Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Guru di Daerah Didorong Berinovasi lewat Pelatihan Pembelajaran Kontekstual

 Gana Buana
08/11/2025 04:08
Guru di Daerah Didorong Berinovasi lewat Pelatihan Pembelajaran Kontekstual
Pelatihan digital guru di berbagai wilayah.(Dok. MI)

RATUSAN guru dari berbagai wilayah Indonesia mengikuti rangkaian pelatihan pendidikan yang menekankan pentingnya kreativitas dan refleksi dalam pembelajaran. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas guru menghadapi tantangan pendidikan di era digital.

Pelatihan ini diikuti oleh ribuan pendidik dari berbagai provinsi, dengan tujuan memperluas akses terhadap metode belajar berbasis proyek dan penggunaan alat digital sederhana untuk mendukung proses belajar yang kontekstual.

Ketua Harian Guru Belajar Foundation, Maman Basyaiban, menyebut kolaborasi ini sebagai bentuk nyata dari keyakinan bahwa guru yang berdaya adalah guru yang mampu beradaptasi dengan zaman.

“Guru bukan hanya penerima materi, tetapi pencipta ruang belajar yang relevan dengan kebutuhan murid. Dengan dukungan teknologi yang tepat, guru dapat menumbuhkan kreativitas dan kemampuan reflektif anak-anak,” ujarnya, Jumat (7/11).

Sejak 2014, Temu Pendidik Nusantara telah menjadi ruang berbagi praktik baik antarguru di seluruh Indonesia. Tahun ini, TPN memasuki penyelenggaraan ke-12 dengan tema menumbuhkan guru sebagai penggerak perubahan di kelas dan komunitas.

Pelatihan Menjangkau 10 Daerah

Kolaborasi ini tak berhenti di tingkat nasional. Melalui jaringan komunitas yang tersebar di lebih dari 30 provinsi, kegiatan TPN XII tahun ini juga berlangsung di Jakarta Timur, Seram Bagian Timur, Bandung, Depok, Medan, Semarang, Jember, Tuban, Bogor, dan Banyuwangi.

Dukungan dari Canva Indonesia memungkinkan pelatihan dilakukan secara daring dan luring, agar menjangkau guru-guru di daerah dengan akses terbatas. Para peserta belajar menggunakan fitur-fitur digital untuk merancang pembelajaran berbasis proyek, mengembangkan materi interaktif, serta memperkuat kolaborasi dengan murid.

Salah satu peserta, Fiska Fadila Nur Fikri, menyebut pengalaman mengikuti sesi “Mendesain Kokurikuler: Pembelajaran Berbasis Proyek yang Berdampak” sebagai ruang refleksi yang berharga.

“Pembelajaran berbasis proyek membantu anak melatih berpikir kritis, empati, dan kolaborasi. Projek anak harus menjadi milik anak, bukan projek guru,” tuturnya.

Peserta lainnya, Afiko Ilham Akbar Maulana, menilai platform digital yang diperkenalkan dalam pelatihan membantu guru menghadirkan pengalaman belajar yang lebih hidup. “Fitur-fitur seperti papan tulis digital dan video interaktif membuat pembelajaran jadi lebih bermakna,” ujarnya. (Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik