Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. H. Ahmad Tholabi Kharlie, mengatakan bahwa pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama merupakan langkah strategis dan visioner dalam arsitektur kebijakan pendidikan nasional.
“Pesantren selama ini menjadi institusi yang telah melahirkan ulama dan intelektual serta berhasil menanamkan nilai-nilai moral, kebangsaan, dan kemanusiaan yang mendalam,” ungkapnya kepada Media Indonesia, Kamis (23/10).
Karena itu, kehadiran Ditjen Pesantren menjadi bentuk pengakuan negara terhadap pesantren sebagai entitas pendidikan dan peradaban yang memiliki kontribusi historis dan sosial yang amat besar bagi bangsa Indonesia.
Sebagai alumnus pesantren, Ahmad Tholabi juga memahami bahwa kekuatan utama pesantren terletak pada keikhlasan, kemandirian, dan transmisi nilai keilmuan yang berbasis sanad.
Oleh karena itu, harapannya, Ditjen Pesantren tidak hanya menjadi lembaga administratif, tapi harus bekerja dengan paradigma penguatan nilai dan pemberdayaan ekosistem pesantren.
“Fokus utamanya pada aspek regulasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kapasitas kelembagaan, serta fasilitasi riset dan inovasi berbasis pesantren,” tegas Ahmad Tholabi.
Ditjen Pesantren juga dikatakan harus memiliki peta jalan yang jelas tentang arah pembangunan pesantren nasional, baik yang berorientasi pada pendidikan keagamaan tradisional maupun yang berkembang menjadi pesantren vokasional, pesantren riset, dan pesantren kewirausahaan. Ini penting agar setiap pesantren dapat tumbuh sesuai karakter dan potensi lokalnya tanpa kehilangan jati diri keilmuannya.
Selain itu, Ditjen ini perlu mengembangkan platform kolaboratif antara pesantren, perguruan tinggi Islam, dunia industri, dan lembaga riset. Konektivitas ini akan memperluas ruang aktualisasi santri sebagai agen perubahan sosial dan inovator moral di tengah masyarakat modern.
“Ditjen juga harus memastikan bahwa kebijakan yang diambil tidak menyeragamkan keragaman pesantren. Justru keunikan dan otonomi pesantren harus dihormati sebagai bagian dari kekayaan khazanah pendidikan Islam Nusantara,” tuturnya.
Pembentukan Ditjen ini juga dikatakan menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola dan akuntabilitas lembaga pesantren, termasuk pengelolaan dana, kurikulum, serta perlindungan terhadap santri dan tenaga kependidikan. Kebijakan afirmatif yang berpihak pada pesantren kecil dan terpencil harus menjadi prioritas agar tidak terjadi kesenjangan antar pesantren.
“Saya meyakini, bila Ditjen Pesantren dikelola dengan visi yang tajam dan spirit pengabdian, ia akan menjadi ‘rumah besar peradaban Islam Indonesia’, tempat bertemunya nilai-nilai klasik keilmuan pesantren dengan semangat kemajuan zaman. Inilah momentum untuk menjadikan pesantren sebagai pusat tafaqquh fi al-din dan pusat pembentukan peradaban berbasis ilmu, akhlak, dan kemandirian,” pungkasnya. (Des/M-3)
WAKIL Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menegaskan peran strategis pondok pesantren sebagai rumah peradaban dan sumber kader pemimpin bangsa.
Insiden kebakaran yang terjadi di lantai dasar Pondok Pesantren Al Mawaddah, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, menyebabkan sedikitnya sembilan santri alami gangguan pernapasan
Tim Phoevaya mengembangkan CalmiBand, sebuah gelang pintar yang dirancang untuk membantu anak autistik dengan memantau tingkat emosi dan stres secara real time.
WAKIL Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i memastikan agar seluruh santri di Indonesia mendapatkan akses program Makan Bergizi Gratis (MBG)
MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya penguatan karakter santri berbasis kecerdasan kontemplasi. Hal ini disampaikannya saat membuka Expo Kemandirian Pesantren.
Potensi besar jumlah santri di Indonesia dapat menjadi kekuatan nyata dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan.
Kementerian Koperasi (Kemenkop) resmi menjalin kerja sama dengan Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah untuk memperkuat pengembangan koperasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
WAKIL Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menegaskan peran strategis pondok pesantren sebagai rumah peradaban dan sumber kader pemimpin bangsa.
Santri tidak hanya dituntut untuk tafaqquh fiddin juga memahami dan menguasai ilmu ketatanegaraan serta kebangsaan agar mampu mengambil peran strategis di berbagai bidang.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menghadirkan Program Pesantren Jalan Cahaya pada Ramadan 1447 H di 20 titik se-Indonesia selama bulan suci.
PBNU meluncurkan 41 Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) NU yang berpusat di Pondok Pesantren Darul Qur’an Bengkel, Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved