Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Senin, 10 November 2025. Berdasarkan hasil analisis, Siklon Tropis Fung Wong berada di Laut Filipina sebelah barat Pulau Luzon dengan arah gerak ke barat laut.
Siklon Tropis tersebut terpantau membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di Laut China Selatan, daratan Filipina, dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Timur, perairan barat Kalimantan Barat hingga Sarawak, Kalimantan Utara hingga perairan timur Sabah, Sulawesi Barat hingga Sulawesi Tenggara, dan Teluk Tomini hingga Laut Sulawesi.
Siklon tropis ini menginduksi peningkatan kecepatan angin lebih dari 25 knot atau low level jet di Laut China Selatan, daratan Filipina, Laut Filipina, dan Laut Sulu.
Bibit siklon tropis 96S diprakirakan bergerak ke Samudra Hindia barat daya Banten dengan arah gerak ke timur hingga tenggara. Sistem ini akan membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di Samudra Hindia barat Sumatra Barat hingga Lampung, dan di Samudra Hindia barat daya Banten.
Terdapat juga daerah konvergensi lain diprediksi memanjang di Samudra Hindia barat Aceh dari perairan barat Aceh hingga Sumatra Utara, Selat Malaka hingga perairan Kepulauan Riau, Sumatra Barat hingga Sumatra Selatan, Lampung hingga Laut Jawa, perairan utara NTB hingga pesisir selatan, Sulawesi Selatan, di NTT, Laut Arafuru, Maluku, dari Samudra Pasifik utara Papua hingga Teluk Cenderawasih, dan Papua Nugini hingga Papua Tengah.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah siklon, sistem tekanan rendah, dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut.
Sementara itu daerah konvergensi lain diprediksi memanjang dari Sumatra Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, NTB, Papua Barat, dan Papua Selatan.
Selain itu terdapat daerah konfluensi yang diprediksi terbentuk di Laut Natuna Utara, Laut Sulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Jawa, Laut Sulawesi, dan Sulawesi Utara. Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah siklon tropis, sirkulasi siklonik, dan di sepanjang daerah konvergensi maupun konfluensi tersebut.
Melalui kanal YouTube resmi BMKG, prakirawan BMKG Wahyu Annisa menyampaikan informasi prakiraan cuaca yang akan terjadi pada Senin 10 November 2025 sebagai berikut:
BMKG menghimbau masyarakat untuk mewaspadai ketinggian gelombang mencapai 2,5 hingga 4 meter di Samudra Hindia barat Sumatra, Samudra Hindia selatan Jawa, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Papua Barat dan Papua.
Selain itu, suhu berkisar 30-34°C diprediksi terjadi di Tanjung Pinang, Pekanbaru, Lampung, serta sekitarnya.
Waspadai juga banjir rob yang berpotensi terjadi di berbagai wilayah pesisir Indonesia, yaitu di pesisir Aceh, Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jakarta, selatan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Maluku.
Sumber: YouTube BMKG
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerangkan adanya awan Cumulonimbus saat pesawat ATR 42-500 jatuh di Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1) lalu.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi awan Cumulonimbus (Cb) di Maros, Sulawesi Selatan, bertepatan dengan peristiwa jatuhnya pesawat ATR 42-500, Sabtu (17/1).
Adanya Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia dengan kecepatan angin maksimum sekitar sistem mencapai 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara 1001 hPa.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Sirkulasi siklonik yang sebelumnya terpantau di selatan Nusa Tenggara Barat sempat berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96S.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Pada pagi hari, seluruh wilayah Jakarta diperkirakan akan hujan ringan. Namun, potensi hujan petir sudah mulai muncul sejak pagi menjelang siang.
BMKG merilis peringatan dini cuaca Jakarta Senin, 12 Januari 2026. Waspada potensi hujan petir dan angin kencang di Jaksel dan Jaktim.
Kondisi ini membentuk daerah konvergensi serta memicu peningkatan kecepatan angin atau low level jet di Samudra Hindia barat laut Aceh hingga dari Maluku Tenggara
Hujan petir berpotensi terjadi di Kepulauan Riau dan Kalimantan Selatan. Selain itu, perlu diwaspadai udara kabur di Kalimantan Barat dan Papua Pegunungan
Selain hujan lebat, BMKG memberi peringatan dini angin kencang di Provinsi Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, serta Kalimantan Barat.
Perlu diwaspadai hujan petir di Provinsi Jawa Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Timur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved