Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG Klinis Nena Mawar Sari mengingatkan risiko psikologis terlalu sering mencari dukungan emosional atau curhat dengan perangkat kecerdasan buatan atau AI lantaran respons yang dihasilkan tidak mengandung sisi kemanusiaan.
"Curhat dengan AI itu kan gambaran atau pantulan dari kode atau clue yang kita berikan. Tentu hasil atau feedback yang diberikan tidak ada unsur-unsur humanisnya," kata Psikolog Klinis dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya Kota Denpasar, Bali itu, dikutip Sabtu (25/10).
Menurut Nena, umumnya seseorang yang sedang curhat membutuhkan tanggapan balik atau feedback yang konstan antara satu dengan yang lain.
Namun, ketika curhat dilakukan kepada AI dengan respons yang diberikan tidak mengandung unsur humanis, berisiko menimbulkan salah interpretasi dan membuat pengguna kehilangan arah emosional.
"AI itu sifatnya memberikan pantulan dari apa yang kita butuhkan dan memvalidasi perasaan kita, takutnya ketika momen orang sedang depresi
atau yang sedang impulsif itu dijadikan sebagai suatu acuan yang baku atau realistis, dikhawatirkan salah interpretasi, dan tidak ada sentuhan
humanistiknya itu menyebabkan beberapa kejadian-kejadian yang tidak diinginkan," ujar Nena.
Nena mengatakan tanda bahwa seseorang sudah terlalu bergantung secara emosional dengan AI, salah satunya tidak lagi mau melakukan relasi dengan manusia lainnya hingga menghabiskan banyak waktu dengan ponselnya.
"Sering mengecek ponsel, hal yang sedetail-detailnya pun dia tanyakan pada AI, kemudian dia juga menutup diri dengan orang lain, jadi biasanya akan bersikap antisosial," ucap Nena.
Lebih lanjut, Nena menyarankan ketika seseorang merasa kesepian atau tidak memiliki teman untuk curhat bisa mencari dukungan berkonsultasi langsung dengan konselor, tenaga kesehatan mental seperti psikolog, psikiater.
"Dan jika merasa tidak punya teman untuk curhat atau merasa tidak ada yang memahami yang dilakukan adalah lebih baik journaling atau mungkin bisa dengan orang-orang terdekat yang mungkin tidak perlu banyak, tapi cukup 1-2 orang yang dia bisa percaya," pungkas Nena. (Ant/Z-1)
FILM drama keluarga dengan sentuhan fiksi ilmiah (Sci-fi), Esok Tanpa Ibu segera tayang di bioskop, dibalut dengan pendekatan teknologi Artificial Intelligence (AI)
Pada 2025, jumlah pengguna PLN Mobile melonjak drastis hingga melampaui 50 juta pengunduh dan total transaksi tahunan lebih dari 30 juta transaksi.
Marhaenisme sebagai ideologi organisasi tidak boleh anti-teknologi. Sebaliknya, teknologi harus dikendalikan oleh nilai-nilai ideologis untuk kepentingan rakyat kecil.
Inilah paradoks utama media massa di era AI.
Perusahaan manajemen medis global, Medix, menilai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi menjadi kunci penting untuk menutup kesenjangan layanan kesehatan di Indonesia.
KEGELISAHAN guru terhadap kehadiran teknologi di ruang kelas kerap dianggap sebagai gejala baru.
Ashley St. Clair, ibu dari anak Elon Musk, menggugat xAI setelah chatbot Grok diduga menghasilkan citra seksual eksplisit dirinya tanpa izin.
Fitur AI Google Photos kini mampu menghapus objek, mengedit foto dengan teks, dan mengganti latar, menjadikannya alternatif Photoshop yang praktis.
Teknologi AI baru bernama CytoDiffusion mampu mendeteksi tanda halus leukemia pada sel darah dengan akurasi tinggi, bahkan melampaui kemampuan dokter spesialis.
Kesadaran akan pentingnya kesiapan data mulai muncul di seluruh spektrum perusahaan, baik skala besar maupun menengah.
Model tersebut berguna bagi investor sebagai alat bantu dalam investasi kuantitatif, dan akademisi dapat menggunakan hasilnya untuk menguji serta menyempurnakan teori.
EKSPLOITASI seksual anak di ruang digital kian mengkhawatirkan dengan maraknya manipulasi konten seksual berupa foto dan video melalui fitur kecerdasan buatan atau AI misalnya lewat Grok.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved