Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
FUNGSI kognitif adalah kemampuan otak untuk berpikir, memahami, belajar, dan mengingat. Kemampuan ini sangat penting, untuk menjalani kehidupan sehari-hari, mulai dari membuat keputusan hingga menyelesaikan masalah.
Penurunan fungsi kognitif sering terjadi, terutama pada usia tua. Kondisi ini membuat kemampuan berpikir seseorang menurun secara bertahap, sehingga mereka lebih sulit mengingat, seperti demensia.
Berbagai penelitian menunjukkan penurunan ini, dipengaruhi gaya hidup dan perilaku tertentu. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui sejak dini, gaya hidup seperti apa saja yang bisa mempercepat penurunan fungsi kognitif.
Merokok mengurangi aliran darah ke otak, merusak sel-sel otak, dan meningkatkan risiko stroke serta demensia. Untuk menggantinya, coba kebiasaan sehat seperti mengunyah permen karet bebas gula. Penggunaan narkoba untuk rekreasi dapat merusak struktur dan fungsi otak, yang mengarah pada gangguan kognitif dan emosional jangka panjang.
Sementara itu, konsumsi alkohol berlebihan juga merusak neuron dan mengganggu komunikasi antar sel otak, yang berpotensi menyebabkan hilangnya ingatan dan masalah kognitif.
Tidur merupakan waktu bagi otak untuk memperbaiki diri dan mengonsolidasikan ingatan. Kurang tidur dapat mengganggu proses ini, yang menyebabkan masalah ingatan, penurunan fungsi otak, dan meningkatkan risiko penyakit seperti Alzheimer.
Stres yang berlebihan meningkatkan hormon kortisol, yang dapat merusak daya ingat dan mengecilkan bagian otak yang mengatur belajar dan emosi.
Manusia adalah makhluk sosial, kurangnya interaksi membuat otak tidak mendapatkan stimulasi yang dibutuhkan untuk berkembang dan beradaptasi.
Kurangnya gerakan tubuh mengurangi aliran darah dan oksigen ke otak, yang membuat otak lebih sulit untuk membentuk koneksi saraf baru.
Paparan layar yang berlebihan dapat membebani otak, merusak pola tidur, dan menyebabkan gaya hidup kurang gerak, yang akhirnya berdampak negatif pada kesehatan otak.
Konsumsi gula berlebihan dapat memicu peradangan, mengganggu regulasi insulin, dan merusak sinyal otak, yang berujung pada masalah ingatan dan penurunan fungsi otak.
Selain itu, makanan olahan yang tinggi lemak tidak sehat dan gula dapat menyebabkan obesitas, peradangan, dan menurunkan kesehatan otak secara keseluruhan.
Dengan memperhatikan gaya hidup yang sehat, kita tidak hanya melindungi diri dari penurunan fungsi kognitif, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. (Antara/Nature/Z-3)
Kemunculan ambeien sangat erat kaitannya dengan kebiasaan sehari-hari yang kurang baik.
Fisioterapi tidak hanya berfungsi sebagai terapi kuratif pascacedera, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk menjaga kapasitas fungsional tubuh dalam aktivitas sehari-hari.
Studi terbaru mengungkap jalan kaki lebih dari 10 menit dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini, terutama bagi orang dengan gaya hidup sedentari.
Selain melakukan edukasi langsung di sekolah, sebelumnya para relawan juga telah melakukan kampanye melalui media sosial untuk melakukan mindful consumption.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan stroke masih menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Prevalensi stroke berada di kisaran 8,3 per 1.000 penduduk
Studi Harvard mengungkap konsumsi makanan ultra-proses dapat meningkatkan risiko kanker usus pada wanita hingga 45%, terutama usia di bawah 50 tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved