Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Cegah Infeksi Kulit Pascabanjir Sumatra, Perdoski Imbau Pentingnya Pasokan Sabun dan Antibiotik

Basuki Eka Purnama
16/12/2025 18:48
Cegah Infeksi Kulit Pascabanjir Sumatra, Perdoski Imbau Pentingnya Pasokan Sabun dan Antibiotik
Ilustrasi--Warga yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor berada di Posko pengungsian di Nagari Batu Taba, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Senin (1/12/2025).(ANTARA/Wawan Kurniawan)

PERHIMPUNAN Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Cabang Jakarta menekankan pentingnya ketersediaan amenities atau perlengkapan sanitasi yang memadai bagi warga terdampak banjir di wilayah Sumatra. Hal ini menyusul laporan mulai munculnya berbagai penyakit kulit akibat terbatasnya akses air bersih di lokasi bencana.

Ketua Perdoski Jakarta, dr. M. Akbar Wedyadhana, Sp.D.V.E., FINSDV, FAADV, menjelaskan bahwa masalah kesehatan yang timbul di pengungsian sangat erat kaitannya dengan faktor higiene. Keterbatasan sarana sanitasi membuat warga rentan terpapar kuman yang terbawa oleh air banjir.

"Semua penyakit yang muncul saat banjir itu berkaitan dengan higienitas ya, karena memang kan aksesnya semua jadi terbatas untuk sanitasi, air bersih dan lain-lain," ujar dokter yang akrab disapa Dhana tersebut.

Berdasarkan koordinasi rutin dengan cabang-cabang Perdoski di Medan, Padang, dan Aceh, Dhana membeberkan bahwa laporan dari lapangan menunjukkan adanya tren peningkatan penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur dan bakteri. Untuk mengatasi kondisi tersebut, ia menilai warga sangat membutuhkan pasokan obat-obatan spesifik.

Menurutnya, antibiotik, baik dalam bentuk oles (topikal) maupun obat minum, menjadi kebutuhan krusial bagi warga yang sudah mulai menunjukkan gejala infeksi. 

Selain obat-obatan, ketersediaan sabun juga menjadi kunci utama untuk membersihkan sisa lumpur dan kotoran yang menempel pada tubuh saat warga mendapatkan kesempatan mandi.

Namun, Dhana mengingatkan bahwa tidak semua jenis sabun cocok digunakan dalam kondisi bencana, terutama bagi kulit yang sudah mengalami iritasi.

"Kita perlu sabun yang lembut dan tidak mengiritasi ya. Mungkin di kasus khusus kalau untuk kondisi kulit infeksi, waktu mandinya bisa pakai sabun antiseptik untuk area-area yang sanitasinya kurang baik," jelasnya.

Lebih lanjut, ia memberikan catatan khusus bagi masyarakat yang ingin menyumbangkan produk perawatan kulit atau perlengkapan mandi. Donatur diminta lebih selektif dalam memilih produk, khususnya bagi kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak yang sistem perlindungan kulitnya belum sempurna.

"Secara umum dokter spesialis kulit kan memang yang dianjurkan itu menggunakan sabun atau pembersih yang lembut ya, yang lembut, yang pH-nya seimbang, yang mengandung banyak pelembab begitu, tidak berparfum, atau tidak wangi-wangian, jadi itu kan aman atau baik ya untuk sistem pertahanan kulit kita gitu," pungkasnya.

Pemberian bantuan yang tepat sasaran, baik dari segi jenis obat maupun kandungan produk pembersih, diharapkan dapat menekan risiko komplikasi penyakit kulit yang lebih parah bagi para penyintas banjir di Sumatra. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik