Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sepanjang tahun 2025. Program ini digelar untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa sejumlah operasi telah berlangsung di berbagai wilayah Indonesia sebanyak 238 operasi dengan skema pembiayaan yang berbeda.
"Untuk Operasi Modifikasi Cuaca, ada beberapa operasi yang telah kita lakukan. Yang dua yang teratas yang berwarna biru itu adalah dengan menggunakan rupiah murni dari BMKG," kata Faisal dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR RI, Selasa (11/11).
Menurut Faisal, terdapat dua kegiatan OMC yang seluruh pembiayaannya menggunakan dana internal BMKG, yakni OMC aksi dini hidrometeorologi ekstrem di Sumatra Barat pada 21–28 Januari 2025 dan OMC pengendalian karhutla di kawasan Geopark Kaldera Danau Toba, Sumatra Utara, pada 26 Juli–3 Agustus 2025.
Selain dua kegiatan tersebut, BMKG juga menggelar empat operasi lain melalui skema kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), BPBD DKI Jakarta, serta pihak swasta di sektor perkebunan (kategori hijau).
"Kemudian yang di bawahnya yang warna hijau, itu adalah kegiatan kerja sama kami dengan Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, BPBD DKI Jakarta untuk mencegah cuaca ekstrem, dan juga dengan pihak perkebunan swasta. Ini sudah berjalan," jelas Faisal.
Rangkaian kegiatan kerja sama itu meliputi OMC pencegahan karhutla di Provinsi Jambi dan Sumatra Selatan pada 10-19 Agustus 2025, OMC pencegahan karhutla di Provinsi Riau pada 10-19 Agustus 2025, OMC pengendalian karhutla di Provinsi Kalimantan Selatan pada 13-22 Agustus 2025, dan OMC antisipasi cuaca ekstrem di DKI Jakarta pada 17-21 Agustus 2025.
Faisal menambahkan bahwa sebagian besar kegiatan OMC tahun ini dilakukan melalui kolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Meski demikian, BMKG tetap berperan sebagai pengawas utama pelaksanaan operasi.
"Operasi modifikasi cuaca yang lebih banyak itu kami lakukan bekerja sama dengan BNPB. Dana pelaksanaan itu dari BNPB tapi supervisi dari awal hingga pelaksanaan itu dari BMKG," ucapnya. (Fik/M-3)
Pemerintah kini mengedepankan perubahan paradigma pengendalian karhutla dengan fokus utama pada pencegahan sebagai langkah antisipatif.
Studi terbaru Cedars-Sinai mengungkap lonjakan drastis serangan jantung dan gangguan paru pasca-kebakaran hutan LA Januari 2025.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau akan mengakhiri masa status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada 30 November 2025.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
CUACA sangat terik di Lembata, Nusa Tenggara Timur, akhir-akhir ini memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin masif.
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerangkan adanya awan Cumulonimbus saat pesawat ATR 42-500 jatuh di Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1) lalu.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi awan Cumulonimbus (Cb) di Maros, Sulawesi Selatan, bertepatan dengan peristiwa jatuhnya pesawat ATR 42-500, Sabtu (17/1).
Adanya Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia dengan kecepatan angin maksimum sekitar sistem mencapai 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara 1001 hPa.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Sirkulasi siklonik yang sebelumnya terpantau di selatan Nusa Tenggara Barat sempat berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved