Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
DERMATOLOG lulusan Universitas Padjajaran Tiara R Arianto menyarankan masyarakat untuk tetap memakai sunscreen (tabir surya) dengan metode re-apply (penggunaan kembali) tiap dua jam sekali meski sedang hujan atau beraktivitas di dalam ruangan guna menjaga kulit wajah tetap sehat.
"Penggunaan sunscreen itu memang dasar, jadi misal dari pagi kita bangun tidur, itu perlu dipakaikan sunscreen karena meski sedang hujan, matahari itu tetap ada. Mungkin tidak terasa, tapi sinar UV tetap ada," kata Tiara, dikutip Kamis (19/12).
Tiara menjelaskan sunscreen dapat melindungi area kulit luar wajah cepat mengalami penuaan dini yang ditandai dengan adanya timbul garis halus, kerutan, bitnik hitam (flek), hingga kulit menjadi kusam.
Pemakaian ulang sunscreen tersebut berlaku baik bagi perempuan maupun laki-laki. Baik setelah beraktivitas, sunscreen hilang karena tersapu keringat, dan lain sebagainya.
Walaupun kini cuaca dapat dikatakan ekstrem karena sering kali berubah-ubah, ia menekankan sunscreen tetap penting untuk digunakan.
"Penggunaan sunscreen-nya itu jangan pelit-pelit ya, karena masing-masing kulit itu membutuhkan takaran. Kalau kita mau konversi sendiri, sunscreen bisa kita gunakan sebanyak dua ruas jari. Itu mencakup kebutuhan sunscreen laki-laki dan perempuan," ucap Tiara.
Tiara juga menekankan pengaplikasian sunscreen juga penting bagi anak-anak. Dengan catatan, sunscreen yang dipakai harus memiliki formula yang dikhususkan bagi anak.
Terkait hal tersebut, orangtua harus lebih peduli membaca komposisi bahan-bahan yang ada di dalam formula sunscreen guna mencegah
terjadinya timbul alergi.
Orangtua diimbau untuk tidak memberikan sunscreen milik orang dewasa.
"Coba dilihat produk sunscreen yang memang ramah untuk anak karena untuk mereka itu berbeda. Ada beberapa komposisi yang tidak boleh ada di sunscreen anak," ucap Tiara.
Sedangkan pada anak yang berusia 0 sampai 6 bulan, orangtua lebih disarankan untuk menjaga kulit anak dengan memberikan perlindungan dari luar. Contohnya, mengenakan topi pada kepala anak atau menggunakan stroller dengan tudung yang ditutup.
"Kalau untuk usia setelah enam bulan boleh diberikan sunscreen tapi tetap harus yang untuk anak-anak ya, bukan produk untuk dewasa,"
pungkas Tiara. (Ant/Z-1)
Persoalan kulit sensitif jauh lebih kompleks daripada sekadar salah memilih produk.
Memiliki kulit yang sehat, bercahaya, dan terawat menjadi impian banyak orang.
Para pengungsi kini dihantui risiko penyakit kulit akibat kondisi lingkungan yang lembap, kurang higienis, dan hunian yang padat.
Salah satu kesalahan mendasar masyarakat adalah hanya berfokus pada perawatan batang rambut.
Masalah kesehatan yang timbul di pengungsian sangat erat kaitannya dengan faktor higiene.
Glukomanan (serat pangan) dari umbi porang berhasil diolah sebagai bahan alami untuk bahan dasar kosmetik perlindungan kulit (skin protector).
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
hujan menyebabkan adanya genangan-genangan di beberapa tempat. Kondisi ini menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
BMKG merilis prakiraan cuaca Jakarta Kamis 5 Februari 2026. Waspadai potensi hujan petir dan angin kencang di seluruh wilayah DKI Jakarta. Cek detailnya!
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Istilah awan kontainer tidak dikenal dalam ilmu meteorologi. Narasi yang beredar di masyarakat merupakan bentuk kesalahpahaman dalam memahami fenomena atmosfer.
Waspada terhadap peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang bersifat fluktuatif, yang dapat terjadi pada pagi, siang atau sore, malam, hingga dini hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved