Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ASEAN Regional Skincare Expert Nagase Mana Tachibana membagikan informasi penting mengenai waktu yang ideal dalam mengaplikasikan ulang sunscreen atau tabir surya agar optimal melindungi kulit dari paparan radiasi ultraviolet (UV) sinar matahari.
Ahli perawatan kulit dari perusahaan pemasok bahan kosmetik dan perawatan diri asal Jepang itu mengatakan pengaplikasian ulang tabir surya penting untuk memberikan proteksi yang optimal bagi kulit sehingga tidak mengalami kerusakan baik akibat UVA maupun UVB.
"Selain menggunakannya secara rutin sebagai perawatan wajah di pagi hari, sunscreen penting untuk diaplikasikan ulang setiap dua sampai tiga jam sekali. Hal itu penting untuk memaksimalkan fungsi dari sunscreen," kata Tachibana, Minggu (1/12).
Pentingnya aplikasi ulang sunscreen diperlukan karena produk perawatan kulit tersebut dapat hilang fungsinya apabila tubuh berkeringat dan akhirnya membuat produk tersebut luntur terbawa keringat.
Tachibana mengatakan sunscreen penting karena dapat memproteksi tubuh dari radiasi UV dari sinar matahari.
Ia menjelaskan bahwa radiasi UV terdiri dari dua bentuk, yakni UVA dan UVB yang keduanya mampu menciptakan kerusakan pada kulit apabila paparannya terus menerus terjadi tanpa adanya proteksi.
Radiasi UVA, jelas Tachibana, mampu merusak kulit di lapisan dermis yang petaknya berada di bagian dalam dari lapisan kulit.
Lapisan dermis itu sebenarnya merupakan lapisan yang kaya akan kandungan kolagen dan elastin yang bertanggung jawab atas kekenyalan dan kesehatan kulit.
Apabila lapisan tersebut rusak akibat UVA, menurut Tachibana, biasanya kulit akan mengalami penuaan dini sehingga terlihat tanda-tanda fisik seperti kulit berkerut hingga garis halus.
Sementara mengenai bahaya dari UVB, radiasi UV ini memberikan kerusakan secara langsung pada lapisan terluar kulit dan mampu memengaruhi perubahan pada DNA tubuh apabila paparannya terus menerus dan tidak ada proteksi tambahan pada kulit.
Kerusakan secara langsung yang dimaksud ialah kulit dapat terbakar sehingga biasanya mengalami ciri kemerahan atau sensasi perih apabila terlalu banyak terpapar UVB.
Sebenarnya, secara alami, tubuh manusia bisa memperbaiki jaringannya sendiri apabila terjadi kerusakan akibat serangan paparan radiasi UVA dan UVB.
"Namun jika paparan UVA dan UVB sudah berlebihan dan itu terakumulasi terus menerus tanpa adanya proteksi maka akhirnya kemampuan memperbaiki jaringan tersebut akan melambat dan bisa meningkatkan masalah kulit yang serius tidak hanya penuaan dini bahkan bisa berpotensi menjadi kanker kulit," papar Tachibana. (Ant/Z-1)
Penggunaan ulang sunscreen sangat penting, terutama setelah berenang, berkeringat hebat, dan menggosok atau menyeka area wajah dan tubuh.
Penggunaan tabir surya atau sunscreen masih tetap efektif dalam memberikan perlindungan pada kulit meski saat ini sudah masuk musim hujan.
Dengan perlindungan SPF 49.5 PA++++, sun barrier sunscreen ini mampu melindungi kulit dari paparan sinar UVA dan UVB tanpa meninggalkan rasa lengket, berminyak, maupun whitecast.
Blue light itu bisa memperparah satu, menaikkan hyperpigmentasi, yang kedua dia menekan pelindung kulit jadi lemah,.
PERLINDUNGAN dasar kulit menjadi hal penting yang patut diperhatikan terutama saat peralihan musim. Ini penting dilakukan untuk menghindari dampak buruk bagi kesehatan kulit.
Sunscreen menjadi perlindungan utama untuk menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang, terutama saat menghadapi paparan sinar matahari dan faktor lingkungan lainnya.
Memiliki kulit yang sehat, bercahaya, dan terawat menjadi impian banyak orang.
Para pengungsi kini dihantui risiko penyakit kulit akibat kondisi lingkungan yang lembap, kurang higienis, dan hunian yang padat.
Salah satu kesalahan mendasar masyarakat adalah hanya berfokus pada perawatan batang rambut.
Masalah kesehatan yang timbul di pengungsian sangat erat kaitannya dengan faktor higiene.
Glukomanan (serat pangan) dari umbi porang berhasil diolah sebagai bahan alami untuk bahan dasar kosmetik perlindungan kulit (skin protector).
Penggunaan hidrokuinon melampaui kebutuhan bisa menimbulkan efek samping berupa ochronosis, penumpukan asam di bawah kulit yang menyebabkan munculnya flek hitam pada kulit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved