Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Rektor MIU Iran Kunjungi Kantor Pusat Muhammadiyah, Bahas Kolaborasi Membangun Peradaban Islam Modern

Indrastuti
07/11/2025 15:43
Rektor MIU Iran Kunjungi Kantor Pusat Muhammadiyah, Bahas Kolaborasi Membangun Peradaban Islam Modern
Ilustrasi(Dok Ist)

REKTOR Al-Musthafa International University (MIU) Iran, Ayatullah Prof. Dr. Ali Abbasi, melakukan kunjungan kehormatan ke Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Jakarta, Kamis (6/11/2025) sore. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama antara dua institusi besar dunia Islam dalam bidang pendidikan dan pengembangan peradaban Islam modern.

Kunjungan itu disambut hangat oleh jajaran pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam dialog yang penuh keakraban, Prof. Abbasi memaparkan sejarah berdirinya MIU, peran strategisnya dalam sistem pendidikan Iran, serta peluang kerja sama akademik dan sosial keumatan antara MIU dan Muhammadiyah.

“MIU didirikan setahun setelah kemenangan Revolusi Islam Iran tahun 1979 atas instruksi Imam Ruhullah Khomeini. Lembaga ini dibentuk untuk menjadi pusat pendidikan Islam internasional yang menekankan nilai-nilai keilmuan, moral, dan spiritualitas Islam,” ujar Prof. Abbasi.

Ia menjelaskan bahwa MIU kini menaungi puluhan ribu mahasiswa dari lebih 130 negara, dengan cabang di berbagai kawasan dunia. Rektor universitas ini diangkat langsung oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, menandakan peran MIU sebagai representasi intelektual dan spiritual Iran di tingkat global.

Dalam kesempatan itu, Prof. Abbasi menyampaikan apresiasi kepada Muhammadiyah yang selama lebih dari satu abad telah berperan besar dalam kebangkitan Islam di Indonesia melalui pendidikan dan pelayanan sosial.

“Kami sangat menghargai kiprah Muhammadiyah yang konsisten memadukan ajaran Islam dengan pembangunan sosial dan pendidikan, serta visinya untuk menghidupkan kembali peradaban Islam,” katanya.

Menurut Prof. Abbasi, gagasan Islam Berkemajuan yang diusung Muhammadiyah sejalan dengan semangat MIU yang menempatkan ilmu dan nilai sebagai landasan kemajuan umat. Ia menekankan pentingnya memperbaharui pendidikan Islam agar relevan dengan tantangan zaman tanpa meninggalkan tradisi dan spiritualitas.

“Islam yang maju bukan berarti meninggalkan tradisi, melainkan menjadikannya fondasi moral dan spiritual dalam menghadapi modernitas,” ujarnya.

Kedua pihak juga membahas rencana kerja sama konkret seperti pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, dialog antarperadaban, serta pengembangan kurikulum Islam kontemporer.

“Kami berharap kerja sama ini menjadi jembatan ilmu dan persaudaraan antara dua bangsa besar dunia Islam: Iran dan Indonesia,” tambah Prof. Abbasi.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik