Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH penelitian terbaru mengungkapkan pria perlu berolahraga hampir dua kali lebih lama daripada perempuan untuk mendapatkan manfaat yang sama dalam menurunkan risiko penyakit jantung koroner. Temuan ini menunjukkan perlunya pedoman kesehatan yang mempertimbangkan perbedaan biologis antara pria dan perempuan.
Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature Cardiovascular Research menganalisis data aktivitas fisik dari lebih dari 80.000 peserta. Hasilnya menunjukkan perempuan yang rutin berolahraga selama 250 menit per minggu mengalami penurunan risiko penyakit jantung hingga 30%. Sementara itu, pria baru merasakan manfaat serupa setelah mencapai 530 menit aktivitas fisik mingguan, setara hampir sembilan jam latihan.
Studi yang dipimpin Dr. Jiajin Chen dari Universitas Xiamen, Tiongkok, menggunakan data dari perangkat pelacak aktivitas peserta proyek UK Biobank. Analisis awal terhadap 80.243 orang tanpa riwayat penyakit jantung menunjukkan perempuan yang memenuhi target olahraga mingguan 150 menit memiliki risiko 22% lebih rendah terkena penyakit jantung dalam delapan tahun masa observasi, dibandingkan mereka yang tidak berolahraga cukup.
Pada pria, angka penurunan risikonya lebih kecil, sekitar 17%. Lebih jauh lagi, peningkatan durasi olahraga hingga 250 menit per minggu menurunkan risiko penyakit jantung pada perempuan hingga 30%, sementara pria baru mencapai manfaat serupa setelah berolahraga selama 530 menit per minggu.
Menariknya, pada kelompok lebih dari 5.000 peserta yang sudah memiliki penyakit jantung, peneliti menemukan risiko kematian selama masa penelitian tiga kali lebih rendah pada perempuan yang berolahraga teratur dibandingkan pria dengan tingkat aktivitas serupa.
Profesor Yan Wang, salah satu penulis senior studi ini, menegaskan bahwa baik pria maupun perempuan tetap mendapat manfaat besar dari aktivitas fisik. “Kami berharap temuan ini dapat mendorong lebih banyak perempuan yang kurang aktif untuk mulai bergerak dan menurunkan risiko kardiovaskular mereka,” ujarnya.
Meski belum ada penjelasan pasti, para ilmuwan menduga perbedaan ini dipengaruhi faktor hormonal, struktur serat otot, dan cara tubuh mengolah gula menjadi energi.
Dalam artikel pendamping, Dr. Emily Lau, pakar kesehatan jantung perempuan dari Massachusetts General Hospital, menulis, “Penelitian ini menegaskan bahwa satu pedoman tidak bisa berlaku untuk semua. Sudah waktunya kita mengembangkan strategi spesifik berbasis jenis kelamin untuk meningkatkan kesehatan jantung, khususnya bagi perempuan.” (The Guardian/Z-2)
Menurut Diana Dewi, olahraga masyarakat bukan hanya soal gerak badan, tapi juga ruang jeda bagi warga untuk menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi membuka seleksi terbuka untuk posisi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga.
Seluruh program, mulai dari pola latihan hingga perencanaan nutrisi, dirancang secara spesifik berdasarkan kondisi anatomi dan target personal masing-masing individu.
Keputusan mundur Musetti menjadi berkah besar bagi Djokovic yang sepanjang pertandingan tampil di bawah performa terbaiknya dan dipenuhi kesalahan sendiri.
Ajang kompetisi olahraga dan seni antar SMA bertajuk SkyBattle 2026 yang digelar oleh SMA Labschool Kebayoran, Jakarta, resmi berakhir.
Rybakina akan menghadapi Iga Swiatek atau pemain kualifikasi asal Australi, Maddison Inglis.
Gender: Lebih dari sekadar jenis kelamin. Pelajari peran sosial, identitas, dan konstruksi gender di masyarakat modern.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved