Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

BMKG Laksanakan 238 Hari Operasi Modifikasi Cuaca Sepanjang 2025

Ficky Ramadhan
11/11/2025 17:09
BMKG Laksanakan 238 Hari Operasi Modifikasi Cuaca Sepanjang 2025
Petugas memasukkan bahan semai ke dalam pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta,(ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sepanjang tahun 2025. Program ini digelar untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa sejumlah operasi telah berlangsung di berbagai wilayah Indonesia sebanyak 238 operasi dengan skema pembiayaan yang berbeda.

"Untuk Operasi Modifikasi Cuaca, ada beberapa operasi yang telah kita lakukan. Yang dua yang teratas yang berwarna biru itu adalah dengan menggunakan rupiah murni dari BMKG," kata Faisal dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR RI, Selasa (11/11).

Menurut Faisal, terdapat dua kegiatan OMC yang seluruh pembiayaannya menggunakan dana internal BMKG, yakni OMC aksi dini hidrometeorologi ekstrem di Sumatra Barat pada 21–28 Januari 2025 dan OMC pengendalian karhutla di kawasan Geopark Kaldera Danau Toba, Sumatra Utara, pada 26 Juli–3 Agustus 2025.

Selain dua kegiatan tersebut, BMKG juga menggelar empat operasi lain melalui skema kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), BPBD DKI Jakarta, serta pihak swasta di sektor perkebunan (kategori hijau).

"Kemudian yang di bawahnya yang warna hijau, itu adalah kegiatan kerja sama kami dengan Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, BPBD DKI Jakarta untuk mencegah cuaca ekstrem, dan juga dengan pihak perkebunan swasta. Ini sudah berjalan," jelas Faisal.

Rangkaian kegiatan kerja sama itu meliputi OMC pencegahan karhutla di Provinsi Jambi dan Sumatra Selatan pada 10-19 Agustus 2025, OMC pencegahan karhutla di Provinsi Riau pada 10-19 Agustus 2025, OMC pengendalian karhutla di Provinsi Kalimantan Selatan pada 13-22 Agustus 2025, dan OMC antisipasi cuaca ekstrem di DKI Jakarta pada 17-21 Agustus 2025.

Faisal menambahkan bahwa sebagian besar kegiatan OMC tahun ini dilakukan melalui kolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Meski demikian, BMKG tetap berperan sebagai pengawas utama pelaksanaan operasi.

"Operasi modifikasi cuaca yang lebih banyak itu kami lakukan bekerja sama dengan BNPB. Dana pelaksanaan itu dari BNPB tapi supervisi dari awal hingga pelaksanaan itu dari BMKG," ucapnya. (Fik/M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya