Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PERHIMPUNAN Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Cabang Jakarta menekankan pentingnya ketersediaan amenities atau perlengkapan sanitasi yang memadai bagi warga terdampak banjir di wilayah Sumatra. Hal ini menyusul laporan mulai munculnya berbagai penyakit kulit akibat terbatasnya akses air bersih di lokasi bencana.
Ketua Perdoski Jakarta, dr. M. Akbar Wedyadhana, Sp.D.V.E., FINSDV, FAADV, menjelaskan bahwa masalah kesehatan yang timbul di pengungsian sangat erat kaitannya dengan faktor higiene. Keterbatasan sarana sanitasi membuat warga rentan terpapar kuman yang terbawa oleh air banjir.
"Semua penyakit yang muncul saat banjir itu berkaitan dengan higienitas ya, karena memang kan aksesnya semua jadi terbatas untuk sanitasi, air bersih dan lain-lain," ujar dokter yang akrab disapa Dhana tersebut.
Berdasarkan koordinasi rutin dengan cabang-cabang Perdoski di Medan, Padang, dan Aceh, Dhana membeberkan bahwa laporan dari lapangan menunjukkan adanya tren peningkatan penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur dan bakteri. Untuk mengatasi kondisi tersebut, ia menilai warga sangat membutuhkan pasokan obat-obatan spesifik.
Menurutnya, antibiotik, baik dalam bentuk oles (topikal) maupun obat minum, menjadi kebutuhan krusial bagi warga yang sudah mulai menunjukkan gejala infeksi.
Selain obat-obatan, ketersediaan sabun juga menjadi kunci utama untuk membersihkan sisa lumpur dan kotoran yang menempel pada tubuh saat warga mendapatkan kesempatan mandi.
Namun, Dhana mengingatkan bahwa tidak semua jenis sabun cocok digunakan dalam kondisi bencana, terutama bagi kulit yang sudah mengalami iritasi.
"Kita perlu sabun yang lembut dan tidak mengiritasi ya. Mungkin di kasus khusus kalau untuk kondisi kulit infeksi, waktu mandinya bisa pakai sabun antiseptik untuk area-area yang sanitasinya kurang baik," jelasnya.
Lebih lanjut, ia memberikan catatan khusus bagi masyarakat yang ingin menyumbangkan produk perawatan kulit atau perlengkapan mandi. Donatur diminta lebih selektif dalam memilih produk, khususnya bagi kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak yang sistem perlindungan kulitnya belum sempurna.
"Secara umum dokter spesialis kulit kan memang yang dianjurkan itu menggunakan sabun atau pembersih yang lembut ya, yang lembut, yang pH-nya seimbang, yang mengandung banyak pelembab begitu, tidak berparfum, atau tidak wangi-wangian, jadi itu kan aman atau baik ya untuk sistem pertahanan kulit kita gitu," pungkasnya.
Pemberian bantuan yang tepat sasaran, baik dari segi jenis obat maupun kandungan produk pembersih, diharapkan dapat menekan risiko komplikasi penyakit kulit yang lebih parah bagi para penyintas banjir di Sumatra. (Ant/Z-1)
ANGGOTA Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Ateng Sutisna, mendukung langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang menggugat enam perusahaan besar atas dugaan keterlibatan bencana banjir Sumatra
Kerusakan padang lamun di pesisir Jawa dan sebagian Sumatra berpotensi menjadi salah satu sumber emisi karbon tersembunyi terbesar di Indonesia.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) Subhan mengatakan, dari total 18 unit huntara, tiga unit telah dihuni warga Desa Gedumbak
Donasi ini merupakan hasil penggalangan dana sukarela dari Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai BUMD, serta masyarakat Kabupaten Sumedang
SATUAN Tugas Pemulihan Pascabencana (Galapana) DPR RI mengungkapkan empat permasalahan utama yang harus segera dituntaskan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumatra.
ANGGOTA Komisi II DPR RI, Ahmad Heryawan mendukung Kemendagri mengalokasikan anggaran sebesar Rp59,25 triliun untuk pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Sumatra.
Perusahaan pertambangan didorong untuk mengadopsi standar internasional yang memiliki kriteria lebih ketat guna meminimalkan risiko kerusakan lingkungan, termasuk potensi bencana.
ANGGOTA Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Ateng Sutisna, mendukung langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang menggugat enam perusahaan besar atas dugaan keterlibatan bencana banjir Sumatra
Tidak ada lagi seragam sekolah yang tersisa di Jamat. Siswa mengenakan pakaian warna-warni seadanya hasil pemberian donatur.
PERAN dunia usaha dalam penanganan bencana semakin terlihat melalui kolaborasi lintas sektor yang mengedepankan kecepatan distribusi dan skala bantuan.
Pascabanjir Batang Toru, warga Desa Garoga berharap pemulihan lahan pertanian. Simak kisah haru para pengungsi yang menanti hari ceria di tengah lumpur.
SUNGGUH lama dan sangat perih penderitaan ribuan warga Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved