontohan kita akan bangun. Jadi pemahaman dan kerjasama yang memungkinkan. Kita tidak ingin terlalu yang besar, tapi ada percontohan yang bisa kita bangun," jelasnya.
Menurutnya, hingga saat ini belum ada kesepakatan khusus di tingkat ASEAN mengenai mangrove ini.
"Kita belum pernah punya kesepakatan formal di mangrove di tingkat ASEAN. Ini susah. Mungkin tidak terkonsolidasi, belum berproses konsolidasi secara benar," ungkapnya.
Forum ASOF inilah, lanjutnya menjadi momentum yang sangat penting. Saat inj sudah saatnya semua memiliki kesadaran.
Kendati demikian pihaknya menyadarai ptoses konsolidasi ini perlu waktu dan kerjasama semua pihak, semua negara.
"Itu perlu proses untuk membuat awear. Ketika kita sudah paham seperti ini kondisinya, kita perlukan sebuah kesepakatan. Tapi ini tidak banding, kesepakatan di sebuah pertenuam ASOF ini, tidak kesepakatan banding. Kesepakatan untuk kita kerja bersama, pemahaman bersama," pungkasnya.(H-2)
Untuk diketahui Forum ASOF ke-27 ini berlangsung selama 5 hari mulai dari tanggal 15 Juli hingga 19 Juli di Pullman Hotel, Puncak, Bogor, Jawa Barat. Semua negara anggota ASEAN hadir dalam kesempatan tersebut. (H-2)
1.000 pohon mangrove yang disiapkan oleh PT Position ini bertujuan untuk menahan abrasi pantai, mengurangi dampak gelombang laut, serta meminimalisasi risiko bencana.
Salah satu temuan krusial tim adalah ancaman sampah kiriman dari hulu sungai saat curah hujan tinggi. Masalah ini menjadi hambatan serius bagi pertumbuhan bibit mangrove baru.
Para petambak di pesisir mengikuti pelatihan Field School dengan 15 modul pembelajaran mulai dari pemetaan ekosistem hingga perencanaan usaha aquaculture.
Hingga saat ini, PGN Saka telah menanam 70.000 mangrove, melampaui target KPI yang telah ditetapkan.
SELALU ada pilu yang membuat lutut gemetar tiap mendengar ramalan ilmuwan tentang dunia yang makin kerontang.
Kadin Jakarta melakukan penanaman 1.000 bibit pohon mangrove di kawasan Hutan Mangrove Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Kamis (27/11).
Sugiono menegaskan, peran ASEAN saat ini semakin penting sebagai jangkar stabilitas di Asia Tenggara.
TIONGKOK mulai mengoperasikan pulau Hainan di selatan sebagai Hong Kong Baru dengan sistem kepabeanan atau bea cukai baru, terpisah dari daratan utama. Bagaimana pengaruhnya terhadap ASEAN
Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow mengatakan ada syarat yang diajukan Thailand sebelum gencatan senjata konflik Thailand vs Kamboja setelah pertemuan khusus ASEAN
Isu lingkungan dinilai semakin bergeser dari sekadar agenda konservasi menjadi persoalan strategis yang berkaitan langsung dengan stabilitas kawasan.
AS dan Tiongkok mencoba mediasi konflik perbatasan Thailand-Kamboja. Bangkok tegaskan gencatan senjata hanya terjadi jika Kamboja tunjukkan niat nyata di lapangan.
Keramika Indonesia 2026 resmi diluncurkan sebagai pameran industri keramik terdepan di kawasan ASEAN.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved