Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
PERHIMPUNAN Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) mengatakan air hujan yang mengandung mikroplastik dapat berdampak pada kesehatan kulit.
"Kita perlu mulai melihat isu mikroplastik bukan hanya sebagai masalah lingkungan, tetapi juga masalah kesehatan publik, termasuk bagi organ kulit yang menjadi garda terdepan perlindungan tubuh kita," kata Anggota Perdoski dr. Arini Astasari Widodo, SM, Sp.DVE, FINSDV, dikutip Selasa (4/11).
Arini menjelaskan, secara umum, kulit yang sehat memiliki pelindung berupa stratum corneum yang cukup efektif menahan partikel besar seperti
mikroplastik.
Namun, pada kondisi tertentu, misalnya pada kulit yang kering, luka, terbakar matahari, atau memiliki penyakit kulit kronik seperti dermatitis atopik, lapisan pelindung kulit menjadi lebih mudah ditembus.
Ia menyampaikan bahwa sebuah studi eksperimental pada kulit hewan dan jaringan manusia, telah menunjukkan nanoplastik dengan ukuran di bawah 100 nanometer dapat menembus lapisan epidermis dan mencapai dermis superfisial, ketika partikel ini dapat berinteraksi dengan sel imun seperti makrofag dan limfosit.
Reaksi ini dapat menimbulkan peradangan kronik ringan yang dalam jangka panjang berpotensi mempercepat penuaan kulit atau memicu munculnya hiperpigmentasi pasca inflamasi.
Selain itu, beberapa polimer plastik dapat melepaskan reactive oxygen species (ROS) saat terkena sinar UV, sehingga memperburuk kerusakan DNA pada sel kulit.
"Jadi, meski efek langsungnya mungkin tidak segera tampak, paparan berulang dan kronik terhadap mikroplastik berpotensi menyebabkan
gangguan kulit jangka panjang," kata Arini.
Pada orang dengan komorbiditas seperti diabetes melitus, penyakit autoimun, atau gangguan imun lainnya, Arini menyebut risiko efeknya bisa lebih berat.
Pada individu dengan diabetes, misalnya, fungsi sawar (lapisan terluar) kulit dan kemampuan regenerasi jaringan sudah menurun.
Bila paparan mikroplastik disertai zat toksik seperti logam berat, proses inflamasi kulit dapat berlanjut lebih lama dan menghambat
penyembuhan luka.
Pada pasien dengan penyakit autoimun kulit seperti lupus atau psoriasis, paparan partikel mikroplastik berpotensi memperburuk peradangan melalui mekanisme oxidative stress dan aktivasi sistem imun non-spesifik.
Hal ini dapat memperberat flare-up penyakit. Selain itu, bagi individu dengan alergi berat atau eksim atopik, mikroplastik dapat bertindak sebagai hapten (zat pemicu alergi) yang menempel pada protein kulit, sehingga meningkatkan risiko timbulnya dermatitis alergi berulang.
Arini juga menyampaikan bahwa fenomena hujan mikroplastik memang sangat mengkhawatirkan, karena menunjukkan bahwa polusi plastik kini tidak hanya mencemari laut dan tanah, tetapi juga sudah masuk ke atmosfer dan dapat turun bersama hujan. Artinya, partikel mikroplastik kini menjadi bagian dari udara yang dihirup dan lingkungan yang bersentuhan langsung dengan kulit setiap hari.
Dari sisi dermatologi lingkungan, ia menyebut ini adalah bentuk dermatotoksikologi baru yakni paparan jangka panjang dari partikel yang tidak terlihat mata, namun berpotensi menimbulkan efek biologis pada kulit.
"Penelitian di berbagai negara menunjukkan bahwa mikroplastik berukuran di bawah 10 mikrometer (mikro dan nanoplastik) dapat menempel di permukaan kulit, menembus lapisan kulit yang rusak, dan memicu reaksi peradangan kronik,," pungkas Arini. (Ant/Z-1)
Data yang dihimpun BPBD Kabupaten Badung hingga Selasa (24/2) pukul 09.00 Wita sejak Senin (23/2) pukul 18.00 Wita, menyebutkan ada 8 kejadian banjir di Kuta dan 1 di wilayah Kuta Selatan.
BMKG memprakirakan cuaca hujan dengan intensitas lebat disertai petir dan angin kencang di Batam pada siang hingga malam hari, Jumat (20/2).
BMKG beri peringatan dini potensi hujan lebat di Sumatra Utara pada Rabu (18/2). Cek wilayah terdampak mulai dari Medan hingga Simalungun di sini.
BMKG menyampaikan prakiraan cuaca di Jakarta akan ujan hari ini, Senin 16 Februari 2026 siang hingga sore hari.
BMKG menyatakan bahwa dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan berpotensi meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi.
Hasil analisis atmosfer terkini menunjukkan adanya penguatan Monsun Asia yang membawa aliran angin baratan cukup dominan di wilayah Indonesia.
Peremajaan modern kini menempatkan penguatan struktur kulit sebagai fondasi utama.
Persoalan kulit sensitif jauh lebih kompleks daripada sekadar salah memilih produk.
Memiliki kulit yang sehat, bercahaya, dan terawat menjadi impian banyak orang.
Para pengungsi kini dihantui risiko penyakit kulit akibat kondisi lingkungan yang lembap, kurang higienis, dan hunian yang padat.
Salah satu kesalahan mendasar masyarakat adalah hanya berfokus pada perawatan batang rambut.
Masalah kesehatan yang timbul di pengungsian sangat erat kaitannya dengan faktor higiene.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved