Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Menarik! Penelitian Mengungkap Hubungan Konsumsi Keju dengan Penurunan Risiko Demensia

 Gana Buana
13/11/2025 14:27
Menarik! Penelitian Mengungkap Hubungan Konsumsi Keju dengan Penurunan Risiko Demensia
Konsumsi keju bisa menurunkan risiko demensia.(Dok. Milkmoovent)

Demensia, penyakit yang berhubungan dengan penurunan fungsi kognitif, menjadi salah satu perhatian utama di dunia kesehatan, terutama bagi lansia. Namun, baru-baru ini, sebuah penelitian menarik menunjukkan bahwa konsumsi keju bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi risiko terkena demensia.

Apa yang Ditemukan dalam Penelitian?

Sebuah studi kohort yang melibatkan sekitar 7.900 peserta berusia 65 tahun ke atas di Jepang menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi keju setidaknya sekali seminggu memiliki risiko demensia yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi keju sama sekali.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa selama periode 3 tahun, hanya 3,4% dari peserta yang mengonsumsi keju secara rutin yang mengalami demensia, dibandingkan dengan 4,5% dari peserta yang tidak mengonsumsi keju, selisih sekitar 1,06% atau sekitar 10 kasus lebih sedikit per 1.000 orang.

Penelitian ini juga menemukan rasio bahaya (hazard ratio) sekitar 0,76 untuk mereka yang mengonsumsi keju dibandingkan dengan yang tidak mengonsumsinya, setelah mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil penelitian. Peneliti menduga bahwa keju mengandung beberapa komponen seperti vitamin K₂, peptida bioaktif, probiotik, dan asam amino esensial, yang dapat berkontribusi pada kesehatan pembuluh darah, metabolisme, dan jalur anti-inflamasi, yang semuanya terkait erat dengan pencegahan demensia.

Catatan dan Batasan Penelitian

Meskipun hasil penelitian ini cukup menarik, ada beberapa catatan penting yang perlu diperhatikan:

  • Observasional: Penelitian ini hanya bersifat observasional, yang berarti hanya menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi keju dan penurunan risiko demensia, bukan bukti kausal langsung. Peneliti sendiri menyebutkan bahwa konsumsi keju bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi risiko demensia.
  • Pengukuran Satu Kali: Penelitian ini hanya mengukur konsumsi keju satu kali di awal penelitian dan tidak melacak frekuensi konsumsi keju secara lebih mendalam. Oleh karena itu, kita tidak tahu apakah konsumsi keju yang lebih tinggi atau lebih sering memiliki dampak yang lebih besar.
  • Jenis Keju: Sebagian besar keju yang dikonsumsi dalam penelitian ini adalah keju olahan (processed cheese), yang bisa berbeda dalam hal kandungan nutrisi dibandingkan dengan keju artisanal atau yang lebih tinggi dalam proses fermentasi.
  • Faktor Lain: Selain konsumsi keju, banyak faktor lain yang berperan dalam pencegahan demensia, seperti pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, tidur yang cukup, dan faktor kardiovaskular lainnya.

Apa Artinya bagi Kita di Indonesia?

Bagi kita di Indonesia, temuan ini bisa menjadi informasi menarik untuk memperbaiki pola makan dan gaya hidup. Meskipun tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa konsumsi keju secara langsung dapat mencegah demensia, mengonsumsinya sekali seminggu sebagai bagian dari diet yang seimbang bisa jadi membawa manfaat tambahan.

Namun, penting untuk memperhatikan beberapa hal:

  1. Porsi yang Wajar: Keju memiliki kandungan lemak jenuh dan sodium yang cukup tinggi, tergantung pada jenisnya. Oleh karena itu, konsumsi keju perlu dilakukan dengan porsi yang wajar agar tidak berisiko meningkatkan faktor kesehatan lain seperti kolesterol tinggi.
  2. Gaya Hidup Sehat Lainnya: Selain mengonsumsi keju, penting untuk mengimbangi dengan gaya hidup sehat lainnya, seperti beraktivitas fisik secara rutin, mengontrol tekanan darah, kadar gula darah, serta tidur yang cukup.
  3. Pilih Keju yang Lebih Sehat: Jika memungkinkan, pilih keju yang lebih minim proses olahan, karena keju olahan biasanya mengandung lebih banyak bahan tambahan dan lebih rendah kandungan nutrisinya.

Meskipun temuan ini menarik, masih banyak yang perlu dipelajari tentang hubungan antara konsumsi keju dan pencegahan demensia. Oleh karena itu, jangan mengandalkan keju sebagai satu-satunya solusi untuk mencegah demensia, tetapi jadikan bagian dari pola makan yang lebih sehat. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik